Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
BERDUA DENGAN NIGA


__ADS_3

Aku kangen, aku rindu, rasa ini begitu membuat ku terjatuh. Seketika aku tidak bisa berjalan, lemah tak bertenaga. Seketika aku menjadi pemalas, tidak mau mikir yang lain selain memikirkan sosok mu. Sedangkan kamu hanya mematung tanpa reaksi apapun. Kamu tetap dengan keangkuhan itu, seperti batu es yang kokoh tak meleleh karena panasnya cuaca ini. Aku terdampar dalam sepi, sepi karena kabarmu, sepi karena kesakitan mu yang terasa disini.



" Kamu yakin Mas, akan menikahi aku yang notabene seorang janda?" tanya Galuh kepada Niga.


" Tentu saja, apa yang kamu risau kan sayang? Aku juga seorang duda, lalu apakah aku juga tidak boleh mencari kebahagiaan ku selanjutnya?" ucap Niga sambil meraih pergelangan tangan Galuh yang tidak jauh dari tempat duduk Niga.


Galuh hanya menundukkan Kepala nya berusaha menikmati segala sentuhan lembut tangan Niga.


" Kedua orang tua kamu sudah setuju bukan? Jika aku segera meminang kamu?" tanya Niga mulai sedikit khawatir.


" Mas Niga kan tahu sendiri bukan? Mereka terlihat bersemangat, jika Mas Niga secepatnya melamar aku. Setelah itu pembicaraan serius ke dua orang tua kita, kita serah kan semuanya pada mereka nantinya." kata Galuh sambil tersenyum.


Niga mulai mencium punggung tangan milik Galuh. Kecupan hangat menjalar lewat punggung tangan itu. Galuh terdiam dan terpaku. Ada sensasi yang lain, yang sekian lama sudah tidak dirasakan lagi oleh keduanya apalagi Galuh keromantisan itu sudah benar-benar lama sudah tidak dialaminya.


" Kamu menyukainya?" tanya Niga sambil kembali mengecup punggung tangan milik Galuh.


" Menyukai apa?" tanya Galuh sambil membelalakkan matanya.


Tiba-tiba saja, dengan cepat Niga menyerobot mendekati dahi milik Galuh lalu dengan cepat menciumnya. Galuh yang terkejut dengan sikap Niga yang tiba-tiba mengecup dahinya hanya membelalakkan matanya.


" Jangan pura-pura marah! Kamu pasti menyukai itu bukan?" sahut Niga sambil tersenyum menggoda.


" Ta... tapi.. Mas Niga bikin aku kaget. Lain kali kalau ada persiapan, aku pasti akan ikut membalas nya." kata Galuh dengan wajah yang merona karena malu.


" Oh ya? Baiklah, kita ulangi sekali lagi." sahut Niga menggoda.


" Enggak mau!" kata Galuh sambil berusaha berlari dan menjauh dari tempat duduknya.


Niga dengan cepat menarik lengan tangan milik Galuh.


" Kemana? Aku hanya menggoda saja kok." ujar Niga.


" Aku bikinkan kopi untuk mas Niga, bagaimana?" kata Galuh.


" Baiklah! Jangan lama- lama ya!" sahut Niga sambil tersenyum.


" Tidak akan! Terlalu lama meninggal kan Mas Niga, serasa dunia hampa dan sangat sepi." ucap Galuh merayu.

__ADS_1


" Preeet!!" sahut Niga sambil tersenyum.


*******


* Bagaimana kopi buatan aku mas?" tanya Galuh setelah datang kembali membawa secangkir kopi buatannya untuk kekasih pujaan hati nya itu.


" Hem." ucap Niga sambil mencium aroma kopi yang diletakkan di cangkir keramik berwarna putih itu.


"Aroma nya sudah pas. Tinggal nanti rasanya gimana, baru di sruput sedikit demi sedikit." tambah Niga akhirnya.


" Ya sudah, ayo di minum sayang!" suruh Galuh terkesan merengek.


" Sebentar sayang! Sabar! Buru- buru sekali loh. Lagi pula masih sangat panas juga." sahut Niga terkekeh.


" Aku lebih menyukai kopi hitam yang direbus sampai menggelegak. Setelah itu di saring baru di beri gula secukupnya. Dari pada kopi yang sekadar di seduh dengan air yang mendidih itu, lebih terasa kopi nya jika di masak." kata Niga bercerita.


" Jadi kopi buatan aku ini kurang enak?" tanya Galuh mulai sensi.


" Oh tidak! Aku tidak bilang begitu sayang! " sahut Niga lalu dengan cepat mengambil cangkir kopi hitam itu lalu meminum nya semua nya.


" Uhuk... uhuk... uhuk." Niga terbatuk setelah meminum semua kopi yang ada di cangkir keramik buatan Galuh.


Niga sedikit terkekeh dengan tingkah Galuh yang panik.


" Sebenarnya apa yang di masukan ke dalam kopi ini sih? Rasa nya asin. Pasti salah ambil garam, kah?" kata Niga pelan.


" Ini mas! Minum dulu! Maaf kamu jadi tersedak minum kopi buatan aku." kata Galuh yang sudah datang kembali sambil membawa gelas yang berisi kan air mineral itu.


Niga meminum air putih itu dengan semangat. Paling tidak itu akan mengobati lidahnya dari kekakuan karena rasa asin di kopi yang diminum nya.


" Bagaimana rasa kopi buatan aku, mas?" tanya Galuh kembali.


" Enak! Nyatanya kamu lihat sendiri bukan? Kopi buatan kamu, sudah langsung aku habiskan." jawab Niga sambil tersenyum.


" Kalau begitu, aku buatkan kembali untuk kamu ya mas!" sahut Galuh.


" Ti... tidak! Sudah cukup sayang! Nanti aku gak bisa tidur! " alasan Niga.


" Beneran? Gak mau ngopi lagi?" tanya Galuh..

__ADS_1


" Tidak sayang! Sudah cukup!" jawab Niga bersemangat.


" Jam berapa nih? Aku harus segera pulang. Anak ku pasti menunggu aku." ucap Niga sambil melihat ponselnya yang diletakkan di atas meja sedari tadi.


" Anak, Mas Niga yah? Aku boleh ikut ke rumah gak? Aku ingin kenalan dengan anak Mas Niga." ucap Galuh serius.


" Boleh saja. Tapi apakah tidak kemalaman nanti kamu main di rumah aku. Kalau sudah terlalu malam, aku malas antar kamu pulang ke rumah loh. Resiko nya kamu bakal menginap di rumah aku. Dan resiko nya yang paling berbahaya, ketika kamu tidur bisa di datangi pangeran yang sedang kesepian butuh kawan tidur." ucap Niga nakal.


" Eh? Ya sudah! Besok pagi saja, aku boleh main ke rumah mas Niga kan?" usul Galuh.


" Iya, itu usul yang bagus. Besok pagi saja, sekalian kita jalan- jalan dan berenang bersama anak aku." tambah Niga.


" Berenang?" tanya Galuh.


" Iya! Agenda besok pagi, aku harus mendampingi anakku berenang sayang!" jawab Niga sambil merapikan kembali baju nya dan mulai bangkit dari tempat duduknya.


"Aku balik dulu, ya sayang!" imbuh Niga sambil berusaha meraih tubuh milik Galuh yang tidak jauh di tempat nya berdiri.


" Huum! Hati-hati Mas! Aku pasti sangat merindukan kamu!" ucap Galuh pasrah.


" Weleh! Baru juga bertemu dan belum berpisah kita, kamu sudah bilang kangen." sahut Niga terkekeh.


" Aku sudah semakin terbiasa dengan kamu, Mas! Perhatian kamu, aroma tubuhmu, wangi baju kamu. Semua nya semakin membuat aku rindu." kata Galuh.


" Mulai kumat lagi merayunya. Jadi boleh pulang tidak? Atau aku tidur di kamar kamu yah?" goda Niga.


" Eh? Tidak.. tidak! Baiklah cepat pulang! Salam kenal buat anak mas Niga yah!" ucap Galuh.


" Katanya besok pagi mau ke rumah!" sahut Niga.


" Eh iya!" ujar Galuh.


" Ya sudah, aku pulang dulu ya sayang!" kata Niga sambil memeluk tubuh Galuh dengan cepat.


" Eh? Aku gak bisa bernafas sayang!" kata Galuh lirih.


" Buat nyenyak tidur ku." sahut Niga lalu dengan cepat mengecup kening milik Galuh.


*******

__ADS_1


Jasmine baper deh.😍😘😘.. Tulisan dan cerita agak santai dulu yah. Author nya lagi tumbang.


__ADS_2