
Hari pernikahan Intan akhirnya telah tiba. Beberapa kolega bisnis Pak Hartono dan keluarga Wardha sudah berdatangan. Intan sudah dirias bak ratu semalam. Acara digelar di hotel berbintang. Winda pun ikut dirias cantik dengan seragam keluarga yang senada. Surya yang melihat Winda dirias berubah menjadi cantik bak putri, melihat tak berkedip.
" Mas!" panggil Winda.
" Eh?" Surya seketika buyar lamunan nya.
" Kamu lihatnya sampai begitu!" sahut Winda.
" Istriku jadi seperti bidadari!" ucap Surya.
Winda yang mendengar pujian suami nya itu jadi tersipu malu.
" Jadi? Nanti setelah acara selesai,kita buat seperti malam pertama ya!" ucap Surya berbisik.
" Hahaha malam pertama? Sekarang ini,didalam perutku sudah ada orok loh mas!" kata Winda.
" Hehehe!" Surya terkekeh.
Tidak jauh dari Surya dan Winda duduk, Pak Hartono dan Bu Hartini sibuk bersalaman dengan tamu yang datang. Wedding organizer sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Tamu sudah mulai memadati ruangan itu. Acara sakral ijab kabul pun akan segera dimulai.
Wardha sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh panitia. Sedangkan Intan pun sudah duduk disamping Wardha. Pak Hartono pun sudah bersiap untuk menikahkan putrinya. Ikrar dan janji suci pun telah diucapkan dengan lancar oleh Wardhana. Suara beberapa tamu terdengar serentak mengatakan ' sah' secara bersamaan. Akhirnya Intan dan Wardha sudah sah menjadi pasangan suami istri yang halal secara hukum dan agama.
Ucapan salam dan selamat dari tamu sudah mulai ber antrian. Pasangan pengantin itu terlihat gembira di acara pernikahan mereka.
__ADS_1
Pak Hartono dan Bu Hartini sibuk melayani tamu yang ada. Tampak terlihat seorang gadis yang cantik datang bersama kedua orangtuanya. Dengan senyuman yang mengembang menjabat tangan Pak Hartono dan Bu Hartini. Dia adalah keluarga dari Pak Danu dan putrinya bernama Sarwendah. Pak Hartono mulai melambaikan tangan ke arah putranya yaitu Surya. Surya yang melihat papa nya memanggil dengan bahasa isyarat itu langsung mendekati nya.
" Kenapa pa?" tanya Surya.
" Kenalkan ini adalah Sarwendah, putri tunggal dari Pak Danu dan Bu Danu." kata Pak Hartono sambil menunjuk Sarwendah.
Surya menjabarkan tangan mereka. Dengan senyuman yang mengembang, Surya berusaha bersikap ramah dengan relasi bisnis papa nya itu. Sarwendah mulai membuka pembicaraan dengan Surya. Sarwendah dengan semangat menceritakan bisnis papa nya yang ia kelola. Perusahaan miliknya saling bekerjasama dengan perusahaan milik papa Surya.
Tidak jauh dari tempat Surya dan Sarwendah berbincang-bincang, Winda melihat Suaminya dan Sarwendah dengan tatapan penuh tanda tanya dan kecemburuan. Winda mulai keluar dari ruangan itu.
Percakapan yang dimulai di dari cerita bisnis berujung ke pertanyaan pribadi.
" Kamu sudah punya pacar?" tanya Sarwendah.
" Aku sudah punya istri dan sekarang sedang hamil. Sebentar saya kenalkan!" kata Surya sambil pandangan nya mencari - cari sosok Winda. Tetapi belum tidak didapati di dalam ruangan itu.
" Mungkin lain kali saja Mas!" sahut Sarwendah.
" Baiklah!"
" Besok lusa,kita bisa bertemu di kantor dengan gedung yang sama mas!" ucap Sarwendah.
" Oke siap!" ucap Surya.
__ADS_1
*******
Sebelum acara resepsi pernikahan selesai,Surya sudah meninggalkan tempat acara itu berlangsung. Surya sibuk mencari Winda yang tidak terlihat di gedung yang megah dan mewah itu. Akhirnya, Surya melihat Winda di taman depan hotel berbintang itu.
" Winda! Kamu di sini?" panggil Surya sambil mendekati Winda yang duduk di kursi taman.
" Eh mas Surya!" sahut Winda.
" Kamu ngapain disini sayang?"tanya Surya.
" Nyari udara segar!" jawab Winda singkat.
" Oh!" sahut Surya sambil duduk berdekatan dengan Winda.
" Mas Surya tidak masuk ke dalam? Nanti dicari papa dan mama loh!" kata Winda.
" Enggaklah! Enak juga berduaan dengan istri aku di sini." ucap Surya.
" Aku ingin rujak buah mas!" kata Winda.
" Oh! Di dalam bukankah ada rujak buah? Aku bisa ambil kan untuk kamu!" kata Surya.
" Beneran?" tanya Winda.
__ADS_1
" Iya! Tapi cium dulu dong!" ucap Surya.
Winda lalu mencium pipi kanan dan kiri Surya.