Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
INFORMASI YANG LENGKAP


__ADS_3

Sore itu Herika diantar oleh Pak Jackie ke rumah kediaman Winda.


" Berhenti!" teriak Herika yang membuat Pak Jackie terkejut dan tiba-tiba nge rem mendadak.


" Astagfirullah, tuan muda! Untung saja, jantung ini ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kalau made in Jepang, bisa copot tiba-tiba, tuan." sahut Pak Jackie sambil mengusap dadanya.


" Maaf, Pak Jackie!" kata Herika penuh penyesalan.


" Kenapa turun disini, tuan muda?" tanya Pak Jackie.


" Iya tidak apa- apa, Pak Jackie! Biar saya jalan kaki sebentar ke rumah wanita ku itu. Lagi pula tidak jauh dari tempat ini." jawab Herika.


" Tuan Herika, yakin?" tanya Pak Jackie yang belum rela meninggalkan tuan mudanya itu.


" Pak Jackie! Pak Jackie, bisa pulang." suruh Herika.


" Lalu, kapan saya menjemput tuan muda?" tanya Pak Jackie.


" Nanti saya hubungi kalau Winda tidak menginginkan ku untuk bekerja dirumahnya." jawab Herika.


" Tuan muda! Tuan muda, yakin? Sampai segini kah untuk mendapatkan wanita itu? Tuan muda, sampai merendahkan martabat, eh harga diri.


" kata Pak Jackie.

__ADS_1


" Harga untuk mendapatkan, Winda memang mahal, Pak Jackie." sahut Herika.


" Baiklah, tuan muda! Semoga berhasil!" kata Pak Jackie.


" Amin! Oh iya, soal ini papa jangan sampai tahu yah, Pak Jackie!" ucap Herika.


" Aman, tuan muda!" sahut Pak Jackie semangat.


" Tuan muda! Hati- hati tuan muda!" tambah Pak Jackie yang melihat Herika sudah mulai berjalan menuju rumah kediaman Winda.


" Memang cinta, membuat seseorang akan berbuat nekat. Cinta akan menjadikan manusia menjadi lebih manusia. Eh?? Hehe.. tuan muda Herika! Semoga kelak bisa berjodoh dengan non Winda." kata Pak Jackie lalu menjalankan mobilnya pelan- pelan meninggalkan tempat itu.


*******


" Maaf lama yah, nunggu nya? Maklum habis pulang dari kantor. Untung saja tidak ada janjian dengan klien." kata Winda yang baru saja selesai mandi dan duduk di kursi itu.


Herika tersenyum ramah kepada Winda. Matanya tidak berkedip terpukau dengan wajah bersih dan segar milik Winda.


" Hai! Hai Herika!" teriak Winda.


" Eh?? Iya, Winda! Tidak masalah! Maaf mengganggu waktu kamu." sahut Herika.


" Tidak! Tidak kok! Oh iya, ada apa Herika berkunjung ke rumah aku?" tanya Winda.

__ADS_1


" Hem? Hem, bagaimana aku harus memulainya yah? Maksud kedatangan ku kemari, sekiranya ada lowongan pekerjaan di rumah kamu, aku berusaha ingin bekerja disini." kata Herika mulai berakting.


" Ah, Herika! Kamu jangan bercanda dong! Lulusan S3 seperti kamu, mana ada tidak punya kerjaan. Kamu selalu bercanda dan membohongi aku, Herika." kata Winda yang membuat mata Herika menjadi membulat.


" Eh? Dari mana, Winda mendapatkan informasi tentang pendidikan aku?" batin Herika.


" Ah kamu salah informasi, Winda! Aku laki-laki pengangguran sudah tiga tahun ini. Lagi pula aku hanya lulusan S1 saja kok." ucap Herika berusaha menyakinkan Winda.


" Herika! Sudahlah! Kamu jangan terus menerus berbohong padaku. Aku sudah mendapatkan informasi lengkap tentang kamu selama ini. Seorang pengusaha muda dari perusahaan XXX, penerus dari keluarga Aditama yang memiliki beberapa perusahaan besar di negara ini dan beberapa di luar negeri. Memang setelah kamu lulus S1, kamu ke luar negeri bukan dan baru beberapa hari kamu pulang ke negeri ini." kata Winda detail.


" Ehh??" Herika membulat matanya karena sangat terkejut dengan informasi yang Winda dapatkan.


" Kenapa? Jadi, maksud kamu membohongi aku itu apa, Herika?" tanya Winda.


" Eh??" Kembali Herika membulat matanya tidak mampu berkata.


" Maaf!" tambah Herika akhirnya dengan memberanikan diri menatap wajah milik Winda yang cantik itu.


" Kamu terkejut yah? Aku bisa mengetahui informasi lengkap tentang kamu?" tanya Winda.


" Kamu masih ingat Galuh, bukan? Aku mendapatkan informasi dari dia. Dia sahabat aku, Herika. Bukankah kamu dulu dekat dengan Galuh dan pernah curhat dengan nya?" desak Winda.


" Iya benar! Maaf! Tapi bukan maksud aku.... " kata Herika terhenti.

__ADS_1


" Yah, sudahlah! Aku memaafkan kamu." sahut Winda.


__ADS_2