Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADU KU 2 (EPISODE 32)


__ADS_3

Jelita sudah kembali dibawa pulang ke rumah. Saat ini, Jelita sudah berada di rumah kediaman Hendra. Sampai saat ini Hendra belum juga kembali ke rumah.


Sesuatu pesan dari Hendra kepada asisten rumah tangga nya beserta Galuh, dia pindah kamar di kamar tamu. Jadi segala baju dan segala perlengkapannya dipindahkan di kamar tamu di rumahnya. Sedangkan di kamar utamanya diperuntukkan oleh Jelita ditemani oleh perawat atau yang menjaga Jelita.


Galuh secara pribadi memahami betul akan perasaan abangnya itu. Tidak mudah jika harus mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh istrinya, Jelita berhadap dirinya itu.


Ketika Jelita mengetahui barang- barang milik suaminya sudah tidak ada di dalam kamar utama itu, Jelita merasakan hatinya teriris dan sakit. Satu pertanyaan kala itu.


" Kenapa barang- barang, baju, dan semuanya kepunyaan suami aku dibawa keluar? Mau dibawa kemana?" tanya Jelita kala itu.

__ADS_1


" Bapak minta dipindahkan ke kamar tamu, bu. Bapak berencana tidur ke kamar tamu itu jika nanti bapak pulang dari luar kota." jawab asisten rumah tangga di rumah itu. Jelita seketika sedih dan hatinya merasa pedih.


" Apakah suami aku belum memaafkan aku?" pikir Jelita. Air matanya kembali keluar dari sudut matanya.


"Aku wanita yang menjijikkan bagi Bang Hendra. Aku wanita yang tidak pantas dimaafkan oleh Bang Hendra." gumam Jelita sambil menyesali kesalahan nya.


" Sabar bu! Ibu harus sabar supaya ibu cepat pilih dan bisa kembali beraktifitas kembali." kata Perawat itu selalu memberikan semangat bagi Jelita ketika sering putus asa.


" Bahkan aku sudah tidak bisa berjalan. Ingin ke kamar mandi sendiri saja tidak bisa. Kamu yang selalu membantu aku. Aku wanita yang sudah tidak berguna. Aku sudah tidak pantas menjadi istri dari bang Hendra. Apalagi aku sudah berbuat dosa besar kepadanya. Aku sudah berbuat salah kepada suami aku yang selalu baik terhadap aku. Akulah yang selalu berulah. Aku istri pembangkang." kata Jelita.

__ADS_1


" Kamu tahu? Sebelum kecelakaan itu terjadi, aku bertengkar hebat dengan suami aku hingga aku kabur dan minggat dari rumah ini. Kamu tahu, aku minggat kemana? Aku bersenang- senang dengan laki-laki yang sudah menjadi selingkuhan aku. Bersama laki-laki itu aku bermain dan bercinta dengannya. Aku mabok- mabokan dan menghabiskan malam panjang bersama nya. Bahkan laki-laki itu adalah sahabat dekat dari suami aku. Aku sangat jahat. Aku banyak melakukan salah terhadap suami aku." cerita Jelita. Perawat itu mendengar nya tanpa memberikan komentar.


" Aku istri yang tidak berguna. Aku istri yang selalu membangkang dan membantah keinginan suami." ucap Jelita kini ia meraung-raung dan menangis histeris. Menyesalinya semua yang sudah ia lakukan.


" Suamiku tidak memaafkan aku. Kesalahan aku mungkin bagi suami aku sudah tidak bisa dimaafkan lagi." kata Jelita.


" Tapi kenapa aku dihukum seperti ini? Aku tidak bisa berlari dan menghindari semua ini. Jika aku bisa memilih, aku akan memilih kematian itu dibandingkan harus merasakan kepahitan sakit dan di diam kan oleh suami aku ini." ucap Jelita.


" Jangan begitu, bu. Mungkin saja ini penebusan dosa dari semua perbuatan yang ibu lakukan sebelum nya. Ibu masih diberi kesempatan untuk bertaubat dan minta maaf kepada orang-orang yang sudah ibu sakiti dan khianati. Ibu seharusnya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk ini." sahut perawat itu dengan lembut. Jelita sesaat terdiam dan kembali merenungi semua nya.

__ADS_1


__ADS_2