
Pagi ini, Surya sudah mulai bekerja di perusahaan milik keluarga nya. Di gedung yang megah dan berlantai tiga itu, Surya mulai mempelajari berkas - berkas kerjasama dengan perusahaan lain. Salah satu kerjasama yang sudah terjalin cukup lama adalah perusahaan milik keluarga Sarwendah.
Akhirnya siang sudah tiba. Waktu nya istirahat, sholat, makan telah tiba. Sarwendah tiba - tiba masuk ke ruangan Surya ketika Surya menjalani sholat dhuhur. Sarwendah duduk menunggu di kursi tamu diruang itu.
" Eh kamu Sarwendah!" ucap Surya setelah selesai menjalankan sholat nya.
" Kamu belum makan siang kan mas? Ayo bersama kita makan siang!" ajak Sarwendah.
" Kemana?" tanya Surya.
" Ada aja! Kamu bakalan ketagihan nanti kalau sudah makan ditempat itu." ucap Sarwenda.
" Oh ya? Apa saja menu yang enak ditempat itu?" tanya Surya.
" Menu cinta sejati!" jawab Sarwenda sambil terkekeh.
" Mas! Menurut pendapat mas Surya, bagaimana jika seorang laki-laki mempunyai istri lebih dari satu?" tanya Sarwenda.
__ADS_1
" Hah? Aku tidak tahu Sarwenda. Tapi menurut aku, semua sah - sah saja dilakukan oleh beberapa orang asal istri mengijinkan dan seorang laki-laki itu sanggup menjalani nya." ucap Surya.
" Oh...aku mau jika ada seorang laki-laki menjadikan aku istri yang kedua nya loh mas!" sahut Sarwenda.
" Susah untuk bisa menanggung jawabbi dua istri sekaligus untuk bisa selamat dunia dan akhirat. Satu air mata jatuh pun dari kedua mata seorang istri, suami akan menanggung dosa yang besar baginya. Tidak akan mudah menjadi istri yang pertama maupun istri yang kedua. Berbagi suami itu, masing - masing akan merasakan kesakitan, kecemburuan dari berbagai pihak. Kamu kenapa mau menjadi istri kedua?" tanya Surya menyelidik.
" Karena aku tertarik dengan laki-laki yang sudah beristri mas!" jawab Sarwenda.
" Hadeuhhh! Masih banyak laki - laki yang mau dengan kamu, kenapa harus dengan yang bersuami." ucap Surya.
" Karena aku menyukai kamu mas Surya!" sahut Sarwenda.
" Kamu tampak nya salah minum obat Sarwenda!" kata Surya.
" Tidak! Aku serius! Aku ingin menikah dengan kamu Surya! Tolong aku! Aku tidak ingin menjadi perawan tua." cerita Sarwenda mulai memilukan.
" Kamu ngomong apa Sarwenda! Kamu masih cukup muda dan cantik. Masih banyak orang yang single yang mau dengan kamu." kata Surya.
__ADS_1
" Tapi aku maunya dengan kamu Surya!" ucap Sarwenda.
" Sudahlah! Kamu jangan bercanda dengan aku. Aku mulai lapar." ucap Surya sambil mempercepat laju mobil yang dijalankannya.
" Tapi aku benar-benar serius Surya! Menikah lah lagi dengan aku!" ucap Sarwenda memaksa.
" Kalau kamu berani, bicaralah dengan istriku. Kalau istri aku mengijinkan. Aku tidak akan menolaknya!" ucap Surya menantang.
" Kamu serius? Aku akan datang ke istri kamu!" sahut Sarwenda.
" Kurasa kamu sudah gila Sarwenda! Jangan lakukan itu! Istri aku sedang hamil, nanti di kira aku serius dengan kamu." ucap Surya.
" Tapi kata - kata mu, aku anggap serius Lo Mas!" sahut Sarwenda.
" Kita ke apotik dulu yah!" ucap Surya.
" Mau beli apa?" tanya Sarwenda.
__ADS_1
" Beli obat penenang untuk kamu! Biar kamu sedikit lebih rileks dan tidak stress dengan status perawan tua kamu." ucap Surya.
" Hahahahaha!" Sarwenda tertawa terbahak - bahak.