Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
PERASAAN YANG PERNAH TERKUBUR


__ADS_3

"Tuan muda! Sudah cukup minum nya, tuan. Jika tuan besar tahu, tuan muda minum- minuman seperti ini, beliau akan sedih." kata Pak Jackie sambil duduk mendekati tuan mudanya.


" Ais! Aku tidak menyangka, nekat menemui wanita itu. Wanita yang membuat ku tidak bisa melupakan nya sedari dulu. Walaupun aku berusaha mengisi hidupku dengan banyak wanita tetapi tidak satupun yang bisa menaklukkan hatiku. Wanita- wanita yang datang kepadaku semuanya karena menginginkan hartaku. Kasih sayang mereka tidak tulus dan murni." keluh Herika.


" Memang zaman sekarang begitu tuan. Tidak bisa dibohongi lagi, menjalin hubungan lantaran hitung berhitung antara untung dan ruginya. Tuntutan hidup juga gaya hidup mendorongnya untuk mencari suaka yang menjanjikan." cerita Pak Jackie.


" Tetapi aku melihat Winda sedari dulu tetap tidak berubah. Satu minggu ini aku baru kembali ke Indonesia dan akhirnya aku ketemu juga dengan Winda tanpa rencana." ungkap Herika.


" Pak Jackie! Informasi tentang wanita itu apakah sudah kamu dapatkan?" tanya Herika.


" Sudah tuan muda!" jawab Pak Jackie.


" Apa? Kenapa tidak kau sampaikan sedari tadi?" ucap Herika penuh emosi.


" Maaf tuan muda. Saya lihat dari tadi, tuan muda tampak murung jadi saya tidak berani masuk ke ruang kerja tuan muda." kata Pak Jackie.


" Apa yang kau dapat mengenai Winda?" tanya Herika.


" Wanita itu sudah berstatus janda karena suaminya meninggal 4 tahun yang lalu. Memiliki seorang putra yang sudah bersekolah. Saat ini sedang menjalin hubungan dengan seorang pria pengusaha dan menurut informasi mereka akan segera menikah." cerita Pak Jackie.


" Informasi yang kamu dapatkan tidak lengkap. Nama-nama orang yang pernah dekat dengan Winda tidak kamu dapatkan secara detail." sahut Herika ketus.


" Hehehe tentu saya sudah mengantongi informasi semuanya, tuan muda. Almarhum suami wanita itu bernama Surya dan anak laki-laki nya bernama Wisnu." kata Pak Jackie.


" Surya? Oh akhirnya mereka berjodoh juga menjadi suami istri setelah dulu aku akhirnya mundur karena mengetahui sahabat ku sendiri sangat menyukai wanita yang sama dengan aku." curhat Herika.


" Oh, tuan muda orang yang baik. Mengutamakan persahabatan dibanding perasaan sendiri. Walaupun pada akhir nya itu sangat menyiksa diri. Hehehe." goda Pak Jackie.


" Saat itu Surya lebih dahulu dekat dengan Winda dan aku kalah langkah duluan. Hahaha." cerita konyol Herika.


" Lalu siapa pria yang dekat dengan Winda saat ini?" tanya Herika penasaran.

__ADS_1


" Dia pengusaha muda bernama Hendra." kata Pak Jackie.


" Tapi masih kalah kaya dan ganteng dengan tuan muda." tambah Pak Jackie.


" Kamu sedang menghibur aku atau ingin menjilat aku Pak Jackie?" kata Herika sambil terkekeh.


" Dua- duanya tuan muda. Sebelum wanita itu menikah, tuan masih punya waktu dan kesempatan untuk mendekati nya. Mana tahu wanita itu akan memilih tuan muda karena tuan muda lebih kaya dan gagah." penilaian Pak Jackie.


" Winda bukan wanita seperti itu. Dia tidak memilih pasangan hidup berdasarkan materi atau harta. Aku sudah paham akan hal itu, Pak Jackie. Memang setelah wisuda itu aku memutuskan tinggal di luar negri dan melupakan segala perasaan ku terhadap Winda. Karena aku tahu Winda sudah memilih Surya dan Surya sangat serius dengan Winda. Aku tidak menyangka, Surya tidak berumur panjang. Kalau ini jalan dan kesempatan untuk aku, aku akan mencoba nya sekali lagi, Pak Jackie." kata Herika.


" Tapi ini tidak mudah, karena pria itupun kurasa sudah sangat berjuang keras untuk menaklukkan hati Winda. Aku pikir ini usaha yang sia-sia karena Winda sudah memilih pria itu." keluh Herika.


" Tuan muda menyerah sebelum berjuang? Seperti bukan Herika yang saya kenal." sahut Pak Jackie.


" Bukan menyerah melainkan sudah sadar posisi dan kalah start. Mengejar pun rasanya akan sulit sedangkan mereka sudah akan mencapai finis." curhat Herika.


" Ayolah tuan muda. Dekati dulu Winda, wanita yang dulu pernah mengisi hati tuan muda Herika." kata Pak Jackie.


Pak Jackie hanya bisa tersenyum sembari menarik nafasnya dengan kasar.


" Bagaimana dengan non Sasista? Saya lihat dia sangat menyayangi tuan muda." kata Pak Jackie seolah mengingatkan wanita yang saat ini dekat dengan tuan mudanya itu.


"Sasista? Dia memang cantik, baik tetapi kurasa baiknya itu hanya karena aku. Entah dengan yang lain. Kebaikan nya tidak tulus." kata Herika mencoba menilai.


" Hah? Memang Sasista lahir dari keluarga berada sehingga kesan manja dan kekanak-kanakan." nilai Pak Jackie.


" Tapi, dengan non Sasista bagaimana tuan?" tanya Pak Jackie menyelidik.


" Biasa saja! Entahlah hubungan ini apakah bisa berlangsung dan berakhir di pernikahan tidak?" sahut Herika.


" Kenapa begitu, tuan muda? Tuan muda sudah seharusnya memiliki seorang anak. Jadi, jangan tunda- tunda lagi. Tuan muda Herika sudah cukup umur, bahkan kalau di kampung saya bisa memiliki dua atau tiga anak." kata Pak Jackie.

__ADS_1


" Bukan! Bisa empat atau enam kalau semuanya kembar, Pak Jackie." sahut Herika sambil terkekeh.


" Hahaha. betul.. betul, tuan. Jadi apa alasan tuan masih ragu- ragu untuk menikah?" tanya Pak Jackie.


" Aku hanya belum mendapatkan kenyamanan itu bersama Sasista." kata Herika.


" Apa masih ada satu nama itu yang mengganti hati tuan muda Herika." sahut Pak Jackie.


" Entah lah! Aku berusaha menghapus dan merelakan nya hidup bahagia dengan yang lain. Namun tidak bisa dipungkiri, masih terpikirkan dalam ingatan ini. Bayangan dan harapan indah masih terbersit ingin bersama wanita itu. Wanita yang bagiku sangat sempurna. Sempurna dalam melengkapi segala kekurangan aku." kata Herika sambil kembali meminum minuman yang beralkohol itu.


" Tuan muda! Jangan banyak minum. Kehidupan barat sudah mulai mempengaruhi kehidupan tuan. Ini Indonesia, tuan." ucap Pak Jackie.


" Ah Pak Jackie. Ini baru beberapa teguk saja." kata Herika.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar nyaring bersama suara wanita yang memanggil nama Herika.


" Itu pasti non Sasista, tuan muda." kata Pak Jackie sambil tersenyum.


" Apa arti senyuman mu itu, Pak Jackie? Aku tidak memanggilnya kemari kok. Dia yang selalu datang untuk menggodaku." kata Herika.


" Lalu seekor kucing yang diberi ikan asin, apakah sanggup untuk menolaknya?" sindir Pak Jackie.


" Ah tentu saja aku sanggup menolaknya. Aku kucing mahal dan bukan kucing kampung, Pak Jackie." sahut Herika sambil terkekeh.


" Biar saya yang bukakan pintunya, tuan muda!" kata Pak Jackie sambil melangkah ke pintu ruangan itu.


" Ais, aku sebenarnya malas menjumpai wanita itu." gumam Herika.


" Halo sayang!" sapa Sasista sambil mendekati Herika.


" Aku lagi malas. Kamu pulanglah!" kata Herika sambil berjalan keluar dari ruangan kerjanya itu dan berjalan cepat menuju mobilnya di parkir kan di rumah mewahnya itu.

__ADS_1


Kini Sasista hanya menggerutu terus sambil melihat Pak Jackie yang hanya bisa tersenyum terhadap nya.


__ADS_2