Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
DATANG KE ROSIANA


__ADS_3

Rumah adalah tempat berteduh mu dari sengatnya matahari di siang hari. Dari siraman hujan dari langit yang tak tentu kapan turunnya. Tempat dimana untuk singgah dan beristirahat setelah seharian dalam rutinitas kerja mengais rejeki. Tempat itulah kita mencari kenyamanan, ketenangan dan tempat untuk berbagi canda, suka, maupun sedih dalam duka. Apakah kamu sudah mendapatkan rumah yang di hati kamu merasakan ketenangan dan ketentraman itu? Walaupun tidak semewah dari khayalan namun kamu bisa merasakan ketika nikmat nya berkumpul dengan keluarga.



Di rumah Wardana yang kini ditempati oleh Rosiana.


Rosiana kini sudah sangat nyaman berada di rumah itu. Walaupun terkadang sepi yang ia rasakan karena Siwa tidak ikut dengan nya dan ditambah dengan kedatangan Wardana yang bisa di hitung dengan hari setiap bulannya.


Kini sesuai rencana, Rosiana mulai menyibukkan dirinya dengan membuka warung di depan rumahnya. Dengan menjajakkan segala minuman juz dan ayam geprek sebagai menu andalan nya. Rosiana sudah mulai sibuk dengan itu sehingga dirinya tidak lagi merengek- rengek supaya Wardhana bisa datang ke rumahnya karena rasa kesepian nya yang menghimpitnya.



Rosiana di bantu dengan dua pegawai nya membuka usaha warungnya itu. Sebenarnya tidak mengejar target keuntungan dari semua itu, Rosiana masih cukup mengatur kebutuhan sehari-hari nya dari jatah bulanan dari suaminya itu. Dia hanya ingin setiap hari sibuk dengan warungnya. Dirinya bisa langsung ikut turun memasak atau melayani pembelinya.

__ADS_1


Terkadang dirinya memang kena omelan jika Wardhana datang berkunjung atau pulang ke rumahnya. Dia tidak boleh capek- capek mengingat dirinya masih mengandung. Makanya dua pegawai itu ada karena dicarikan oleh Wardhana supaya Rosiana tidak sepenuhnya turun sendiri dalam mengelola warungnya.


Malam ini, Wardhana kebetulan pulang ke rumah itu sehingga warung itu di handle oleh dua pegawainya. Dirinya saat ini bercengkrama manja bersama suaminya yang sudah sekian lama tidak mengunjungi nya.


" Kamu mau makan ayam geprek nya gak, mas?" tanya Rosiana kepada Wardhana.


" Nanti saja! Aku kangen kamu!" jawab Wardhana langsung meraup bibir Rosiana yang sedari tadi dekat


di wajahnya.


" Kamu seperti tidak mendapatkan jatah dari Sarwenda saja, Mas!" kata Rosiana sambil terkekeh.


" Memang kenyataan nya aku sering puasa kok, sayang!" ucap Wardhana kembali memeluk dengan ketat tubuh Rosiana. Kini tangannya mulai masuk mencari dua gundukan milik Rosiana yang sekarang ini semakin berisi karena dia sedang hamil.

__ADS_1


" Mas! Kamu mau ku buatkan minum dulu tidak?" tanya Rosiana ingin melayani Wardhana.


" Nanti saja! Aku mau bermain- main dengan kamu, sayang! Apakah kamu tidak rindu aku, Rosiana sayang?" tanya Wardhana mulai melepas pengait yang menghubungkan dua bukit kembar milik Rosiana.


" Kangen banget, mas! Tapi kita harus hati- hati dan pelan- pelan melakukan nya karena di dalam perut ini ada anak kita, mas." kata Rosiana dengan mata mulai meredup menahan hasrat nya karena tangan Wardhana mulai nakal meremas dua gunung miliknya lalu turun menjelajahi bukit kecil yang bisa membuat Wardhana ketagihan selalu mendatangi nya.


" Tentu saja, sayangku! Aku akan selalu bersikap lembut kepadamu sayang! Aku juga ingin menyapa anak kita di dalam sana." ucap Wardhana yang mendapatkan tawa Rosiana.


"Bagaimana kabar kesehatan Sarwenda, mas? Apakah penyakit yang dideritanya sudah sembuh total?" tanya Rosiana penuh selidik. Lagi-lagi masih menahan segala gejolak nya tatkala Wardhana mulai nakal memainkan jari- jarinya mencari titik sensitif milik Rosiana. Rosiana mengerang keras. Hal itu semakin menambah semangat Wardhana makin bergejolak.


" Sarwenda akan sembuh total, sayang!" jawab Wardhana akhirnya.


Akhirnya tidak ada percakapan lagi. Yang ada hanyalah banyak pergerakan dari dua manusia lawan jenis itu. Gerakan yang menghasilkan teriakan manja dan erangan serta keluhan hangat dari kedua bibir mereka. Seolah sudah seabad lamanya mereka tidak melakukannya. Mereka hendak mencurahkan segala rindu yang setiap hari mereka rasakan.

__ADS_1


Entah sampai kapan hubungan mereka akan terkuak. Mereka masih menikmati segalanya. Wardhana menikmati segala drama yang penuh kebohongan kepada Sarwenda. Dirinya saat ini masih berbagi dengan dua wanita nya. Antara Sarwenda dan Rosiana, bagi Wardhana kedua wanita itu sama- sama penting baginya. Dia tidak akan sanggup memilih jika harus memilih diantara keduanya.


__ADS_2