
Winda dan Surya sudah bersiap untuk pergi ke kediaman Pak Hartono dan Bu Hartini. Ada beberapa tas travel yang dibawa oleh mereka. Surya sudah mulai bertekad untuk membantu papa nya di perusahaan yang dirintis keluarga nya.
Surya dan Winda sudah tiba di kediaman Pak Hartono dan Bu Hartini. Taksi itu berhenti di depan gerbang rumah mewah dan mewah berpagar besi berwarna putih. Winda mulai ragu - ragu untuk mengikuti Surya yang memencet bel masuk. Tampak nya petugas jaga dirumah itu masih tertidur. Beberapa kali, Surya memencet bel itu akhirnya ada ibu - ibu setelah baya tergopoh-gopoh membuka gerbang rumah itu yang masih tergembok.
Surya dan Winda mulai masuk setelah gerbang itu dibuka oleh ibu setengah baya itu.
" Eh Mas Surya! Selamat datang kembali kerumah mas!" ucap Bu Sumi sambil mengulurkan tangannya kepada Surya dan Winda.
" Terimakasih Bu Sumi! Papa dan mama ada?" tanya Surya sambil mengangkat tas trevel nya lalu diambil oleh Bu Sumi dan penjaga rumah itu Pak Wito.
" Terimakasih banyak Pak Wito!" ucap Surya.
" Mas Surya masih tetap ganteng yah?" kata Pak Wito.
" Mana ada! Saya sudah tua pak!" sahut Surya merendah.
" Lebih tua mana bapak atau Mas Surya?" tanya Pak Wito.
" Hehehe!" Surya terkekeh mendengar ucapan Pak Wito.
" Bu Sumi! Bagaimana kabar nya?" tanya Surya.
" Saya baik - baik saja Mas!" jawab Bu Sumi.
" Syukurlah! Bu Sumi masak apa pagi ini?" tanya Surya.
" Masak Rendang daging dan sayur asem Mas!" jawab Bu Sumi.
" Oh mantab itu! Bu Sumi minta tolong buatin sambel trasi yang pedes yah!" minta Surya.
" Oh masih suka sambel trasi ya mas?" tanya Bu Sumi.
" Masih dong! Sambel trasi buatan Bu Sumi paling mantab pedesnya!" sahut Surya.
" Baik! Nanti saya buatkan Mas!" ucap Bu Sumi.
" Iya terima kasih banyak! Bu Sumi ingat istri saya tidak?" tanya Surya.
" Masih ingat wajahnya, tapi namanya lupa mas!" jawab Bu Sumi.
" Kenalan lagi dong! Bidadari aku ini paling cantik sedunia!" ucap Surya.
" Iyalah mas!" sahut Bu Sumi.
__ADS_1
" Mbk?" ucap Bu Sumi sambil mengulurkan tangannya ke Winda.
" Saya Winda Bu!" ucap Winda sambil mengulurkan tangannya ke Bu Sumi dan Pak Wito.
" Oke! Saya masuk Bu Sumi! Minta tolong buatin saya kopi hitam dan juz jeruk yah!" perintah Surya.
" Iya mas! Siap! Kamar mas Surya sudah saya bersihkan kemarin. Ibu kemarin sudah memerintahkan ke saya untuk membersihkan nya." cerita Bu Sumi.
" Iya Bu! Terimakasih banyak! Saya masuk ke dalam Bu Sumi." ucap Surya sambil menarik tangan Winda yang ragu - ragu untuk masuk ke dalam rumah yang besar dan mewah itu.
Surya mengajak Winda masuk kedalam kamar pribadi nya. Kamar itu masih belum berubah dan tata letak isi kamar itu masih tetap sama. Beberapa foto waktu pacaran antara Winda dan Surya pun masih ada di kamar itu. Surya dan Winda tersenyum melihatnya foto ketika mereka masih pacaran.
" Apa yang ada dalam pikiran kamu Winda? Melihat foto kita ini?" tanya Surya sambil memeluk Winda dengan kasih.
" Geli saja! Padahal sudah dari pacaran kita tidak disetujui oleh papa dan mama kamu. Akhirnya kita pacaran dengan sembunyi - sembunyi. Dulu aku pernah di beri tawaran untuk meninggalkan kamu mas, dengan uang segepok yang tidak pernah aku miliki. Tetapi karena aku sangat mencintai kamu dan kamu memang berjuang untuk mencapai tujuan kita untuk menikah, akhir nya aku bertekad menolak segala tawaran papa dan mama kamu." cerita Winda.
" Terimakasih atas pendirian kamu yang kuat untuk bersama aku." sahut Surya.
" Hah? Tapi itu dulu bukan? Sekarang papa dan mama kamu menginginkan kita kembali. Semoga saja mereka menerima aku sebagai menantu mereka." ucap Winda.
" Iya amin! Aku harap papa dan mama berubah. Tetapi kalau sikap mereka belum baik kepada kamu, kamu harus bersabar ya sayang!" ucap Surya.
" Iya mas! Betapa susah nya hidup dengan mertua yang tidak menyukai mantunya." sahut Winda.
" Kamu pasti bisa sabar menghadapi papa dan mama aku sayang! Demi aku dan anak kita!" ucap Surya.
" Terimakasih sayang!" sahut Surya.
Tidak berapa lama kemudian, pintu kamar Surya di ketuk. Surya dengan cepat membuka pintu kamar itu.
" Eh ada apa Bu Sumi?" tanya Surya.
" Minuman nya di letakkan dimana mas?" tanya Bu Sumi sambil membawa minuman yang di pesan Surya.
" Eh letakkan diatas meja kamar saya saja Bu!" jawab Surya.
" Oh iya! Permisi!" ucap Bu Sumi sambil masuk ke kamar Surya dan meletakkan dua gelas itu di atas meja.
" Oh iya mas! Tas nya saya masukkan sekalian ya!" ucap Bu Sumi.
" Iya Bu! Terimakasih banyak!" sahut Surya.
Tidak berapa lama kemudian, Bu Sumi masuk kembali dengan mendorong tas travel punya Surya dan Winda.
__ADS_1
" Terimakasih Bu Sumi!" ucap Surya lalu menutup kembali pintu kamarnya.
" Winda!" panggil Surya.
" Iya mas!" sahut Winda sambi mendekati Surya.
" Ini diminum juz jeruk nya!" kata Surya.
" Hem! Seger!" ucap Winda sambil meminum juz jeruk itu.
" Kita istirahat dulu Win! Papa dan mama masih di dalam kamar. Biasanya nanti siang,mereka baru keluar kamar untuk makan siang." ucap Surya.
" Iya Mas!" sahut Winda.
" Kamu ingin lihat acara tv apa?" tanya Surya sambil menghidupkan televisi yang ada di dalam kamar Surya.
" Apa saja yang penting seru!" jawab Winda.
" Bagaimana kalau kita buat acara sendiri?" tanya Surya sambil memeluk erat Winda.
Winda tersenyum melihat tingkah laku Surya yang mulai nakal. Winda mulai melingkarkan tangannya ke leher Surya.
" Mas! Aku lapar!" ucap Winda.
" Eh? Ya Ampun! Aku lupa kalau kamu sedang hamil." ucap Surya.
" Hehehe!" Winda tersenyum manis.
" Aku ambilkan makanan untuk kamu yah?" ucap Surya.
" Hem! Tidak bagus juga makan di dalam kamar mas!" kata Winda.
" Oh ho! Kalau begitu ayolah ke meja makan! Biar Bu Sumi menyiapkan makanan untuk kamu!" ucap Surya.
" Aku gak mau makan sendiri mas! Kamu juga harus makan!" kata Winda
" Iya! Aku juga mau makan bersama kamu!" ucap Surya.
" Ayo sayang! Adek bayi dalam perut kamu jangan sampai kelaparan." ucap Surya.
Winda mengikuti Surya menuju meja makan. Surya menyuruh Bu Sumi menyiapkan makanan untuk disantap. Surya tersenyum melihat Winda yang dengan lahap nya memakan menu yang sudah disiapkan oleh Bu Sumi.
" Pelan - pelan sayang!" ucap Surya.
__ADS_1
" Hem! Enak sambel trasi ya mas! Jadi mau nambah - nambah makannya." kata Winda.
"Iya! Sambel trasi Bu Sumi memang paling enak!" sahut Surya sambil menguyah makanan yang sudah ada di mulut nya.