
Maaf ya... Aku baru up dan juga upnya sedikit, karena aku tidak enak badan berapa hari ini. Semoga pembaca sekalian tidak kecewa. Aku terpaksa up meski sedikit takut ada yang nunggu.
Sekali lagi maaf ya...🙏
Aku juga mau ucapin...
Happy Valentine Day.🥳🥳🥳
And selamat membaca.
.
.
.
Saat ini suasana ruang tamu Rihan begitu hening. Bukan karena tidak ada orang, tetapi karena mereka yang ada di sana sedang dalam keadaan saling menatap tajam.
Rihan dan Brand saling menatap satu sama lain. Begitu juga dengan Alex dan Dom. Seakan-akan pandangan mata masing-masing mengisyaratkan sesuatu, hingga fokus mereka terpecahkan oleh kedatangan seorang pelayan wanita yang membawa minum dan camilan.
"Silahkan dinikmati Tuan Muda, Tuan-tuan..."
Hening...
Keempatnya hanya diam tidak membalas sang pelayan, hingga pelayan itu kembali ke tempatnya.
"Apa sebaiknya tamu diajak berkeliling?" Brand memecah keheningan.
Brand sendiri mulai merasa gugup jika ditatap lama oleh Rihan. Brand terpaksa harus memutuskan pandangannya terlebih dahulu, karena dia mulai merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya.
"Saya yang akan mengantar anda berkeliling, Tuan Brand." Balas Alex yang berdiri di belakang Rihan yang sedang duduk di sofa.
"Tidak. Akan lebih baik jika tuan rumah yang mengantar sekaligus menjelaskan apa saja keunggulan mansion ini. Siapa tahu saya juga berniat membeli tanah dan membangun sesuatu, agar kita menjadi tetangga yang baik di masa depan, mungkin." Brand tersenyum tipis menatap wajah tenang Rihan.
Rihan yang mendengar alasan Brand tidak berniat membalas. Sebaliknya, Rihan mulai berdiri dan berjalan keluar mansion. Brand yang melihatnya tersenyum senang dan mengikuti Rihan. Sedangkan Alex hanya menatap tajam Brand yang sudah berlalu pergi dari sana.
__ADS_1
Setelah beberapa meter bekeliling mansion dengan Alex sebagai orang yang menjelaskan apa saja yang ada di sekeliling mansion.
"Aku penasaran, ada apa dibalik pintu itu." Brand bertanya sambil menatap sebuah rumah belantai satu yang didirikan terpisah dengan mansion.
Rumah yang terlihat cukup menarik perhatian siapa saja yang melihatnya, karena selain terpisah, rumah itu didesain unik dengan bentuk seperti piramida, berwarna emas memiliki pagar kecil disekelilingnya yang juga berwarna emas. Entah itu emas asli atau palsu, Brand sangat penasaran. Ada juga tanaman-tanaman hias di depannya.
Alex yang mendengarnya, mengalihkan pandangannya pada sang majikan yang tampak tenang sambil berjalan di depan mereka.
"Tuan Muda Rei, bisakah saya tahu apa yang ada dalam rumah itu?" Tanya Brand pada Rihan yang berjalan di depannya.
Hening...
"Hanya beberapa koleksi tuan muda." Jawab Alex ketika melihat sikap diam sang majikan.
"Boleh saya melihat isinya?" Penasaran Brand.
"Mari saya antar, Tuan Brand." Alex lalu memimpin jalan menuju rumah yang tidak terlalu jauh di depan mereka.
"Apa kedatangan saya membuat anda merasa tidak nyaman, Tuan Muda?" Tanya Brand yang kini berada satu meter di belakang Rihan.
"Tanyakan pada dirimu sendiri." Jawab Rihan datar tanpa berbalik menatap Brand di belakangnya.
"Maksudmu?" Bingung Brand.
"Siapa yang mengundang anda kemari?" Tanya Rihan datar lalu berjalan menuju rumah berbentuk piramida di depan mereka.
"Kamu yang mengundangku." Jawab Brand.
"Lalu?"
"Aku tidak tahu," Brand kini menggaruk kepalanya.
"Maka diamlah!" Dua kata Rihan membuat Brand semakin bingung, tetapi hanya bisa diam tidak tahu harus membalas apa.
"Apa maksudnya?" Tanya Brand dalam hatinya.
__ADS_1
"Kenapa tuan terlihat lemah di hadapan Tuan Muda Rehhand?" Batin Dom heran dengan sikap sang Tuan yang terlihat tiran jika berada didekat mereka, akan tetapi kehilangan kata-katanya di depan Rihan.
Dom sangat mengenal kepribadian sang Tuan yang selalu tenang. Akan tetapi ketika berhadapan dengan Rihan, dia tidak pandai dalam membela diri.
Rihan sendiri hanya diam dan berjalan mengikuti Alex di depannya hingga mereka tiba di depan pintu rumah yang bertuliskan 'My Colection'.
Alex lalu meletakkan tangannya didekat alat pemindai telapak tangan yang ada di samping pintu itu. Pintu tidak langsung terbuka tetapi masih ada laser pemindai tubuh agar pintu bisa terbuka, dan hanya orang-orang mansion saja yang sudah terdaftar yang bisa masuk ke dalam 'My Colection' itu.
Rihan sendiri tetap tenang dan selalu menatap gerak-gerik kedua tamunya ini. Entah apa yang Rihan rencanakan dalam sikap tenangnya.
Pintu lalu terbuka sepenuhnya, sehingga keempatnya masuk ke dalam. Brand dan Dom kemudian menatap takjub dengan pemandangan di dalam sana.
Keduanya dapat melihat sekitar 10 mobil dengan 10 motor yang berjejer rapi di sana. Bukan karena banyaknya kendaraan yang membuat mereka takjub, tetapi harga kendaraan itu yang tidak bisa mereka beli. Bukan tidak bisa, tetapi tidak ada lagi yang bisa mereka beli dari kendaraan limited edition itu.
Setahu Brand, dari mobil yang ada di sana, semuanya diproduksi oleh perusahaan elektronik ternama di dunia dengan satu merek mobil hanya diproduksi 5 mobil dalam sekali produksi.
Dan yang Brand lihat, 5 mobil dengan merek yang sama ada di sana yang baru diproduksi 6 bulan lalu. Itu berarti Rihan membeli semua mobil limited edition itu sekali produksi. Brand kini bertanya dalam hatinya, apa tujuan Tuan Muda Rehhand ini membeli semua mobil limited edition itu.
5 mobil juga sama, limited edition yang baru diproduksi 2 bulan lalu. Bukan hanya mobil, motorpun sama, limited edition. Brand hanya bisa geleng kepala dan berkata dalam hatinya.
"Pantas saja aku tidak dapat membelinya, ternyata sudah diborong semua ke sini."
Rihan memang tidak ingin orang lain membeli mobil-mobil limited edition tersebut yang diproduksi oleh perusahaan sang Daddy, karena Rihan ingin membuat mobil-mobil itu menjadi mobil koleksinya yang tentunya sangat canggih.
Rihan bisa saja bekerja sama dengan perusahaan daddynyq untuk memodifikasi mobil itu sesuai keinginannya seperti mobil lainnya yang biasa dia pakai sehari-hari, akan tetapi dia mulai ragu dengan beberapa orang yang bekerja di perusahaan sang daddy di sana, sehingga Rihan berinisiatif membeli dan memodif sendiri.
Setelah melihat-lihat koleksi mobil Rihan, hingga Brand tiba di depan salah satu mobil yang terlihat terpisah dan tidak ada merek di sana. Tapi posisinya, mobil itu sepertinya sangat dijaga.
***
Jika ada kritik maupun saran dari pembaca sekalian, jangan takut untuk memberi komentar.
Terima kasih sudah membaca ceritaku.
Jangan lupa tinggalkan jejakmu, ya.
__ADS_1
See You.