Rihhane Of Story

Rihhane Of Story
Kampus


__ADS_3

Halo!


Aku datang lagi, maafkan keterlambatan upnya. mari kita lanjut kisah Rihan.


.


.


.


Rihan sudah siap dengan outflit untuk ke kampus. Rihan sedang berada di ruang tamu bersama Alex dan Alen. Rihan hanya menunggu waktu untuk pergi ke kampus mengikuti kelas siang.


Beatrix juga sudah sampai ke Indonesia, tapi gadis itu dan Mentra mendarat di bandara karena mereka tidak mungkin langsung menuju ke mansion Rihan karena akan mengundang perhatian media.


Lagipula Beatrix akan tinggal sendiri di apartemen yang sudah Alex siapkan untuknya sehingga sepasang kekasih itu langsung menuju ke sana.


Mereka hanya akan melapor pada Rihan kedatangan mereka lewat telepon. Keduanya mungkin akan melapor secara langsung pada sang majikan tengah malam atau mereka akan bertemu di tempat yang tidak diketahui oleh orang lain.


Kembali pada Rihan yang sedang duduk di ruang tamu. Karena tidak ingin membuang waktu, Rihan memanfaatkan waktu bersantainya selama satu jam untuk memeriksa berkas yang pada awalnya dijadwalkan oleh Alex untuk diperiksa setelah kelas siangnya berakhir.


"Jadi dua pria itu yang akan turun langsung untuk mengurus proyek pembangunan resort?" Tanya Rihan ketika membaca berkas kerja sama perusahaannya dengan perusahaan milik Neo dan Brand.


"Iya, Tuan."


"Hmm. Apa Brand sudah tahu jika Tata saat ini berada bersama kak Neo?" Tanya Rihan setelah meletakkan berkas itu ke atas meja.


"Iya, Tuan. Brand sangat marah besar ketika mengetahuinya. Tapi sampai saat ini Brand tidak melakukan apapun. Kami tidak tahu apa yang sedang dia rencanakan." Jawab Alex.


"Pantau terus gerak-geriknya. Untuk proyek ini, jangan ada kesalahan apapun. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," Rihan menatap bergantian Alex dan Alen.


"Kami mengerti, Tuan."


"Sepertinya biarkan aku ke kampus sendiri mulai sekarang, Lex. Aku ingin melihat sejauh mana Ariana akan bertindak." Rihan masih menatap kedua asisten pribadinya.


"Tapi Tuan..." Tolak Alex memasang wajah khawatir.


"Kamu jelas tahu jika rubah itu tidak bisa leluasa bergerak karena ada kamu di sampingku, Lex. Dia terlihat sangat membencimu ada didekatku. So... biarkan kita membuka sedikit ruang untuknya. Aku ingin lihat sejauh mana dia bertindak. Sudah pasti tidak berbeda jauh dengan Rine. Dan juga, ada Beatrix sekarang yang akan menemaniku selama di kampus jadi kalian tidak perlu khawatir." Ucap Rihan panjang lebar.


"Baik Tuan. Tapi saya akan tetap mengikuti anda secara diam-diam. Saya mungkin akan bergabung dengan anggota bayangan mulai sekarang." Ucap Alex. Dia tidak akan tenang saat Rihan jauh darinya. Dia sudah beberapa kali gagal menjaga majikannya ini. Dia sangat khawatir.


"Terserah. Tapi jangan terlalu sering juga. Tugas utama mengurus perusahaan juga masih ada. Aku bukan satu-satunya prioritas." Rihan lalu mengambil berkas lain untuk diperiksa.


"Asal anda tahu nona, anda prioritas bagi kami." Ucap Alex dalam hati lalu menatap Rihan yang serius membaca berkas.

__ADS_1


"Tidak ada yang tahu kedatanganku 'kan?" Tanya Rihan menatap sekilas Alex.


"Iya, Tuan. Mereka mungkin akan kaget melihat anda nanti."


"Baguslah. Sudah waktunya. Aku akan berangkat!" Rihan kemudian berdiri menuju pintu keluar.


"Anda akan menggunakan kendaraan apa, Tuan?" Tanya Alex ketika mereka sedang berjalan keluar mansion.


"Mobil. Akan butuh waktu lagi mengeluarkan motor. Mulai besok, siapkan saja motorku." Motornya tersimpan di bagian dalam, dan akan memakan waktu mengeluarkannya. Jadi, hari ini dia akan menggunakan mobil saja.


"Baik, Tuan."


Mereka sudah sampai di halaman mansion. Tepatnya di depan mobil yang akan Rihan pakai. Alex dengan cepat membuka pintu mobil.


"Silahkan, Tuan."


"Hmm."


Rihan masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.


***


Di kampus, Ariana membanting ponselnya karena emosi. Bagaimana tidak emosi, jika media baru saja memposting kedatangan direktur muda R.A Group bersama kekasihnya.


"Apa dia akan membalas dendam pada kita, Ar?" Tanya salah satu teman Ariana yang juga pernah membully Rihan dulu. Mereka sama-sama sedang melihat berita yang baru saja disiarkan beberapa menit lalu.


"Aku takut, Ar. Lihatlah kekasihnya sekaya apa. Aku tidak ingin perusahaan ayahku bangkrut karena dia balas dendam." Teman Ariana yang lain ketakutan.


"DIAM KALIAN BERDUA! Aku sedang berpikir bagaimana caranya membalas j****gitu." Marah Ariana emosi.


"Pokoknya aku tidak mau tahu, Ar. Jika perusahaan kami terancam bangkrut, kamu harus membantu kami." Pintah teman Ariana yang bernama Mira.


"Ya, kalian tenang saja." Ariana menjawab dengan malas.


"Kalian pikir aku peduli? Bangkrut atau tidak itu bukan urusanku." Sambung Ariana dalam hati.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang, Ar?" Tanya Maya.


"Aku sedang memikirkan cara, jadi diamlah!"


"Untuk bisa bersaing dengan j****g itu, aku harus mencari orang yang memiliki kekayaan lebih dari kekasihnya. Dan orang itu adalah Tuan Muda Rehhand. Rehhand berasal dari keluarga kaya. paman dan bibinya juga sangat kaya. Lagipula kekasih j***g itu hanya seorang direktur, bukan pemilik R.A.Group.


Jadi, aku tidak perlu khawatir dia akan membuat perusahaan keluargaku bangkrut. Yang harus aku lakukan sekarang adalah berusaha menarik perhatian Tuan Muda Rehhand*." Ujar Ariana dalam hati lalu tersenyum senang karena berhasil memikirkan rencana yang bagus.

__ADS_1


"Dari ekspresimu, sepertinya kamu sudah memikirkan rencana yang tepat." Tebak Mira menatap menyipit pada Ariana.


"Ya. J****g itu bukan masalah besar bagiku." Balas Ariana lalu tersenyum licik.


...


Pukul 12.40, mobil Rihan kini memasuki gerbang Antarik Universitas. Semua orang yang melihat kedatangan mobil edisi terbatas itu, tentu sangat senang terlebih kaum hawa karena moodboster mereka sudah kembali hadir di kampus.


Mobil Rihan masuk ke dalam gedung parkir disusul oleh dua mobil lain milik David dan Albert.


"Kamu tidak memberi tahu kami kamu datang." Albert menghampiri Rihan yang baru keluar dari mobilnya. Albert sangat bersemangat. Ada David dan Dian di belakangnya.


"Hai Rei..." Panggil Dian tersenyum ramah.


"Hmm."


"Kapan kamu datang?" Tanya David ikut tersenyum tipis.


"Kemarin," Balas Rihan datar lalu membenarkannya tas ranselnya di bahu kemudian berjalan menuju kelas diikuti oleh ketiga temannya itu.


"Kamu ada masalah?" Tanya Rihan datar pada David yang berjalan di sebelahnya.


Rihan menanyakan hal itu karena dia dapat melihat perubahan wajah David yang menjadi sedikit tirus dengan kantung mata yang gelap.


"Tidak ada. Hanya membantu kakakku di perusahaan jadi kurang tidur." Jawab David masih mempertahannkan tersenyum tipisnya


"Dia tiba pukul 10 pagi bersama kekasihnya tadi." Rihan memberitahu dengan datar sebelum masuk dalam kelas.


David yang mendengar perkataan Rihan mengerutkan kening karena tidak mengerti apa yang Rihan maksud. Akan tetapi, dia tiba-tiba berhenti di depan pintu ketika menyadari siapa yang Rihan maksud.


Deg


Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. Entah dorongan dari mana, David mengambil ponselnya dalam saku celana kemudian membuka situs berita terbaru dan menemukan nama Mentra Gallo Puantya, Direktur R.A Group bersama kekasihnya baru saja tiba di Indonesia pukul 10 pagi.


"Ada apa, Dev?" Tanya Albert di samping David. Albert ikut melihat pada ponsel David karena tidak ada respon dari pria itu.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Albert lagi ketika menyadari sikap David.


"Aku baik. Tenang saja," Balas David lalu tersenyum tipis. David memasukan kembali ponselnya dan masuk ke dalam kelas.


"Ada apa dengan, David?" Tanya Dian penasaran.


"Bukan apa-apa. Ayo masuk, sebentar lagi dosen akan masuk." Ucap Albert dan dibalas anggukan oleh Dian.

__ADS_1


__ADS_2