Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
MERASA ATAU MERASAKAN


__ADS_3

Di rumah kediaman Sarwenda, Sarwenda berbaring di kamarnya. Sarwenda lagi tidak enak badan nya. Setelah vonis penyakit yang cukup menakutkan bagi seorang wanita itu, daya tahan tubuh Sarwenda mulai menurun. Sebagai seorang istri dia tidak cukup memberikan kepuasan bagi suaminya. Sarwenda mulai mudah capek dan ada beberapa keluhan yang muncul yang dia rasakan. Sehingga Sarwenda yang mengalami kondisi tersebut mulai semakin kepikiran dan mulai stres. Apalagi Wardhana mulai jarang pulang ke rumah karena alasan bisnis atau urusan klien di luar kota.


Sarwenda yang pernah melalui perjalanan hidup menjadi wanita kedua pun, mulai terlintas dan berprasangka buruk tentang apa atau kemungkinan apa yang akan dilakukan Wardhana jika di luar rumahnya. Bukankah dulu pun, Sarwenda pernah melewati perselingkuhan itu dengan Wardhana saat dirinya menjadi istri siri dari Surya. Sedangkan Wardhana sendiri pun masih berstatus suami orang yaitu, Intan.


Roda kehidupan terus bergulir, berputar tanpa berhenti. Pengalaman pahit hidup seseorang menjadikan pelajaran dan memprediksi yang akan terjadi. Perselingkuhan yang pernah dilakukan sekaki oleh seseorang akan mempermudah langkah orang itu untuk mengulangi nya kembali. Hal itu akan menjadi kebiasaan dan ringan tanpa beban untuk melakukan nya. Sedangkan pada dasarnya semua yang dirasakannya tetaplah sama. Hanya rasa syukur itulah yang hilang sehingga mencari yang baru dan baru lagi.


Dalam hal ini ada beberapa situasi. Sakit nya seseorang itu akan lebih sakit yang mana, ketika mempertahankan hubungan suami istri namun sudah mati rasa ataukah menjalin hubungan dengan suami/ istri orang, namun tidak bisa dimiliki nya.


Masing-masing akan berbeda pendapat sesuai dengan apa yang pernah dialami nya.


Berbeda dengan seseorang yang tidak pernah mengalami kedua hal tersebut. Mereka tidak akan mampu memahaminya karena belum pernah merasakan keduanya. Satu hal hubungan suami istri yang sudah hilang rasa cinta nya itu karena salah satu atau kedua pihal pernah merasakan kekecewaan, sakit hati dari pasangan nya. Sehingga karena beberapa alasan lah hubungan suami istri itu berusaha dipertahankan nya. Biasanya karena faktor mempertimbangkan anak dan ekonomi. Istri yang tidak memiliki keahlian atau ketrampilan akan lebih memilih bertahan dalam menghadapi segalanya karena dirinya tidak punya kekuatan dan keberanian untuk lepas dari suaminya tersebut. Dengan alasan dirinya selalu bergantung kepada suaminya secara finansial.

__ADS_1


Zaman sekarang, seorang wanita harus memiliki kemandirian secara finansial. Jika suatu hari suami berulah, setidaknya dirinya punya kemampuan untuk memenuhi segala kebutuhan dirinya dan juga anaknya. Memang seseorang menikah tidak mengharapkan atau menginginkan perpisahan atau perceraian itu terjadi. Namun dalam sebuah hubungan baik itu masih berpacaran ataupun sudah berumahtangga, godaan pihak ketiga atau penggoda itu akan muncul ditengah- tengah kebahagiaan mereka.


" Mas Wardhana sudah pulang, Santi?" tanya Sarwenda kepada Mbak Santi setelah masuk ke dalam kamarnya mengantarkan minuman hangat untuk nya.


Mbak Santi masih terdiam takut untuk menjawabnya karena dirinya sejak tadi belum melihat Wardhana kembali ke rumah itu.


" Kenapa kamu diam saja, Santi? Aku bertanya kepada kamu!" kata Sarwenda lagi.


" Oh, baguslah! Suruh ke kamar aku yah, Santi." ucap Sarwenda sambil tersenyum.


" Iya nyonya! Sebentar lagi, Bapak akan ke kamar nyonya setelah bermain- main dengan Dahlia dan Siwa." sahut Mbak Santi mengarang cerita.

__ADS_1


******


Mbak Santi melangkah keluar dari kamar Sarwenda setelah permisi. Dirinya sungguh sedih menyadari kebenarannya bahwasanya Wardhana sudah menjalin ikatan dengan Rosiana. Bahkan mereka sudah menikah.


" Mbak Santi!" panggil Wardhana yang bikin terkejut Mbak Santi.


" Eh astagfirullah! Pak Wardhana! Eh kebetulan sekali, Pak Wardhana sudah kembali. Dicari nyonya di dalam kamar pak!" kata Mbak Santi.


" Iya, terimakasih! Bagaimana keadaan Sarwenda?" tanya Wardhana.


" Daya tahan tubuhnya menurun, Pak! Pak Wardana bisa lihat sendiri keadaan nyonya Sarwenda di dalam kamar." kata Mbak Santi lalu permisi dan bergegas ke kamar Rosiana.

__ADS_1


Dalam pikiran nya Mbak Santi, Rosiana pasti datang bersama- sama dengan Wardhana. Kedua pasangan itu sudah mulai berani menunjukkan kemesraan nya lantaran Sarwenda jarang keluar dari kamarnya. Wardhana seperti sangat leluasa jika harus dan ingin mendatangi Rosiana. Namun sesekali mereka jalan keluar dari rumah itu. Seperti halnya saat ini, mereka habis bersenang- senang diluar sedangkan Sarwenda dalam keadaan tidak sehat karena penyakit nya.


__ADS_2