Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
YUSLITA DATANG?


__ADS_3


Semesta ini akan terasa indah ketika hati sedang diliputi kebahagiaan. Berbeda tatkala hati sedang gundah gulana, terasa mencekam dan penuh kesunyian. Bukankah gembira itu ada dalam hatimu. Jadi ingat! Jangan lupa untuk selalu bahagia ketika air mata menetes di ujung mata. Karena kita bisa merasakan kenikmatan bahagia itu karena kita pernah mengalami kesedihan.


" Turun! Mau tidur di mobil?" kata Bang Hendra ketus ketika mereka sudah tiba di rumah.


" Oke! Aku langsung pulang saja!" sahut Andrie sambil keluar dari mobil milik Bang Hendra.


" Kamu yakin, tidak bermalam disini saja." ucap Galuh.


" Tidak apa-apa! Aku sudah tidak mengantuk kok." kata Andrie.


" Eh? Bukankah itu Yuslita, bang?" teriak Galuh yang melihat Yuslita duduk di teras rumah mereka.


" Gila! Jam berapa ini, masih ada cewek yang bertamu di rumah kalian." kata Andrie sambil tersenyum menggoda Hendra.


Hendra terdiam dan jadi berubah ekspresi nya menjadi muram. Wajah nya ada keterkejutan dan ada juga kemarahan. Sudah bertahun-tahun tidak melihat sosok Yuslita dan kabar dia, tetapi kini Yuslita datang secara tiba-tiba.


" Siapa?" tanya Andri sambil berbisik pelan ke Galuh.


" Mantan pacar bang Hendra!" jawab Galuh pelan. Hendra memalingkan wajahnya dan berusaha menyembunyikan keterkejutan nya.


" Galuh! Tolong urus wanita itu! Tanyakan kenapa dia tiba-tiba datang kemari. Abang capek, mau istirahat dulu." kata Hendra sambil berjalan masuk ke pintu utama rumah mereka dan melewati Yuslita yang sedari tadi duduk menunggu kedatangan si pemilik rumah.


" Eh? Bang Hendra!" teriak Galuh sambil menatap ke arah Andrie.


" Ya sudahlah! Aku pulang dulu, Say!" kata Andrie sambil memberikan tangannya ke Galuh untuk bersalaman.


" Iya hati- hati!" ucap Galuh sambil melepas kepergian Andrie. Andrie segera masuk kedalam mobilnya yang terparkir di depan pagar rumah dan mulai melaju meninggalkan tempat itu.


Kini Galuh mulai mendekati Yuslita yang sedari tadi diam di kursi teras rumah itu.


" Mbak Yuslita! Bagaimana kabar nya? Sudah lama menunggu ya?" sapa Galuh sambil menjabat tangan Yuslita.

__ADS_1


" Kurang baik, Galuh! Lumayan lah hampir satu jam an Menunggu. Maaf aku datang tanpa memberikan kabar kepada kalian. Aku sangat terdesak. Jadi aku beranikan datang kemari untuk meminta bantuan ke kalian." kata Yuslita.


" Ada masalah apa mbak?" tanya Galuh penasaran.


" Hem? Bolehkah aku bermalam disini, satu hari saja." kata Yuslita sedikit memohon.


" Ya sudahlah! Kita masuk ke dalam dahulu. Mbk Yuslita bisa menceritakan semua nya di dalam." ucap Galuh sambil mengajak Yuslita masuk ke dalam rumah.


" Duduk dulu mbk! Kenapa pak satpam tidak memberi kabar ke kami, kalau ada tamu dari Bandung." kata Galuh.


" Maaf! Aku yang melarangnya. Aku ingin membuat kejutan kalian. Hehehe." sahut Yuslita.


" Selamat yah, Mbak Yuslita sudah membuat jantung kami terkejut apalagi Bang Hendra. Mbak lihat kan, betapa terkejutnya bang Hendra ketika melihat Mbak Yuslita sudah duduk di teras rumah kami." kata Galuh.


" Hehehe maaf! Aku khawatir, kalau satpam memberi kabar kalau aku yang datang, takutnya Bang Hendra tidak mau pulang ke rumah." ucap Yuslita.


" Kalau tidak pulang ke rumah, bang Hendra mau ke mana lagi rupanya?" tanya Galuh.


" Mungkin saja menginap di hotel. Bukankah anak sultan sah- sah saja melakukan apa saja?" jawab Yuslita.


" Belum! Hehe." jawab Yuslita sambil terkekeh.


" Jadi? Mau makan dulu atau cerita dulu?" tanya Galuh.


" Santai saja, Galuh! Maaf jadi merepotkan kamu." ucap Yuslita.


*******


" Jadi maksud kedatangan mbak Yuslita kemari, ada perlu apa?" tanya Galuh hati-hati.


" Sebelum nya aku minta maaf, Galuh. Seharusnya kamu sudah istirahat malam ini, dan sekarang kamu jadi begadang begini gara-gara aku." ucap Yuslita.


" Ya sudahlah tidak apa-apa! Katakan saja, mbak Yus!" ujar Galuh.

__ADS_1


" Begini, Galuh. Aku saat ini sedang mengalami masalah keuangan. Dan aku lagi proses cerai dengan suamiku karena KDRT. Aku perlu pinjaman dana untuk melancarkan proses perceraian ku. Kamu tahu bukan, suami aku tidak akan membiarkan aku lepas dari genggaman nya begitu saja." cerita Yuslita.


" Mbak Yuslita mau cerai? Kenapa?" tanya Galuh.


" Aku sudah tidak bisa mempertahankan pernikahan ini. Suamiku ringan tangan, aku sungguh tidak kuat, Galuh. Selain itu, omongannya juga kasar..Aku sebagai wanita sungguh tidak dihargai nya." cerita Yuslita.


" Tapi bagaimana dengan anak-anak kamu,Mbk?" tanya Galuh kepo.


" Anakku saat ini aku titipkan ke orangtuaku. Dari suamiku aku memiliki satu anak laki-laki." cerita Yuslita.


" Hadeuh kenapa saat ini lagi demam perceraian yah?" tanya Galuh yang tidak mengharapkan jawaban dari Yuslita.


" Sebenarnya aku ingin bertahan dan kuat dengan pernikahan ku, tapi aku mengaku menyerah, Galuh. Aku sudah tidak sanggup menghadapi suami aku yang kasar. Selain itu, yang tidak bisa aku terima adalah dia ternyata memiliki kelainan seksual." cerita Yuslita.


" Apa? Maksud nya?" tanya Galuh penasaran.


" Maaf! Ini terlalu pribadi jika aku ungkapkan tetapi kamu bisa mengira-ngira nya sendiri. Yang pasti suami aku sangat kasar dari omongan dan perilaku." cerita Yuslita.


" Hoaam! Ya sudahlah! Bagaimana kalau kita lanjutkan besok saja mbk. Besok aku harus ngantor. Jangan khawatir, aku akan membantu, Mbak Yuslita." kata Galuh akhirnya.


" Ayolah mbk! Mbak Yuslita sementara tidur di kamar tamu yah." kata Galuh sambil mengajak Yuslita beristirahat di kamar tamu.


" Terimakasih banyak, Galuh. Maaf aku merepotkan kalian." kata Yuslita.


" Tidak apa-apa, Mbak Yuslita. Kita dahulu pernah dekat. Aku tahu saat ini, Mbak Yuslita lagi mengalami masa-masa sulit dan bagi aku KDRT itu masalah yang serius Mbk." kata Galuh sambil membuka kamar tamu untuk istirahat.


" Ini kamarnya, Mbak Yus. Istirahat lah dahulu Mbak. Mbak Yuslita perlu tenang dan jangan stress dengan situasi yang mbak hadapi." kata Galuh.


" Iya Galuh. Terimakasih banyak atas pengertiannya. Sampaikan maaf ku terhadap Bang Hendra, jika kedatangan ku kemari masih membuat hatinya sakit karena dahulu aku meninggalkan nya." kata Yuslita.


" Iya Mbak Yuslita. Nanti saya sampaikan ke Bang Hendra. Besok juga Bang Hendra mau menemui Mbk Yuslita. Aku kenal betul Bang Hendra. Dia tidak akan sampai hati membiarkan orang yang dahulunya dia cintai, menderita dan menangis." kata Galuh membuat tenang Yuslita.


" Oke Mbk Yuslita! Selamat beristirahat!" ucap Galuh sambil menutup pintu kamar Yuslita.

__ADS_1


Siapa sih yang menginginkan gagal dalam membina rumah tangga? Setiap orang akan berusaha mempertahankan pernikahan sampai nenek dan kakek ataupun sampai maut memisahkan. Lain cerita jika manusia sudah menyerah ketika dihadapkan berbagai masalah dalam rumah tangga nya. Dari pasangan nya yang tidak sesuai dengan keinginan atau sudah tidak ada lagi kecocokan. Tetapi bukankah manusia tidak ada yang sempurna? Lalu apa kunci utama dalam membina rumah tangga? Jawab sendiri- sendiri saja yah! 😍😘😘.


( Semoga Tuhan memberkati kita, dalam setiap langkah dan usaha- usaha kita dan selalu dilindungi oleh Nya dari perbuatan-perbuatan yang merugikan diri dan sekitarnya. Aamiin Ya Allah.)


__ADS_2