
"Kalian berani menangkapku? Kalian tidak mengenalku?" Kim Yura mengangkat suara dan tersenyum remeh pada pihak kepolisian.
Kim Yura jelas tidak takut pada pihak kepolisian karena sudah berulang kali dia dilaporkan tetapi tidak bisa ditangkap karena organisasi Black Dragon di belakangnya.
"Kami memang mengenal anda sebagai seorang penjahat. Dan hari ini, kami akan menangkap anda atas tindakan kejahatan yang anda lakukan." Seorang polisi muda berbicara dengan tegas.
Dia adalah polisi muda yang sudah sejak lama mengincar organisasi Black Dragon, tetapi tidak pernah ada surat penangkapan untuk mereka. Ketika surat penangkapan akan dikeluarkan, selalu saja ditolak oleh para atasan.
Hari ini, ketika dia mendapat telepon langsung dari seorang pria misterius, polisi muda dengan nama Jung Hoonkie itu sangat senang sekaligus penasaran. Senang karena bisa menangkap ketua organisasi Black Dragon yang dimulai dengan menangkap Kim Yura yang selalu mereka lindungi. Penasaran siapa pria misterius yang menjamin bahwa penangkapan kali ini akan berhasil.
"Haha... benar-benar naif! Kamu ingin berurusan dengan ketua Black Dragon?" Cibir Kim Yura sambil melipat tangannya menatap remeh para polisi di depannya.
Beberapa polisi yang mendengarnya seketika ragu. Hanya Jung Hoonkie yang tidak ragu sedikitpun. Entahlah. Polisi muda itu sangat percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang misterius itu di telepon.
Biasanya dia tidak akan percaya begitu saja pada orang tidak kenal. Namun, kali ini berbeda. Kata-kata pria misterius itu membuatnya percaya begitu saja tanpa berpikir dua kali.
Sebelum menjawab, Jung Hoonkie tersenyum tipis menatap Kim Yura.
"Justru itu. Sudah lama saya ingin berurusan dengan ketua Black Dragon. Dan dimulai dengan anda terlebih dahulu. Akan lebih bagus lagi, jika anda bisa menghubungi Tuan Jonathan, sekarang." Jung Hoonkie berbicara dengan tenang.
Kim Yura mengepalkan tangannya kemudian mendengus kesal. Bagaimana dia bisa menghubungi Jonathan, si ketua Black Dragon, jika panggilannya selalu ditolak?
"Anda sudah memiliki surat penangkapan, 'kan?" Rihan membuka suara dengan malas.
"Ya." Jung Hoonkie menjawab setelah terdiam beberapa saat karena terpesona dengan Rihan.
"Kalau begitu, bawa saja dia pergi dari sini. Ada banyak hal yang harus kami bahas." Rihan menatap datar Jung Hoonkie lalu bergantian menatap tajam Kim Yura.
"Baik, Nona. Bawa dia dan kita pergi dari sini!" Jung Hoonkie dengan patuh memberi perintah membawa Kim Yura.
"Tidak bisa. Kalian tidak bisa menangkapku begitu saja. Lepaskan aku!" Teriak Kim Yura marah karena dua polisi sudah memegang masing-masing tangannya.
"My Queen... Kenapa lama sekali? Aku menunggumu sangat lama." Zant tiba-tiba muncul tanpa permisi. Semua orang mengalihkan pandangan mereka pada suami Rihan itu.
"Aku sampai lupa padanya," Gumam Rihan dalam hati menggaruk pelipisnya pelan.
"Pria tampan, tolong aku! Mereka ingin menangkapku, padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun." Kim Yura memelas berharap Zant luluh padanya.
"Kenapa tidak menelponku, hum?" Tanya Zant setelah menghampiri Rihan tanpa peduli pada Kim Yura.
Mendengar nada suara suaminya, Rihan mengalihkan pandangannya ke arah orang-orang dalam ruangan yang kebanyakan didominasi oleh kaum pria.
"Dia kumat lagi," Ujar Rihan dalam hati.
"Aku harus mengurus kekacauan yang dibuat seseorang. Maaf, karena membuatmu menunggu." Rihan tersenyum tipis membuat para pria di ruangan itu ingin sekali membawanya pulang dan mengurungnya di kamar untuk diri mereka sendiri.
__ADS_1
"Berhenti tersenyum jika ada orang lain. Senyummu hanya untukku!" Zant berbicara dengan tegas lalu menoleh menatap tajam kaum pria di dalam sana. Rihan segera mengangguk dan dengan patuh memasang wajah datar. Para pria dalam ruangan itu, jelas sangat iri pada Zant karena memiliki Rihan.
"Tidak ada tempat kosong, sebaiknya di sini saja." Gumam Zant santai, lalu mengangkat Rihan pelan, kemudian mendudukannya di pangkuannya setelah dia duduk di kursi kebesaran yang sebelumnya Rihan duduki.
Mereka yang melihat kelakuan tidak kenal tempat seorang Zant, merasa itu sangat tidak sopan. Akan tetapi, mereka tidak berani menegurnya, karena aura pria itu begitu mendominasi ruangan ini.
Rihan sendiri tidak menolak dan dengan santai bersandar pada dada suaminya. Bukan hanya itu, Rihan juga memberi tatapan mencemooh pada Kim Yura, yang urat-urat lehernya sudah kelihatan, saking kesalnya.
"Apa hama itu yang membuat kekacauan?" Tanya Zant setelah mengecup sayang rambut Rihan, kemudian dengan santai menempatkan dagunya di atas kepala istrinya itu.
"Hm. Dia menyukaimu, My King. Tidak ingin membalasnya?" Tanya Rihan sambil kedua tangannya mengelus pelan lengan suaminya yang melingkar di perutnya.
"Benarkah? Suatu kehormatan bisa disukai oleh seorang artis cantik sepertinya. Aku harus membalasnya secepatnya, agar dia tidak menunggu lama." Kim Yura tiba-tiba tersenyum senang mendengar perkataan Zant. Wanita itu sangat yakin, pria yang dia sukai akan memberi jawaban yang ditunggu-tunggu.
"Wah... aku penasaran apa jawabanmu, My King."
"Hanya satu kata yang mampu menjawab semuanya. Yaitu kata TIDAK." Zant begitu santai mengatakan itu. Kim Yura sendiri, seketika patah hati. Bukan patah lagi, tapi hancur. Seumur hidupnya, ini pertama kalinya dia ditolak.
"Jawaban yang benar-benar mengesankan. Memang aku tidak salah memilihmu, My King." Rihan menoleh kemudian mengecup pipi Zant, membuat pria itu ingin sekali mengisi dayanya sekarang. Sayangnya, mereka tidak sedang berdua.
"Selanjutnya aku serahkan padamu, Jenderal Jung." Rihan berbicara dengan acuh. Tangannya mulai membuka dengan pelan berkas di depannya.
"Dia... bagaimana dia tahu namaku?" Tanya Jendral Jung dalam hati menatap intens wajah tenang Rihan.
"Semua yang anda butuhkan untuk proses penangkapan ketua organisasi Black Dragon, sudah ada di meja kerja anda." Alex membuka suara untuk mengalihkan perhatian Jenderal Jung.
"Ya. Anda boleh pergi sekarang, Jenderal Jung." Alex membalas dengan tenang.
"Baik. Kami permisi. Terima kasih untuk kerja samanya. Saya akan mengurus semuanya dengan baik." Jenderal Jung pamit lalu beranjak pergi.
"Lepaskan aku! kalian tidak bisa menangkapku. Kalian akan menyesal melakukan ini padaku." Teriak Kim Yura yang dibawa paksa.
"Tutup saja mulutnya." Perintah Jenderal Jung dan segera dilaksanakan. Seorang wakil jenderal lalu menyumpal mulut Kim Yura dengan gumpalan kertas.
"Sekedar bocoran, anda juga harus menyiapkan surat penangkapan untuk beberapa atasan anda, Jenderal Jung." Suara Rihan membuat Jenderal Jung yang merupakan orang terakhir yang belum keluar, berhenti.
"Seharusnya anda mengerti maksud saya, Jenderal." Sambung Rihan lagi tanpa menoleh. Jenderal Jung hanya mengangguk lalu bergegas keluar.
"Benar-benar istriku yang hebat. Aku bangga padamu, dan yang paling penting, aku mencintaimu." Bisik Zant di telinga Rihan.
"Terima kasih, aku juga mencintaimu My King."
Para petinggi Star Entertaiment dan beberapa artis hanya bisa menahan diri melihat dua sejoli di depan mereka. Entah apa yang sedang mereka pikirkan tentang pasangan suami istri yang menebar makanan anjing di depan sana.
***
__ADS_1
Media berita Korea Selatan heboh karena penangkapan artis Kim Yura yang sangat terkenal karena sifat sombongnya. Publik sudah lama tidak suka dengannya karena tidak mencerminkan seorang publik figur.
Hanya saja, Kim Yura tidak bisa dijatuhkan pamornya begitu saja. Malahan, semua orang yang memposting berita buruk tentang Kim Yura akan berakhir tragis sehingga tidak ada lagi yang berani melakukannya.
Kini banyak orang sangat senang, terlebih orang-orang yang pernah berurusan dengan Kim Yura. Mereka senang karena artis sombong itu ditangkap. Mereka semakin senang, karena pendukung Kim Yura juga ikut ditangkap.
Akhirnya, banyak postingan mulai menjadi viral tentang sifat asli Kim Yura, bahkan masa lalu Kim Yura. Bagaimana tidak semakin viral, jika dalang viralnya semua berita itu berasal dari orang-orang kepercayaan Rihan. Rihan tidak perlu turun langsung. Bawahannya di bidang IT sudah cukup mengguncang media pemberitaan Korea Selatan.
Kedua orang tua Kim Yura, yang juga merupakan paman dan bibi, Alex dan Alen begitu terpukul, karena anak satu-satunya yang selalu mereka manjakan kini ditangkap polisi. Kedua paru baya mata duitan itu tidak bisa meminta tolong pada siapapun, karena calon menantu yang selalu mereka andalkan, juga ditangkap.
Bukan hanya itu, satu hotel ternama dan beberapa restaurant terkenal di Korea Selatan yang merupakan warisan dari kedua orang tua Alex dan Alen mulai kehilangan investor satu persatu.
Rihan bisa saja membuat hotel dan restaurat itu bangkrut, tetapi tidak. Masih ada Alex dan Alen yang akan mengolah sendiri warisan kedua orang tua mereka, sehingga Rihan hanya membiarkan mereka kehilangan beberapa investor yang nantinya bisa ditarik kembali setelah pemilik beberapa aset itu berganti.
***
PLAK!
"Kenapa kamu menamparku?" Tanya Kim Yura dengan kesal sambil menyentuh pipinya yang baru saja ditampar tanpa perasaan oleh kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Jonathan, si ketua Black Dragon.
Keduanya baru saja ditempatkan di ruang interogasi, setelah beberapa saat lalu pihak kepolisian menangkap Jonathan yang berusaha melarikan diri dengan jet pribadi.
Jonathan begitu marah karena pelariannya berhasil digagalkan. Selama ini tempat persembunyiannya, sekaligus tempat semua hartanya disembunyikan, dan juga jet pribadi yang akan membawanya melarikan diri tidak ada seorangpun tahu. Hanya dia dan dua orang kepercayaannya yang tahu. Tetapi kali ini tempat itu diketahui oleh pihak kepolisian.
"Semua ini terjadi karena kebodohanmu! Bagaimana bisa kamu berurusan dengan iblis itu? Aku tidak marah kamu ingin membunuh siapapun, asalkan itu masih di daerah kekuasaanku, Korea Selatan. Tapi kali ini kamu sudah menyinggung orang yang salah. Kamu menyinggung wanita kejam itu." Marah Jonathan.
"Wanita iblis? Siapa maksudmu?" Tanya Kim Yura bingung.
"Anak Jhack Lesfingtone. Dia adalah wanita iblis. Meski dia tidak turun langsung, tetapi satu kalimat yang dia keluarkan itu adalah perintah. Jika dia mau, Korea Selatan bisa rata dengan tanah."
"Aku tidak pernah menyinggung anak Jhack Lesfingtone. Siapa yang kamu maksud?" Kim Yura masih tidak mengerti.
PLAK
"B******k... kamu pikir tidak sakit?" Marah Kim Yura karena Jonathan kembali menampar di bagian pipi yang sama.
"Buka matamu dan lihat baik-baik siapa yang kamu singgung. Kamu pikir, karena penampilan sederhananya, sehingga kamu mengira dia hanya orang yang mirip? BODOH! Dia adalah iblis itu. Dan pria yang kamu sukai itu adalah suaminya."
SRET!
"Aku mencintaimu, tetapi beraninya kamu menyukai pria lain? Lebih baik kamu mati di tanganku dari pada kamu hanya dikurung di penjara. Semua hal aku lakukan hanya untukmu, dan kamu ingin menghianatiku? J*****g!" Marah Jonathan sambil menjambak rambut Kim Yura dan menatap tajam wanita itu.
***
Aku minta maaf, karena baru up.
__ADS_1
Aku lagi sibuk. Nanti kesibukanku selesai, aku up lagi malam. Tunggu, ya.