Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
CERITA AMIN BERSAMA DUA ISTRINYA


__ADS_3

Dalam cerita novel ini masih ingat bukan nama Amin, teman Surya ketika masih STM dahulu? Cerita Amin di awal episode. Satu episode atau mungkin dua episode, saya akan mengupas kehidupan Amin sebentar saja.


Saat ini, Amin sudah menikah dan memiliki dua istri. Istri pertama memiliki lima orang anak sedangkan istri keduanya atau istri mudanya tidak mempunyai anak.


Amin saat masih bekerja menjadi laki-laki pemuas wanita- wanita kesepian atau Tante girang, sudah menikah dengan Fifi. Karena kebutuhan ekonomi yang semakin sulit, Amin memutuskan untuk melakukan tindakan pintas menjadi pemuas nafsu tante- tante kesepian. Dengan melakukan pekerjaan itu, Amin bisa memberikan istri dan anak-anaknya kehidupan yang lebih baik tidak kekurangan lagi.


Seiring berjalannya waktu, Amin dipertemukan oleh seorang janda yang cukup kaya raya yang memerlukan jasa pelayanan nya. Amin dengan tangan terbuka menerima pekerjaan itu melayani janda kaya raya. Janda itu bernama Zenni. Akhirnya, Zenni meminta Amin untuk menikahi dirinya dengan iming-iming kehidupan Amin beserta keluarga nya akan hidup mewah dan serba kecukupan. Memang Zenni ini memiliki banyak usaha-usaha yang dijalankan nya.


Akhirnya Amin memberanikan dirinya berbicara dengan istrinya yaitu Fifi. Fifi sanggat terkejut dengan apa yang disampaikan oleh suaminya itu. Bahwasanya Amin meminta ijin untuk menikah kembali dengan seorang janda yang memiliki banyak harta. Fifi yang saat itu sudah memiliki anak lima, dengan berat hati akhirnya mengizinkan Amin menikahi janda kaya itu, yaitu Zenni.


Zenni memiliki paras yang cantik. Dengan uang yang dimiliki nya, Zenni bisa melakukan apa saja untuk merawat dirinya. Fifi akhirnya berkenalan dengan Zenni. Zenni pun memberikan penawaran supaya Fifi dan anak-anak nya pindah di rumah nya yang super megah bak istana. Dengan persetujuan dan ijin suaminya, Amin Fifi dan anak-anak nya satu atap dengan Zenni.


Amin, Fifi dan kelima anaknya hidup mewah dengan mengandalkan harta kekayaan yang dimiliki oleh Fifi. Suatu ketika antara Fifi dan Zenni terlihat mengobrol berdua di dalam kamar Zenni. Saat itu Zenni sedang demam dan Fifi dengan kerelaan hati memijit dan mengerok badan Zenni.


" Badan kamu bagus, Zen! Kamu sangat seksi dan kulit kamu terlihat lebih muda." ucap Fifi sambil memijit badan Zenni.


" Ah mbk Fifi bisa saja. Badan mbak Fifi juga bagus dan montok kok." sahut Zenni.


Zenni ini memang memiliki pribadi yang rendah hati terlepas dari itu semua kehidupan nya yang glamor dan bebas. Zenni sangat peduli dengan kawan-kawan dekatnya maupun keluarga nya yang sangat memerlukan bantuan nya. Zenni suka membantu sesama. Setiap bulannya, Zenni selalu ada kunjungan ke tempat panti asuhan. Zenni berpikir, kekayaan dan hartanya yang ia miliki ada hak untuk mereka yaitu fakir miskin, anak yatim, janda yang membutuhkan.


" Mbak Zenni kenapa mau menikah dengan Mas Amin. Padahal Mas Amin tidak punya banyak harta dan pekerjaan yang bisa diandalkan." ucap Fifi.


" Karena aku menyukai Mas Amin! Dan lagi pula kalau aku tidak menikah dengan Mas Amin, aku jadi tidak bisa mengenalmu bukan?" kata Zenni.


" Mungkin saja ini sudah jalan kita ya Mbak. Menjadi istri-istri nya Mas Amin." ucap Fifi.

__ADS_1


" Hehehe. Apakah kamu masih ada perasaan cemburu jika Mas Amin mendatangiku?" tanya Zenni kepada Fifi.


" Awal-awal nya aku sangat cemburu sekali. Sakit hati mungkin saja, iya. Iri hati pun muncul, apalagi Mbak Zenni sudah cantik, body bagus, kaya raya dan bisa menyenangkan Mas Amin. Mbak Zenni baik dan tidak sombong seperti orang- orang yang banyak duitnya itu." kata Fifi.


" Begitu yah! Jangan khawatir, aku tidak akan memonopoli Mas Amin. Mas Amin juga harus memperhatikan kamu dan anak-anak kita juga." sahut Zenni.


" Anak-anak kita?" tanya Fifi.


" Iya! Itu anak- anak kamu dengan Mas Amin. Anak kamu, anak aku juga kan? Walaupun aku adalah ibu tirinya." jawab Zenni.


" Mbak Zenni! Beruntung sekali aku memiliki madu seperti, mbak Zenni." sahut Fifi sambil memeluk tubuh Zenni yang masih belum berbaju itu.


" Eh? Banyak minyak urut di badanku, mbak!" sahut Zenni.


" Tidak apa-apa! Tubuh Mbak Zenni harum dan wangi. Mas Amin pasti sangat bahagia memiliki istri seperti, mbak Zenni." kata Fifi.


" Kenapa begitu mbak. Aku tidak seperti itu!" kata Fifi.


" Kamu tahu Mbak! Istri pertama yang memberikan ijin suaminya untuk menikah kembali itu, bagi aku dia adalah wanita yang kuat dan tangguh. Dia adalah wanita yang sabar tidak mengedepan kan egonya. Walaupun sebenarnya wanita itu memiliki kecemburuan dan tidak ingin berbagi dengan suaminya." ucap Zenni.


" Aku tahu dan sangat memahami perasaan, Mbak Fifi saat kami melangsungkan pernikahan itu. Mungkin hati Mbak Fifi sanggat hancur dan kecewa. Tetapi mbk Fifi bisa menyembunyikan semua kesedihan itu, tatkala suami mbk Fifi menikah kembali dengan aku." kata Fifi.


" Iya, mbk! Saat itu dunia seperti runtuh. Betapa aku sebagai seorang wanita seperti teraniaya. Aku berpikir, apa yang kurang dari diriku sehingga suamiku ingin menikah kembali." ungkap Fifi.


" Maafkan aku, mbak Fifi. Semua itu karena aku yang minta mas Amin untuk menikahi aku. Aku tidak ingin kami terus menerus melakukan perzinahan itu." ungkap Zenni.

__ADS_1


Fifi terdiam dan memahami betul pekerjaan apa yang dilakukan oleh suaminya itu setelah Fifi memiliki anak ke empatnya. Awal dia mengetahui pekerjaan suaminya yang sebenarnya, Fifi ingin cerai dan minta lepas dari suaminya. Betapa tidak? Sekian banyak pekerjaan yang ada di bumi ini, kenapa suaminya memilih pekerjaan itu. Pekerjaan yang berbagi suami dengan wanita yang kesepian dan haus akan sentuhan lembut lelaki.


" Mbk Fifi! Mbak melamun yah?" tanya Zenni.


" Oh tidak! Aku sangat berterima kasih dengan mbk Zenni. Jika tidak menikah dengan Mbk Zenni, mungkin saja mas Amin masih gonta-ganti dengan wanita lain. Dengan menikah dengan Mbk Zenni, Mas Amin jadi stop dengan kerjaan nya dan mulai mengelola usaha- usaha yang dimiliki mbak Zenni. Aku sangat beruntung dan Mas Amin pun pasti sangat bersyukur bisa terlepas dari pekerjaan kotornya." kata Fifi.


" Jadi kamu mengetahui semua pekerjaan yang dilakukan suami kamu, dahulu?" tanya Zenni sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Fifi hanya diam tapi kepalanya mengangguk pelan.


" Astaga! Kamu bisa menjalani kehidupan rumah tangga seperti itu? Dan Mas Amin pun dengan terang- terangan menceritakan tentang semua itu kepada kamu." kata Zenni.


" Karena aku memergoki Mas Amin saat kencan dengan wanita setengah baya, yah umurnya kurang lebih 50 tahunan di sebuah hotel. Saat itu aku sudah memiliki 4 anak dari Mas Amin. Karena aku penasaran dengan pekerjaan Mas Amin yang selalu jarang pulang ke rumah, aku diam-diam membuntuti Mas Amin. Akhirnya aku mengetahui semua yang dilakukan Mas Amin dibelakang ku." cerita Fifi.


" Kalian berantem hebat dong!" tanya Zenni.


" Tidak! Aku hanya bisa diam! Mas Amin menjelaskan semuanya kepadaku. Akhirnya mau tidak mau aku hanya bisa ridlo saja. Setelah kejadian itu, dan aku mengetahui pekerjaan apa yang dilakukan Mas Amin, aku tidak banyak menuntut untuk nafkah batinku. Jujur, aku merasa jijik dengan Mas Amin ketika aku mengingat pekerjaan apa ya.g dilakukan Mas Amin." cerita Fifi.


" Ya ampun! Kamu sungguh wanita yang sabar yah! Masih bisa bertahan dengan rumah tangga kalian." sahut Zenni.


" Aku hanya memikirkan anak-anak ku saja, mbk Zenni. Aku wanita rumahan yang tidak memiliki banyak keahlian. Kalau aku bekerja, anak-anak ku siapa yang akan menjaganya? Akhirnya aku memilih bertahan saja. Karena aku melihat, Mas Amin selalu bertanggung jawab kepada istri dan anaknya walaupun uang yang dihasilkan dari cara yang tidak benar. Mas Amin begitu menyayangi anak-anaknya dan dengan aku juga." cerita Fifi.


" Iya kalau soal itu aku paham. Mas Amin memiliki sifat yang penyayang dan penuh tanggung jawab. Hal itu lah yang aku sukai, makanya aku menyukai Mas Amin dan ingin menikah dengan nya. Terlepas masa lalunya yang kurang baik dengan pekerjaannya. Bagiku manusia bisa merubah jalan kehidupan nya bukan? Manusia yang baik tidak ditentukan juga dengan pekerjaannya." ucap Zenni sesuai pemikiran nya.


" Iya mbak Zenni. Terimakasih banyak, Mbk Zenni bisa merubah kami ke kehidupan yang lebih baik, terutama Mas Amin. Mas Amin saat ini sudah menjadi suami kita yang bertanggung jawab menafkahi dua istri dan kelima anaknya." kata Fifi.

__ADS_1


( Satu episode saja, cerita Si Amin, teman Surya ketika STM dulu.)


Tulisan lagi di luar kota.


__ADS_2