Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 (EPISODE 6)


__ADS_3

Apakah kamu pernah merasakan, rasa sepi ketika harus berbagi suami? Ketika suami tidak lagi menemanimu dalam istirahat malam panjang mu. Dunia serasa sangat hampa. Rasanya bernafas pun terasa menyiksa, harus mengingat dan membayangkan sosok laki-laki yang kita cintai sedang bercengkrama dengan madu kita. Apakah ini hanya aku yang rasa. Sepi, hampa dalam menanti akan sosok itu yang tiba-tiba mengganggu tenang. Datang, datanglah kasih yang kau cintai. Datang, datanglah kasih yang ku sayangi. Kan ku kenang semua di hatiku........


(Jerit rindu Sarwenda)


*******


" Mama, bagaimana kalau kita jalan-jalan yuk!" ajak Dahlia saat ini ketika mereka duduk bersama di ruang makan bersama Siwa juga.


Mereka menikmati salad buah yang dibuat oleh Sarwenda. Salad buah yang komplit dengan buah- buahan didalamnya. Tidak lupa dengan campuran yaqut, susu manis, keju, mayones, di dalamnya membuat rasa manis dan asamnya bercampur menjadi satu.


" Iya mama! Masak mama di rumah terus." tambah Siwa.


" Kalian ingin pergi kemana, sayang?" tanya Sarwenda lembut.


" Bagaimana kalau kita main rollercoaster supaya mama bisa berteriak lepas ketika bermain itu." ide Dahlia.


" Ah gak mau ah! Mama takut! Kalian saja yang naik itu. Mama main yang lain saja." sahut Sarwenda.

__ADS_1


" Ayo kalau begitu! Kita siap- siap pergi dan bermain, ma!" ajak Siwa sedikit memaksa.


" Tapi janji yah, kalian! Kalian jangan memaksa mama untuk naik rollercoaster yah!" kata Sarwenda khawatir jika anak- anaknya memaksa dirinya naik permainan yang ekstrem tersebut.


" Iya, mama! Mama jangan khawatir!" sahut Dahlia sambil mengedipkan satu matanya ke Siwa.


" Mama tidak yakin, kalian akan menepatinya. Kalian kan suka sekali memaksa mama kalau sudah ditempat permainan itu." ucap Sarwenda dengan cemberut.


Dahlia dan Siwa jadi tersenyum melihat mamanya yang cemberut kalau dikerjain oleh mereka berdua.


" Baiklah! Kalian bersiap- siaplah! Mama seperti ini saja!" kata Sarwenda sambil menikmati salad buah hasil karyanya.


Sarwenda tersenyum melihat penampilan nya sendiri.


" Iya, mama ganti celana panjang." kata Sarwenda akhirnya.


" Kalau pakai celana panjang, mama terlihat lebih muda. Sebenarnya mama memang terlihat begitu manis jika memakai rok. Tapi rok yang mama pakai mini banget. Rok itu bisa mama pakai kalau papa lagi di rumah. Jadi biar bisa menggoda papa." kata Dahlia nakal.

__ADS_1


" Eh, Dahlia!" protes Siwa.


" Mama pakai apa saja, tidak berpengaruh terhadap papa kalian! Papa kalian lebih nyaman bersama mama Rosiana." kata Sarwenda sedih. Hal ini membuat Siwa ikut merasa sangat bersalah karena mama kandungnya lah yang membuat cinta papa Wardhana menjadi terbagi dengan mama Sarwenda.


" Sudah loh, kamu jangan ikutan merasa sedih!" sahut Dahlia kepada Siwa yang menangkap wajah sedih di dalamnya.


" Maaf, Siwa! Mama tidak bermaksud menjelekkan mama Rosiana. Tetapi kadang mama hanya kangen saja jika papa Wardhana tidak pulang ke rumah ini." ucap Sarwenda membuat tenang Siwa.


" Oh iya, bagaimana kalau kita ke rumah mama Rosiana saja! Kita ajak Arsyil bermain sekalian." ide Dahlia.


Siwa memandang mama Sarwenda menunggu apakah Sarwenda menerima usul dari Dahlia tersebut.


" Baiklah, kita ke rumah mama Rosiana hanya menjemput Arsyil saja untuk bermain yah! Kalian kangen dengan Arsyil yah?" kata Sarwenda.


" Aku sih kangen banget dengan adik aku yang satu ini. Kalau Siwa aku rasa jadi merasa tersaingi karena lebih ganteng Arsyil sih dibandingkan dengan dirinya." tuduh Dahlia.


" Tidak kok! Aku juga sangat kangen dengan adikku yang super imut itu. Siap-siap saja dia akan banyak permintaan nya loh kalau sudah belanja nanti." kata Siwa.

__ADS_1


" Tidak apa- apa, ada mama kok! Nanti biar mama yang belikan semua yang diinginkan Arsyil." sahut mama Sarwenda sambil tersenyum.


__ADS_2