
Di perusahaan milik Hendra.
Winda telah menghadap atasannya yaitu Hendra. Winda menyerahkan surat pengunduran dirinya. Pelan- pelan Winda meletakkan surat yang telah dibuatnya itu di atas meja Hendra. Sedangkan Hendra hanya menatap sekilas map warna biru itu di hadapan nya. Hendra bangkit dari tempat duduk nya dan mendekati Winda yang masih berdiri seperti patung pancoran tanpa menyuarakan sepatah katapun.
" Queen! Aku benar-benar minta maaf! Aku mengaku salah. Jadi tolong, maafkan aku sayang!" ucap Hendra sambil berusaha meraih tangan milik Winda itu. Namun dengan cepat Winda menepis nya.
" Ayolah sayang! Kita jangan lama- lama bertengkar seperti ini dong! Sungguh aku tidak sanggup jika kamu terus- terusan marah seperti ini kepada aku." tambah Hendra lagi.
" Apakah kamu sudah menerima buket nya, sayang? Aku telah mengirimkannya untuk kamu, sayang!" tanya Hendra lagi.
Winda masih diam membisu.
" Maaf, itu surat pengunduran diri saya. Setelah ini saya berhenti bekerja disini." kata Winda yang akhirnya menyuarakan kalimat itu sambil menunjukan map yang dia letakkan di atas meja direktur Hendra.
Hendra mengambilnya lalu membuangnya ke dalam tong sampah. Winda yang melihat Hendra dengan marahnya malah membulat mata Winda.
__ADS_1
" Aku tidak butuh ini. Aku butuh maaf kamu, sayang! Ayolah, kamu jangan kekanak-kanakan seperti ini dong, sayang. Kita sebentar lagi akan menikah. Apakah kamu tidak ingat akan hal itu?" kata Hendra.
"Yang aku ingat, aku tidak akan menikah dengan kamu, Mas!" sahut Winda dengan datar.
Hendra menatap tajam mata Winda. Seolah tidak percaya apa yang barusan ia dengar. Hendra tidak menyangka bahwasanya pertengkaran kemarin menjadikan rencana indah untuk menikah gagal. Kini Winda menggagalkan sebelah pihak.
" Tapi kenapa sayang? Aku benar-benar menyesal. Aku minta maaf Winda!" sahut Hendra dengan suara bergetar.
" Maaf aku sudah tidak bisa melanjutkan semuanya. Maaf!" kata Winda dengan suara lantang.
Hendra terdiam berusaha memeluk Winda namun akhirnya ia urungkan. Mata Hendra berkaca- kaca. Namun dia berusaha jangan sampai Winda mengetahuinya. Hendra pasrah dengan segala keputusan yang dibuat oleh Winda. Winda memutuskan hubungan dengan dirinya. Padahal Hendra saat ini begitu masih sayang- sayangnya dengan Winda.
" Maaf, aku harus fokus di perusahaan konstruksi milik keluarga Hartono. Maaf!" kata Winda sambil melepaskan genggaman tangan Hendra yang memegang tangannya begitu erat.
" Queen!" kembali Hendra memanggil kata sayang itu dengan suara bergetar.
__ADS_1
Winda yang mendengar suara dari Hendra rasanya todak akan sampai hati. Winda berusaha tidak melihat mata Hendra supaya dirinya tidak lagi merasakan luluh dan kasihan terhadap Hendra. Keputusan nya sudah bulat. Dia tidak akan melanjutkan hubungan itu dengan Hendra.
" Mas, ijinkan aku pergi! Maaf, aku tidak bisa menikah dengan kamu." ucap Winda sambil berusaha keluar dari ruangan itu. Namun Hendra begitu kuat menahan tangannya.
Hendra kembali menatap Winda seperti memohon. Dia ingin kembali lagi seperti semula. Sikap Winda seperti ini seperti batu es yang beku. Sikap nya dingin membuat sakit nya sampai menusuk ke jantung.
Dalam. diam, Winda mulai berkaca- kaca matanya karena melihat Hendra yang belum rela melepasnya.
" Apakah kita putus, Win? Apakah kamu akan menyerah dengan hubungan ini? Bukankah aku sudah meminta maaf kepada kamu? Harus apa lagi supaya kamu bisa memaafkan aku dan kembali lagi seperti dulu. Winda! Winda sayang!" ucap Hendra lirih dengan suara bergetar.
" Katakan!" kata Hendra dengan suara sedikit keras hingga Winda terkejut dibuat nya.
Perasaan Hendra saat ini antara sedih, marah menjadi satu. Pelan- pelan tangan itu dilepaskan nya. Hendra terdiam dengan keangkuhan Winda. Hendra akhirnya putus asa. Kini dirinya hanya menatap langit- langit ruangan itu. Mendongak ke atas supaya air mata nya jangan sampai terjatuh. Hatinya sakit dan sedih. Haruskah dirinya kehilangan Winda. Benar-benar kehilangan Winda?
Winda mulai melangkah keluar ruangan itu tanpa suara. Dirinya sebenarnya tidak sanggup di situasi seperti itu. Namun dirinya sungguh sudah bulat membuat keputusan. Tidak akan melanjutkan hubungan nya dengan Hendra.
__ADS_1
Hendra membalikkan tubuhnya menatap punggung Winda sampai tidak terlihat lagi dimatanya. Baginya ini membuat sakit. Dua kali dia dalam kekecewaan karena selalu ditinggalkan oleh wanita.
" Ya Tuhan! Winda! Kamu sungguh jahat!" kata Hendra pelan sambil mengusap wajahnya.