Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
MEMBAWA WINDA


__ADS_3

Herika masih terdiam menatap wajah Winda yang duduk tidak jauh dari ruangan itu. Winda fokus dengan ponselnya, entah siapa yang di chatnya atau di hubungi nya. Atau mungkin saja sedang bermain game di aplikasi dalam ponselnya.


" Kamu lagi ngapain, Winda?" tanya Herika berusaha memecah kesunyian itu.


" Eh, ini Bang Hendra sebentar lagi mau ke mari. Dia memberitahu sudah di jalan." jawab Winda sambil melihat Herika yang masih bertahan di tempat duduknya.


"Hendra? Apakah kekasih Winda? Diakah calon suami Winda?" batin Herika.


" Hmmm, kamu sudah makan belum? Kita keluar yuk!" ajak Herika sambil berdiri lalu dengan cepat menarik tangan Winda.


" Eh? Tapi Bang Hendra sebentar lagi tiba. Ak.. aku tidak enak." sahut Winda dengan kepanikan.


" Jangan khawatir! Aku nanti yang akan menjelaskan nya." kata Herika yang tidak peduli dengan Winda yang berusaha memberontak namun Herika tetap menarik tangan Winda sampai keluar dari rumah kediaman milik Winda. Penjaga rumah Winda pun hanya bisa berdiri mematung tanpa tanya melihat nona besarnya di tarik Herika yang notabene adalah pria yang tinggi besar, gagah, ganteng dengan body yang penuh kharisma.


" Pak Jackie, kau dimana?" tanya Herika sambil menerima telepon masuk dari Pak Jackie.


" Saya sudah di seberang, tuan muda!" jawab Pak Jackie.

__ADS_1


" Ayo, Winda! Aku hanya meminjam kamu sebentar saja kok dan mengajak kamu makan malam." kata Herika yang menjawab kegundahan dan kebimbangan yang dirasakan oleh Winda.


" Masalah nya Bang Hendra akan ke rumahku. Bagaimana kalau dia melihat kita sedang jalan keluar dan makan malam bersama hanya berdua saja." sahut Winda penuh was-was.


" Jangan khawatir, aku akan memulangkan kamu dengan utuh dan tidak kurang suatu apa. Hehe." kata Herika yang sudah dekat jaraknya dengan Pak Jackie yang sudah menunggu tuan mudanya itu.


" Ini kunci mobilnya, tuan muda!" kata Pak Jackie sambil menyerahkan kunci mobil itu.


" Terimakasih, Pak Jackie. Bapak bisa pulang naik taksi atau menunggu disini?" kata Herika memberikan pilihan.


" Bapak ikut saja!" sahut Winda sambil melihat Herika dengan tatapan memohon.


" Saya mohon sebentar saja deh. Boleh kan, Herika? Bapak ini di ajak juga yah!" kata Winda seperti merengek manja.


" Ais sial! Dia seperti manja banget sih padaku."batin Herika akhirnya tersendiri melihat Winda yang memohon.


" Baiklah! Tidak ada salahnya kalau Pak Jackie ikut bersama kami." batin Herika lagi.

__ADS_1


" Masuklah Winda!" kata Herika sambil membukakan pintu belakang mobilnya.


" Pak Jackie, pelan pelan nyetirnya yah!" kata Herika akhirnya sambil melemparkan kunci mobilnya kepada Pak Jackie. Winda tersenyum senang karena Pak Jackie ikut di dalam mobil itu.


Di belakang Winda duduk bersebelahan dengan Herika.


" Kita kemana tuan muda?" tanya Pak Jackie.


" Tempat biasa. Tempat yang menyajikan makanan nusantara yang lezat itu." jawab Herika.


" Hem, kamu suka masakan nusantara?" tanya Winda.


" Tentu saja! Rempah-rempah nya lebih lengkap. Menunya bikin rindu untuk pulang kembali ke negri ini." jawab Herika dengan tersenyum.


" Rindu masakan nya atau ada yang lainnya?" tanya Winda.


" Hahaha.. dua- duanya, Winda." jawab polos Herika.

__ADS_1


" Sebenarnya aku ingin timlo solo loh!" kata Winda sambil membayangkan menu makanan itu.


" Oh, nanti kita pesan makanan itu. Ok." sahut Herika dengan tersenyum senang bisa dekat dengan Winda.


__ADS_2