Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 ( EPISODE 15)


__ADS_3

Sarwenda keluar dari kamarnya dengan berpakaian sangat seksi. Penampilan nya kali ini seperti ketika dia masih bersemangat gabung dengan mama- mama muda sosialita. Sudah sangat lama Sarwenda tidak mengikuti acara mama - mama muda itu dalam bentuk kumpulan, baik arisan, karoke, maupun makan- makan bersama. Malam ini Sarwenda hendak pergi di acara wanita- wanita sosialita tersebut.


Di luar, Siwa dan Dahlia sudah masuk ke kamarnya masing-masing. Kedua anaknya itu mungkin saja di kamarnya sudah tidur pulas, karena besok pagi akan menjenguk papa nya di rumah sakit. Dengan berjalan sangat pelan, Sarwenda keluar dari pintu depan rumahnya. Sarwenda bergegas ke garasi mobilnya dan mulai menghidupkan mesinnya. Penjaga rumah Sarwenda sudah siaga membuka gerbang berpagar besi itu lebar- lebar. Sarwenda mulai keluar dari halaman rumahnya dengan mengendarai mobil jazz merahnya.


Satpam rumah Sarwenda yang ada dua orang itu akhirnya saling pandang.


" Nyonya Sarwenda mau kemana yah, malam- malam begini?" tanya satpam yang berkulit hitam.


" Entahlah!" jawab satpam berkulit putih.


" Tumben banget!" sahut salah satu penjaga rumah Sarwenda tersebut.


" Sudahlah, itu bukan urusan kita! Tugas kita menjaga keamanan rumah majikan kita ini. Ayo, kita lanjutkan permainan catur kita ini!" ucap satpam berkulit putih.


*******


Di sebuah klub, di sana ada empat mama muda dengan dua laki- laki yang terbilang masih muda. Berbagai jenis minuman warna- warni sudah di atas meja. Mereka saling tawa sambil menenggak minuman yang sudah mereka pesan.

__ADS_1


" Lama sekali Sarwenda. Katanya mau ikut gabung minum- minum di sini." kata Dedek.


" Kita tunggu saja! Dia sudah lama tidak ikut bergabung dengan kita. Aku rasa Sarwenda sekarang sudah menjadi istri yang baik. Hahaha." sahut Desi sambil meminum minuman yang ada di gelasnya.


" Apakah tante Sarwenda juga cantik, secantik tante Dedek?" tanya Roy yang duduk dihimpit antara Dedek dengan Desi.


" Awas yah, kalau kamu tertarik dengan tante Sarwenda!" ancam Dedek sambil menarik hidung Roy.


" Tidak akan!" sahut Roy cepat.


" Hai, Sarwenda! Tambah cantik dan seksi saja kamu!" sapa Lidya yang saat ini duduk bersama Joni.


Sarwenda ikut duduk di dekat Lidya. Namun Joni akhirnya berpindah duduknya ditengah antara Sarwenda dan Lidya.


" Tante mau pesan minum apa?" tanya Joni ramah.


" Minuman yang menghilangkan pusing karena banyak masalah." jawab Sarwenda asal. Seluruh mama- mama muda dan dua laki-laki muda itu menjadi tertawa melihat Sarwenda.

__ADS_1


" Kamu kalau tidak sedang ada masalah pasti tidak akan ikut bergabung kemari. Memangnya suami kamu kemana?" tanya Desi asal.


" Ke neraka!" jawab Sarwenda asal. Kembali semua yang duduk di bangku itu tertawa.


" Menarik sekali, tante Sarwenda ini!" sahut Roy.


" Awas yah kalau kamu jadi menyukai tante Sarwenda! " ancam Dedek.


" Tidak tante Dedek! Malam ini kamu sudah memboking aku. Jadi aku tidak akan kemana-mana. Maksudnya pindah ke lain body!" ucap Roy.


" Bocah ingusan! Aku juga gak selera dengan yang daun muda." sahut Sarwenda seketika dan kembali tante- tante dan dua pria yang masih sangat muda itupun kembali tertawa yang suaranya memenuhi ruangan itu.


Sarwenda mulai menenggak minuman yang disodorkan oleh Joni. Malam ini Sarwenda ingin melepaskan semua stress nya. Sarwenda ingin menikmati kebebasannya malam ini. Menikmati status jandanya setelah dirinya benar-benar terbebas dari status pernikahannya yang menguras emosi dan pikirannya.


" Aku sudah bercerai dengan suami aku. Aku sudah menyandang status janda. Untuk merayakan ini, silakan kalian pesan apa saja, biar aku yang membayarnya." kata Sarwenda sambil menenggak minumannya.


" Benarkah! Ayo malam ini kita berpesta dan bersenang-senang!" kata Desi dan diikuti tawa yang lain.

__ADS_1


__ADS_2