Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
MENERIMA


__ADS_3

Dunia seperti apa yang kau inginkan? Semua perhiasan dunia pun sudah kau dapatkan. Apakah kamu tidak mensyukuri nya? Sedang semua sehat mu bisa kau rasakan nikmatnya bisa menghirup udara pagi dalam sinar mentari yang menghangatkan tubuh mu. Memiliki sebuah keluarga yang sehat selalu memberi perhatian dan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih. Lalu apa yang kau risau kan, jika semuanya sudah ada digenggaman. Memiliki seseorang yang bisa berbagi kasih dan menampung segala keluh kesah mu ketika capek dan penat dengan tugas dan rutinitas mu setiap hari. Dunia apa lagi yang kau harapkan? Jika berbagi dengan sesama dan memberi manfaat sekitar nya itu lebih terasa nikmat dirasakan. Masih ada beberapa orang yang mengharapkan uluran tangan kasih kita. Masih banyak orangpun yang tidak seberuntung kita memiliki kesempurnaan fisik, harta melimpah dan keluarga yang lengkap. Renungan yang tiada habisnya. Pada dasarnya manusia selalu bersifat keluh kesah dan kufur terhadap nikmatNya. Nikmat yang mana lagi engkau dusta kan?


*******


Wardha masih setia menemani Sarwenda yang masih labil emosinya. Wardha merapat kan duduknya berusaha merengkuh Sarwenda. Wanita yang sudah lama ia sukai dan harapkan untuk bisa dimiliki nya. Bukanlah Intan.


" Maukah kamu menikah denganku, Sarwenda? Setidaknya anakku yang ada di perutmu itu punya pengakuan dari ayahnya, yaitu aku." ucap Wardha seolah memohon kepada Sarwenda.


" Aku begitu bodohnya,menghiraukan orang yang benar-benar mencintai aku dan menghargai aku sebagai wanita. Dan itu adalah kamu, Wardha. Bukanlah Mas Surya yang aku inginkan. Lalu aku harus menjawab apa, sedang kan aku sudah sangat malu atas semua perlakuan ku terhadap kamu, Wardha. Aku tidak pantas untuk mu. Aku wanita yang rendah dan tidak punya harga dirinya. Kamu bisa mencari wanita yang lebih baik dari aku, Wardha." ucap Sarwenda penuh sesal.


" Jangan bicara seperti itu. Bagiku, kamu masih Sarwenda yang aku kenal dulu. Sarwenda yang ceria yang lincah dan tekun dalam bekerja. Aku menyukai kamu dari dulu sampai sekarang, tidak ada yang berubah." kata Wardha sambil mengusap perut buncit milik Sarwenda.


" Tapi aku sangat malu dengan mu, Wardha. Aku yang selalu menghina kamu dan menyakiti kamu." sahut Sarwenda sambil menatap lekat ke wajah Wardha yang lesu.


" Aku sangat memaklumi segala upaya kamu. Apakah kamu masih menyukai, Surya? Apakah kamu masih ingin berharap bisa bersama Surya?" tanya Wardha.


" Tidak! Aku bahkan sudah sangat membencinya." jawab Sarwenda dengan wajah yang merah karena marah.


" Hah? Apakah secepat itu kamu bisa membencinya?" tanya Wardha tidak yakin.


" Aku tidak tahu. Yang jelas, Surya sudah sangat membuat aku kecewa dan menaburkan kebencian di hatiku. Aku sangat sakit hati. Walaupun awal pertama akulah yang salah dan memaksakan diri untuk bisa mendapatkan nya. Dengan segala cara supaya, Surya bisa aku miliki. Tapi ternyata itu salah dan membuat aku semakin kecewa karena tujuan ku tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan. Surya lebih mencintai Winda dibanding aku. Dan aku kini terbuang setelah dia kembali lagi kepada Winda." cerita Sarwenda.


" Lupakanlah! Aku akan memberikan mu kebahagiaan itu. Aku akan membuat kamu kembali tersenyum dan kembali menjadi Sarwenda seperti dulu. Tidak berambisi dan terobsesi." kata Wardha.


" Benarkah kamu mencintai aku, Wardha?" tanya Sarwenda dengan mata berkaca-kaca.


Wardha tersebut dan bahagia. Wardha meraih tangan Sarwenda dengan lembut.

__ADS_1


" Aku mencintai kamu apa adanya. Mari kita menikah!" jawab Wardha sambil tersenyum.


" Kamu bener- benar memaafkan segala penghinaan yang pernah aku lakukan terhadap kamu?" tanya Sarwenda lagi.


" Sudahlah! Lupakanlah! Kita mulai jalan kehidupan yang baru, bersama anak kita ini." sahut Wardha.


" Terimakasih banyak, Wardha." ucap Sarwenda pelan.


Manusia terkadang disibukkan dengan mencari kesempurnaan. Dengan mencari kesempurnaan itu pada akhirnya kehilangan orang yang terdekat nya. Padahal orang terdekat itulah yang sangat peduli dengan kita. Kesempurnaan yang seperti apa yang dicari? Padahal manusia tidak melulu memiliki kesempurnaan itu. Ada kelemahan dan kekurangan itu yang ditutupi dari kelebihan nya. Terlihat hanya kebaikan yang nampak. Ketika mencintai dan menyukai seseorang, semuanya terlihat indah dan sempurna. Tidak bisa melihat sisi keburukan nya. Telaah dan pahami semuanya. Ketika menjalin hubungan dan komitmen kita akan tahu karakter masing-masing pasangan kita. Hubungan akan awet dan langgeng jika sama-sama saling memahami.


*******


Di Perusahaan milik keluarga Hendra dan Galuh di jam siang.


" Aku tidak akan mampu menepis perasaan ini, Winda. Jikalau sudah berjumpa dengan Niga." cerita Galuh.


" Ayo dimakan makanan kamu, Luh!" suruh Winda.


" Aku jadi tidak selera makan kalau pikiranku dipenuhi oleh Niga."sahut Galuh.


" Kalau begitu hapus pikiranmu itu menjadi sosok Andrie. Apakah kamu jadi berselera makan?" ucap Winda asal.


" Dengan apa aku harus menghapus pikiranku ini, Win?" tanya Galuh ikutan asal bertanya.


" Ini ada Tipe-X." jawab Winda sambil mengambilkan Tipe-X di sampingnya.


"Hehe." Galuh terkekeh sambil membuka makanan yang ada di depannya.

__ADS_1


"Nanti malam tidurlah di rumahku, Luh. Mas Surya dua malam ini ke luar kota. Jadi tidak pulang ke rumah." Cerita Winda.


" Baiklah! Papa dan mamaku sudah balik ke Bandung. Aku suka jika bermain dengan Wisnu, jadi terhibur. Pikiranku jadi tidak melulu terhadap Niga." ucap Galuh.


" Sampai segitunya kah? Kamu jadi sulit berkonsentrasi dan beraktivitas dong." sahut Winda.


" Iya begitu lah. Karena dulu setiap hari terbiasa dengan perhatian nya, walaupun dengan chat dan telepon." jawab Galuh.


" Tapi kan sudah ada pengganti nya, yaitu Andrie? Apakah masih juga linglung seperti itu? Terpaku pada Niga saja?" tanya Galuh.


" Setelah ada Andrie, sudah tidak terlalu terpaku sekali pikiran itu terhadap Niga. Aku berusaha sibuk, tetapi tetap saja aku seperti gila karena bayangan Niga." cerita Galuh.


" Waduh! Apakah ini yang namanya kasmaran yah? Jadi tidak bisa tidur, tidak doyan makan, bekerja jadi malas dan tidak fokus." sahut Winda.


" Mungkin saja. Jatuh cinta yang kedua ini lebih merepotkan dibanding jatuh cinta di zaman ketika masih remaja." ungkap Galuh.


" Benarkah? Aku belum pernah mengalami nya soalnya." sahut Winda.


" Apa? Kamu jangan coba-coba jatuh cinta lagi selain Surya yah! Ini bikin kamu gila nanti." ucap Galuh sewot.


" Galuh! Aku bilang kan, aku belum pernah jatuh cinta untuk yang kedua. Aku harap nanti aku jatuh cinta lagi pada Mas Surya juga. Aku tidak ingin yang lain lagi." kata Winda


" Amin. Syukurlah kalau begitu. Kamu beruntung tidak pernah punya mantan pacar. Dan hanya Surya yang kamu pacari. Terkadang godaan mantan lebih menggoyahkan iman dibanding godaan setan." ujar Galuh sambil nyengir.


" Memangnya Niga adalah mantan pacar kamu?" tanya Winda.


" Tidak! Lebih tepatnya dulu aku naksir dan menyukainya ketika kegiatan BEM di kampus." jawab Galuh.

__ADS_1


" Oh!" sahut Winda sambil manggut-manggut.


__ADS_2