
Di rumah kediaman Pak Hartono.
Sore hari di rumah kediaman Pak Hartono, sudah ramai berkumpul beberapa orang dari kolega perusahaan di bidang konstruksi dan juga anggota keluarga besar Pak Hartono. Di sana tentu saja sudah ada Intan bersama Andrie yang ikut bergabung di acara tersebut. Acara santai, ramah tamah disertai pembicaraan bisnis terjadi di sana. Dengan berbagai ragam makanan dan minuman telah tersaji di atas meja, selain itu ada bagian barbeque an di sediakan di sana.
Winda bersama Wisnu pun juga ikut meramaikan acara keakraban dan makan- makan itu. Entah apa maksud Pak Hartono mengundang beberapa orang-orang untuk sekedar makan- makan saja. Memang pada akhirnya pembicaraan akan mengacu pada bisnis jika sudah bertemu dengan orang yang berkutat soal dunia bisnis.
Intan dan Andrie saat ini sedang barbeque an. Andrie yang menyukai Jagung bakar itu begitu semangat membakar jagung lengkap dengan bumbu pedasnya. Sedangkan Intan sendiri pecinta daging pun juga sedang menunggu hasil bakaran dagingnya lebih empuk dan matang.
Senyum dan tawa melimpah ruah di tempat itu. Yang awalnya mereka tidak begitu akrab dengan yang lain pada akhirnya menjadi lebih dekat dan saling mengenal. Demikian juga dengan Bu Hartono yang sibuk beramah tamah dengan istri- istri dari pengusaha dan juga memegang saham itu. Sesekali saling bercanda berusaha menjodohkan dengan putra maupun putrinya. Winda dan Wisnu duduk tidak jauh dari tempat Intan yang sedang membakar daging nya.
Pak Hartono saat ini sedang berbicara dengan pengusaha muda dan sukses dalam mengelola perusahaan turun temurun dari keluarga nya. Dia bernama Ananda Haidar. Ananda Haidar datang bersama ayah dan mama nya. Dengan penuh canda mereka akhirnya memojokkan Haidar yang sampai saat ini belum juga menikah. Ayah nya Haidar sesekali menggoda putranya itu dengan menunjukkan beberapa gadis- gadis putri dari kolega nya itu yang datang ikut meramaikan acara santai dan makan- makan itu.
__ADS_1
" Ayolah Haidar! Diantara cewek-cewek itu adakah yang masuk dalam Syarat dan kriteria kamu nak?" goda ayah Haidar bersama Pak Hartono. Haidar malah tersenyum saja.
" Kalau boleh tahu, Haidar saat ini berumur berapa pak?" tanya Pak Hartono kepada ayah Haidar.
" Oh Haidar masih berumur 12 tahun Pak, belum aqil baliq karena masih takut dengan lawan jenis nya." jawab ayah Haidar dengan bercanda.
" Saya sudah 30 thn om! Ayah, jangan begitu! Setelah ini, sebentar lagi akan aku kenalkan calon menantu ayah dan ayah segera mendapatkan cucu." kata Haidar serius namun tetap tersenyum.
" Iya benar nak Haidar! Kami tunggu hari bahagia itu , dimana kamu sudah bersanding dengan wanita yang nak Haidar cintai." ucap Pak Hartono menimpali.
" Aamiin, doakan saja om!" kata Haidar akhirnya serius.
__ADS_1
*******
Haidar mulai mengambil hidangan yang tersaji di atas meja panjang itu. Lalu mencari tempat duduk dan mulai menikmati makanan yang sudah dia ambil.
" Permisi mbak! Boleh saya duduk di sini?" kata Haidar langsung duduk sebelum di iyakan oleh wanita uang duduk bersama anak kecil itu. Iya, wanita itu adalah Winda yang sedari tadi duduk bersama Wisnu sambil menikmati hasil barbeque an yang dibikinkan oleh Intan dan Andrie.
" Silakan Pak!" sahut Winda. Haidar yang mendengar dirinya dipanggil pak rasanya ingin protes saja.
" Oh iya, panggil saja saya Haidar, mbak! Lagi pula saya juga belum terlalu tua untuk di panggil ' pak' bukan?" ucap Haidar sambil meminum juz apel yang ia ambil di meja tadi.
Winda hanya tersenyum mendengar Haidar yang memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
" Oh baiklah, maaf! Apakah Mas Haidar itu dirut perusahaan konstruksi Adi unggul yah?" tanya Winda menebak. Namun Haidar hanya tersenyum saja.