Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 (EPISODE 41)


__ADS_3

Arsyil mendorong papa nya masuk ke dalam kamar pribadi kedua orang tuanya. Arsyil begitu sangat menyayangi papa nya. Walaupun papa nya dalam keadaan sakit dan masih belum pulih secara sempurna, Arsyil tidak malu dengan kondisi papa nya yang tidak berdaya. Walaupun Wardhana juga sudah bisa berjalan sendiri secara pelan- pelan. Ke kamar mandi pun sudah bisa sendiri. Namun tetap perhatian Rosiana dan juga anak- anak Wardhana masih tetap sama. Mereka menginginkan Wardhana benar-benar pulih seperti sediakala.


Di kamar itu Wardhana memegang kedua pipi anak laki-laki nya. Ditatap nya anak laki-laki nya itu penuh kasih sayang. Wardhana mulai memutar ingatan akan sosok bayi Arsyil sampai proses menuju remaja saat ini. Arsyil yang kalem dan lembut dan tidak banyak berulah. Di sekolah, Arsyil di atas rata- rata dalam mata pelajaran. Arsyil tidak banyak bergaul di luar. Hanya beberapa kawannya saja yang dekat dengan Arsyil. Apalagi semenjak Wardhana terserang penyakit stroke itu, Arsyil jarang bermain kecuali bersama kakaknya Siwa dan juga Dahlia. Selebihnya Arsyil banyak di rumah setelah kegiatan belajar mengajar nya. Di rumah pun, Arsyil ikut membantu Rosiana sesekali di warungnya. Sisanya adalah bermain game.


Namun bersama Tegar, Arsyil mulai mengenal nge gym. Kata Arsyil supaya badannya lebih maco dan atletis. Selagi positif kegiatan yang dilakukan oleh Arsyil, Rosiana dan Wardhana memberi ijin Arsyil untuk keluar rumah dengan kegiatan berolah raga dan membentuk bodynya.


" Papa, ada apa? Kenapa melihat aku seperti itu?" tanya Arsyil. Wardhana mulai menarik nafasnya dalam- dalam.


" Adalah yang kamu sembunyikan dari papa maupun mama, nak?" tanya Wardhana berusaha memancing Arsyil untuk curhat. Arsyil menggeleng pelan.


Kembali Wardhana menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


" Papa sangat menyayangi kamu, sayang! Papa ingin kamu tumbuh menjadi pribadi yang baik dan sesuai kodratnya." sindir Wardhana. Arsyil mengernyitkan dahinya.


" Kamu jangan marah ya, nak! Papa benar-benar tidak menyukai Tegar, kawan kamu itu! Jauhi dia! Bila perlu tidak usah lagi berhubungan dengan anak itu!" kata Wardhana. Arsyil mulai tegang wajahnya. Ada keterkejutan pada diri Arsyil ketika ayahnya mengucapkan kata-kata itu kepada nya.


" Kamu menyayangi papa dan mama kamu kan, sayang? Kamu boleh jujur kepada papa apa yang kamu rasakan. Setelah itu, kita akan mencari solusi nya. Atau kamu lebih ingin bercerita bebas dengan kakak kamu, Dahlia? Jika kamu mau, papa akan menghubungi kakak kamu itu supaya kamu bisa cerita semua nya kepada nya. hem??" kata Wardhana lembut. Kini Wardhana mulai mengusap puncak kepala milik Arsyil. Arsyil kini matanya mulai berair.


" Papa, aku minta maaf!" ucap Arsyil. Hanya kata itu yang kini terucap di mulut Arsyil. Wardhana memeluk Arsyil setelah arsil duduk bersimpuh di kaki papa nya itu.


" Jangan! mama jangan tahu soal ini, pa! Biar papa dengan mbak Dahlia saja. Aku lebih dekat dengan mbak Dahlia, pa!" kata Arsyil. Wardhana kini mengusap rambut Arsyil dan membersihkan air matanya.


" Kamu janji kan nak! Janji akan lebih baik dari ini?" kata Wardhana. Arsyil mengangguk menurut.

__ADS_1


" Sebentar lagi mbak Dahlia, kakak kamu akan kemari." kata Wardhana. Arsyil ikut menghapus air matanya.


" Tapi Mas Siwa jangan ikut juga! Aku malu. Aku malu Papa!" kata Arsyil. Wardhana tersenyum bahagia.


" Kalau kamu masih memiliki malu itu, itu artinya kamu masih memiliki iman itu, sayang! Kamu pasti akan bisa meluruskan hati dan pikiran kamu kembali ke kodrat kamu. Jangan lagi salah bergaul lagi sayang!" kata Wardhana. Arsyil tersenyum dan kembali memeluk papa nya.


" Bagaimana dengan Tegar, pa? Aku tidak sampai hati mengatakan menjauhi nya." ucap Arsyil.


" Kamu harus berani! Kalau kamu tidak berani, papa atau mbak Dahlia yang turun tangan?" ancam Wardhana.


" Tidak! Baik aku akan menyampaikan ke Tegar dan menjauhi nya." sahut Arsyil. Wardhana kembali menghela nafasnya dengan lega.

__ADS_1


( Ya Tuhan, aku gak sanggup menulis dan menuangkan cerita semacam ini. Walaupun kenyataan nya di sekitar aku pun ada LGBT ini.) Maaf yah reader!😭😭


__ADS_2