Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
PERMAINAN


__ADS_3

Awan berarak dan bergumpal membentuk gugusan. Merangkai kata- kata dan terciptalah kalimat dan paragraf. Mengungkapkan segala rasa rindu yang belum tertumpah. Disini walaupun dekat masih belum mencair batu es beku. Senyum lah kepadaku agar sejuk jiwaku yang selalu menanti mencairnya kebekuan hatimu terhadapku.



Cukup lama diam tak bersuara. Sama-sama menantikan mau yang belum terwujud. Sama-sama masih bertahan dengan pendirian. Seketika sadar bahwa hati kecil tidak bisa menepis segala rasa rindu yang menyesakkan jiwa.


Kini tangan kokoh itu mulai mengusap lembut rambut wanita yang ada di depannya. Menyingkap rambut milik wanita itu hingga tampaklah leher putih yang berjenjang itu. Lalu dengan nakalnya pria itu menciumnya sampai berulang-ulang hingga memberikan tanda di sana. Pria itu tetap terus mencoba menggoda wanita yang sempat ingin menggugat cerai kepada dirinya itu. Tangannya yang kokoh mulai mencari mainan nya dan mulai menyusup kedalam balik baju wanita itu. Setelah menemukan mainan nya lalu mencari puncaknya dan memainkannya dengan jari- jarinya seolah sedang memetik gitar di ujung dua benda kenyal itu.


Tanpa disadari wanita itu mulai menyuarakan suara indah yang membuat pria itu semakin bersemangat memainkan gitarnya di daerah itu. Lalu tangannya yang satunya mulai beralih turun ke bawah perutnya mencari lembah kecil yang ber goa di sana. Jari tengahnya mulai memainkan gesekan ke daerah itu seperti bermain biola yang menggesek dengan ritme pelan naik turun. Dengan permainan biola itu tanpa disadari wanita itu mulai mendesis dan mengeluh. Suara yang sudah mulai tidak terkontrol yang menyebabkan pria itu semakin liar memainkan permainan musimnya.


Wanita itu kini membalikkan tubuhnya. Mengakui kekalahannya hingga meraih wajah pria itu dan mendekat sampai perpaduan nafas diantara keduanya saling bertukar nafas nya. Wanita itu sudah mulai meredup matanya hingga kakinya lemah penuh getaran karena jari tengah pria itu sudah mulai bermain dan masuk menusuk ke goa milik wanita itu. Wanita itu lalu meraup bibir tebal nan seksi milik pria itu sampai akhirnya hati si pria itu tertawa senang penuh kemenangan. Wanita nya kini sudah kembali dalam pelukannya. Kembali pasrah dalam permainan yang penuh semangat. Permainan yang saling bertukar saliva. Permainan yang saling melepaskan hasrat jiwanya yang meronta.


Wanita itu dengan liar dan kini tanpa malu sudah memainkan lidahnya di bibir pria itu. Pria itupun membalasnya semakin brutal. Hingga keduanya ambruk ke atas dipan di kamar mereka yang selama ini mereka gunakan untuk bermain biola maupun gitar. Memainkan gitar dengan memetik permainan indah dan memainkan biola dengan menggesekkan pelan dan terkadang cepat dengan ritme maju mundur penuh irama.

__ADS_1


Sesaat wanita itu menguasai permainan itu. Satu persatu semuanya yang melekat di tubuh pria itu dia tanggalkan hingga tidak ada satu benangpun menempel di sana. Wanita itu sudah liar menciumi semuanya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kini giliran pria itu yang membalikkan keadaan. Wanita itu sekarang sudah ada di posisi bawah. Dengan cepat pria itu membantu melepaskan semua yang melekat di wanita itu. Kini keduanya polos seperti dua bayi yang baru lahir.


Pria itu mulai lihai memainkan lidahnya di bawah bukit dengan sedikit rumput- rumput yang tumbuh di sana. Suara wanita itu ke luar di bibir manisnya. Membuat si pria semakin bersemangat membuat suara wanita itu semakin lama semakin mengeras memenuhi ruangan kamar itu. Suasana erotis karena si tubuh wanita yang menggeliat karena keenakan karena permainan yang dimainkan oleh si pria.


Senyuman si pria semakin buas karena wanita nya sudah tunduk patuh dengan dirinya. Ancaman gugatan cerai itu seperti isapan jempol belaka. Yang ada kini hanyalah permainan yang satu sama lain ingin saling memuaskan.


" Mas! Aku haus, mas!" ucap lirih wanita itu yang kemudian dengan cepat si pria bergegas memberikan minuman yang sudah ia siapkan sedari tadi.


" Sebentar, sayang! Akan aku ambilkan yah sayang!" kata si pria itu lalu mengambil gelas dengan air yang berwarna itu.


" Jangan pernah tinggalkan aku, sayang!" kata lirih pria itu.


" Tidak akan! Kamu pria jahaxxx, yang sudah menyakiti aku. yang sudah membuat aku kecewa. Namun tidak akan aku biarkan kamu jauh dari aku. Kamu harus selalu ada di genggaman tangan aku." ucap wanita itu dengan sorot mata yang liar dan kini mulai liar kembali menguasai pria itu.

__ADS_1


Pria itu kembali tersenyum dan kini mulai tertawa penuh kemenangan. Wanita nya seolah sudah kembali dalam dekapan nya. Wanita nya tidak bisa melepaskan nya. Wanita nya ingin selalu menguasai dirinya.


Suara yang dihasilkan permainan itu membuat keduanya meracau tidak karuan. Suara- suara yang membuat bangkit gelora jiwa seseorang ketika mendengarnya.


" Aku pasrah! Lakukan apa yang kamu mau, sayang!" ucap pria itu sambil memejamkan matanya sambil kedua tangannya memainkan dua bukit yang mulai menantang itu.


Sebenarnya pria itu, si Wardhana sebelum terjadi kejadian itu sungguh dilanda kebingungan karena cukup lama Sarwenda berdiam dan membiarkan dirinya ketika Wardhana berusaha membujuknya. Kekakuan dan kebisuan terjadi cukup lama. Hingga Wardhana nekat memberikan minuman itu dengan diberikan obat perangsang.


Tanpa curiga Sarwenda meminumnya. Sebelum obat itu bekerja dan bereaksi di tubuh Sarwenda, Wardhana mencoba bersikap mesra dan memeluknya. Selanjutnya akhirnya semua terbawa dalam suasana.


Wardhana pun sedikit ikut meminum minuman yang dibubuhi dengan obat perangsang itu. Hingga keduanya sama-sama dalam dahaga yang luar biasa. Keduanya seperti kehausan di tengah gurun pasir yang sangat butuh air itu.


Ruangan kamar yang cukup mewah dan elegan itu sudah dipenuhi suara- suara indah dari permainan itu. Sarwenda yang menguasai medan pertempuran itu tampak liar, ganas, dengan suara teriakan yang keras tanpa malu. Wardhana pun tidak kalah kacaunya, meraung, mengeluh, meraup semua yang dia dapat di atasnya. Teriakan kecil dan kadang keras membahana memenuhi ruangan itu. Dinding kamar- kamar itu menjadi saksi bahwa pergumulan dua manusia lawan jenis itu telah terjadi.

__ADS_1


Setelah ini mungkin saja mereka tidak jadi berpisah. Mungkin saja keduanya akan menyepakati sebuah perjanjian Baru. Mungkin saja mereka akan saling membutuhkan walaupun kadang-kadang si pria harus membagi kasihnya dengan istri yang lainnya. Namun ini adalah sebuah kenyataan, keduanya sudah menjadi istri dari Wardhana. Orang yang mendengar, menyaksikan, cinta segitiga itu mungkin dilanda enek atau penuh kebencian. Tetapi bagi mereka mungkin saja, tidak. Mungkin saja orang yang menjalaninya merasa enjoy saja.


(Jakarta, 25 Des' 2021 Lagi di luar kota nih) Alhamdulillah piknik juga☺😊.


__ADS_2