
"Anda menyetujui proposal itu, Tuan? " Tanya Alex pada sang majikan.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya balik Rihan pada Alex.
"Menurut saya, lebih baik anda menyetujuinya saja, Tuan. Sepertinya ada yang direncanakan oleh CEO perusahaan itu, sehingga dia sangat ingin proposal mereka disetujui." Alex menjawab setelah menimbang baik buruknya proposal itu.
"Awal proposal ini ditolak, siapa yang membawanya?" Tanya Rihan sambil membaca ulang proposal yang diajukan itu.
"Seorang pria yang mengaku sebagai sekretaris CEO perusahaan itu, Tuan." Jawab alex sambil terus menatap sang majikan.
"Setelah proposal ini ditolak, dimana kalian meletakkannya?" Rihan penasaran dengan asal mula proposal ini selalu berada di ruang Direktur.
"Semua proposal yang ditolak, selalu diambil oleh sekretaris Bimo. Tidak tahu dibawa kemana olehnya. Mungkin saja dia membuangnya." Jawab Alex seadanya.
"Awasi terus sekretaris itu." Ucap Rihan sambil terus membuka lembar demi lembar proposal di tangannya.
"Baik, Tuan."
"Hm. Perketat lagi penjagaan di cabang R.A. Grup."
"Siap, Tuan."
"Bagaimana dengan orang yang meretas sistem kita?"
"Mereka hanya orang suruhan, Tuan."
"Ya, sudah. Dimana Tata?" Tanya Rihan setelah beberapa saat hening.
"Nona Phi sepertinya sedang istirahat, Tuan."
"Katakan padanya untuk menemuiku ketika dia bangun," Rihan lalu membuka lembar terakhir dari proposal itu.
"Baik, Tuan. Ada lagi yang harus saya lakukan?" Tanya Alex tenang.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Rihan karena sedang malas melihat jam digital yang tersedia di meja kerjanya. Rihan sendiri sedang fokus membaca kemudian memberi tanda tangannya pada proposal kerja sama itu.
"Mari kita lihat sejauh mana rencanamu CEO Miara Grup." Batin Rihan setelah menandatangani proposal kerja sama itu.
"Jam 1 siang Tuan, dan kelas siang anda satu jam lagi." Jawab Alex setelah menatap jam tangannya.
"Panggil Alen untuk membantuku bersiap. Hati-hati, jangan sampai terlihat oleh Tata." Rihan lalu menutup proposal yang dilapisi dengan map itu.
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi." Alex kemudian keluar dari ruang kerja Rihan.
***
"Mau kemana, Han?" Tanya Phiranita yang penasaran dengan penampilan Rihan yang begitu rapi.
__ADS_1
"Aku ada kelas siang jam 2. Istirahatlah! Setelah selesai aku akan segera pulang." Jawab Rihan sambil mengelus pelan pucuk kepala sang sahabat yang sedikit lebih pendek darinya.
"Ya, sudah. Jangan lama-lama," Balas Phiranita lalu memasang wajah cemberut.
"Hmm. Aku pergi." Rihan lalu menaiki mobilnya diikuti oleh Alex kemudian keduanya pergi meninggalkan mansion Rihan.
"Dah, Ehan..."
Mobil Ferrari yang dikendarai oleh Rihan kini melaju dengan kecepatan sedang karena masih ada banyak waktu sebelum kelas siangnya berlangsung.
Saking serius memikirkan siapa sebenarnya CEO Miara Grup, Rihan tiba-tiba terkejut ketika mendengar suara sistem hologram pada mobilnya.
...*Terdeteksi Ferrari 488 Spider dengan kecepatan maksimal di belakang anda, Tuan.*...
Mendengar suara itu, Rihan melirik malas kaca spionnya dan terlihat sebuah ferrari merah menyala sedang melaju di belakangnya. Mobil merah itu kini sejajar dengan mobilnya.
Rihan hanya menatap datar mobil di sampingnya yang sedang berusaha memojokkan mobilnya yang kini sudah hampir sampai di pembatas jalan.
"Apa yang orang ini inginkan?" Gumam Rihan berusaha mengendalikan mobilnya agar tidak menabrak pembatas jalan.
Dengan tenang Rihan menginjak rem mobilnya hingga mobilnya tiba-tiba berhenti sehingga mobil yang memojokannya hampir mengenai pembatas jalan. Rihan yang melihatnya hanya menampilkan senyum tipisnya karena merasa terhibur dengan pemandangan yang dia lihat.
"Haruskah saya memberinya pelajaran, Tuan?" Tanya Alex pada Rihan melalui earpice khusus yang berada di belakang telinga Rihan.
"Biarkan saja. Setidaknya dia sedikit menghibur." Rihan lalu melajukan mobilnya hingga kini sejajar lagi dengan ferrari merah itu.
...AYO BALAPAN!...
Begitulah tulisan yang tertulis pada kertas itu. Rihan sendiri hanya mengangkat bahunya acuh, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tanpa menghiraukan ferrari merah tersebut.
Merasa diabaikan, pengemudi ferrari merah lalu memojokan kembali mobil Rihan. Rihan sendiri tidak marah, dia malahan hanya menggelengkan kepalanya merasa lucu dengan orang asing yang mengajaknya balapan ini.
"Baiklah, jika itu yang kamu mau," Gumam Rihan kemudian menginjak pedal gas pada mobilnya sehingga mobilnya melaju dan meninggalkan ferrari merah yang tertinggal jauh di belakang.
Melihat mobil Rihan yang meninggalkannya, pengemudi ferrari merah itu tersenyum senang karena tahu jika tantangannya diterima. Dia kemudian meningkatkan kecepatannya dan menyusul mobil Rihan yang sudah terlampau jauh darinya.
Ferrari merah kini sejajar dengan ferrari hitam milik Rihan. Rihan memang sengaja menunggu kedatangan ferrari merah itu.
...*Pesan masuk untuk anda, Tuan.*...
Sistem hologram yang bernama Gledy itu berbicara pada Rihan melalui pengeras suara dalam mobil.
"Tampilkan!" Balas Rihan datar.
"Antarik Universitas?" Gumam Rihan pelan setelah melihat pesan yang dimaksud adalah titik yang harus dituju nanti.
"Lex!" Panggil Rihan pada Alex melalui earpice di belakang telinganya.
__ADS_1
"Saya, Tuan." Jawab Alex.
"Cari tahu dari mana mobil itu diproduksi." Rihan merasa penasaran dengan mobil di sebelahnya ini.
Hanya mobil yang diproduksi di perusahaan milik Daddynya saja yang menghasilkan mobil terbaik dan super canggih seperti mobil miliknya, yang bisa mengirim pesan untuk sesama mobil dengan jarak tertentu. Itu pun jika Rihan menyetujui pembuatannya, karena desain mobil yang canggih itu merupakan hasil buatannya, sehingga jika ada yang memesan harus ada persetujuan dari si perancang.
"Baik, Tuan."
Rihan kemudian meminta Gledy untuk membalas pesan mobil di sebelahnya bahwa dia setuju untuk menuju titik yang diinginkan. Tidak lupa Rihan membalas pesan itu dengan meminta agar garis start mereka dimulai dari lampu merah yang hanya beberapa meter di depan mereka.
Setelah sistem hologram pada mobil milik Rihan mengirim pesan, terdengar klakson mobil di sebelah Rihan. Sepertinya si pengemudi sedang bersiap untuk menuju ke tujuan mereka yaitu Antarik Universitas.
Kedua ferrari hitam dan merah itu, lalu sama-sama membunyikan klaksonnya sambil menunggu lampu lalu lintas menunjukan untuk segera melajuh. Ketika lampu hijau terlihat, kedua mobil canggih itu melajuh membelah jalanan, menyusup di setiap kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol kota Jakarta.
Selama perjalanan, ferrari merah selalu saja memojokan ferrari hitam milik Rihan. Dia akan berusaha menghimpit dari samping mobil Rihan, atau dia akan menghalangi jalan mobil Rihan dari depan. Rihan sendiri hanya menanggapinya dengan tenang. Rihan sedang membiarkan lawan menunjukan triknya.
Ketika ferrari merah sedang menghimpit ferrari hitam milik Rihan, Rihan hanya berusaha agar tidak menabrak pembatas jalan. Tidak jauh dari tempat Rihan, di depannya ada sebuah truk berisi bahan bangunan sedang melajuh dengan kecepatan sedang, sedangkan ferrari merah sedang berusaha menghimpit mobil Rihan hingga sampai pada truk di depannya.
Sepertinya si pengemudi ferrari merah ingin agar Rihan menabrak atau menghentikan mobilnya.
Rihan sendiri tenang ketika jarak mereka tinggal beberapa meter lagi. Sedangkan Alex yang sedari tadi di belakang dua ferrari itu, sedang menghawatirkan sang majikan yang selalu saja dipojokan.
Ketika satu meter lagi mobil Rihan akan menambrak truk di depannya, ferrari merah sudah lebih dulu bergeser dan menambah kecepatannya dan pergi meninggalkan Rihan yang akan menabrak truk itu.
Hampir sedikit lagi mobil Rihan menabrak truk, tiba-tiba Rihan menginjak rem pada mobilnya dengan pelan kemudian memutarkan sedikit mobilnya sehingga menjauh dari truk. Alex yang di belakang sang majikan hanya bisa bernafas legah.
Sedangkan Rihan, dia sudah menambah kecepatannya dan mengejar ferrari merah di depannya. Kini kedua ferrari itu sudah sejajar. Keduanya kembali meliuk-liuk setiap kendaraan membuat banyak pengemudi menekan klakson mobil mereka karena merasa marah.
Ferrari hitam dan merah sama-sama seimbang. Jika yang satu sudah di depan, yang satu akan membuat keduanya menjadi sejajar. Begitu seterusnya, hingga gerbang Antarik Universitas sudah di depan mata. Melihat itu, kedua mobil canggih itu, masing-masing pengemudinya berusaha menjadi yang pertama.
CKITTTTT.
Kedua ferrari itu sama-sama berhenti di halaman Antarik Universitas. Dan ternyata tidak ada pemenang di antara keduanya.
Setelah kedua ferrari itu berhenti, mobil Alex juga memasuki gerbang kampus. Alex lalu menghentikan mobilnya tepat di samping mobil sang majikan.
Alex segera turun dan menuju mobil sang majikan kemudian membuka pintu mobil, sehingga Rihan keluar dari mobilnya. Rihan lalu berjalan dengan tenang menuju ke fakuktas kedokteran dan membiarkan mobilnya yang akan diparkir oleh bawahannya.
Rihan sendiri tidak mempedulikan siapa pengemudi ferrari merah tadi. Baginya cukup menghiburnya saja, tidak perlu untuk tahu lebih jauh siapa pemiknya.
"Tunggu..."
***
Terima kasih sudah membaca ceritaku.
Jangan lupa tinggalkan jejakmu, ya.
__ADS_1
See You.