Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 (EPISODE 5)


__ADS_3

" Aku jatuh cinta, Jelita! Kamu lah yang membuat hatiku bimbang, mencintai kamu yang sudah bersuami. Aku ingin kita menyudahi semuanya. Aku sebenarnya tidak ingin lagi mengkhianati istri aku, Intan. Namun aku pun tidak bisa menghilangkan rasa rinduku terhadap kamu ketika kita lama tidak bertemu." kata Andrie serius.


" Aku juga! Tapi aku belum bisa, tidak untuk menjumpai kamu. Maaf! Cinta kita datang disaat tidak tepat. Dan ini salah, Andrie!" ucap Jelita sambil menundukkan Kepala nya.


*******


Pulang ke rumah. Bercengkrama dengan istri melepas penat seharian bekerja. Intan, Andrie dengan manjanya tidur atas pangkuan Intan.


" Mas Andrie! Aku ingin memiliki anak. Tapi kenapa Tuhan tidak memberikan itu kepadaku. Ketika segala nya sudah aku miliki, harta yang berlimpah. Aku dan kamu sama- sama bekerja. Tetapi kenapa dari dulu Tuhan belum juga kasih kepercayaan itu semua kepada kita, mas? Apa yang salah dari aku? Seolah aku bukanlah wanita yang pantas untuk disebut dengan panggilan 'ibu'." kata Intan seolah menjadi mendramatisir keadaannya.


" Intan, sayang. Percayalah kalau sudah tiba, pasti Tuhan akan mengabulkan semua keinginan itu." sahut Andrie. Intan menghela nafasnya dengan kasar seolah betapa kesabarannya untuk menunggu datangnya suara bayi dari perutnya itu tidak kunjung terjadi.


" Kalau boleh! Bagaimana kalau kita mengadopsi anak saja mas." kata Intan mulai berpikir langkah terbaik supaya rumahnya tidak sepi lagi.


" Baiklah, nanti kita coba cari tahu masalah itu." sahut Andrie. Tidak lama ponselnya berbunyi. Panggilan masuk dari ponselnya seperti memberontak ingin segera diangkat. Andrie melihat nama yang tertera di sana. Ada sedikit senyuman terukir disudut bibirnya.


" Dari siapa mas?" tanya Intan setelah Andrie mengetahui siapa yang menghubungi dirinya.


" Dari Josep yang mengurusi bagian administrasi perhotelan." jawab Andrie masih juga belum mengangkat nya.

__ADS_1


" Kenapa belum kamu angkat mas? Nanti penting loh!" ucap Intan.


" Iya juga sih! Kalau begitu aku angkat dulu yah! Aku ke depan dulu, sayang!" kata Andrie lalu berdiri dan menjauhi Intan yang masih duduk di kursi sofa.


Sejatinya Josep adalah nama samaran yang tertera di ponsel milik Andrie. Padahal sesungguhnya adalah Jelita kekasih bayangan nya. Wanita yang sudah memiliki suami itu masih rajin berhubungan dengan Andrie. Hubungan rumit dan terlarang itu, mungkin bagi Jelita dan Andrie begitu sangat menantang. Dan membuat sensasi yang luar biasa.


" Aku kangen sekali sama kamu, Andrie! Kita ketemuan yuk!" rengek Jelita manja sekali.


" Memangnya suami kamu lagi tidak ada di rumah?" kata Andrie setelah berdiri di depan teras rumahnya.


" Tidak ada! Dia lagi sedang di luar kota." jawab Jelita dengan lantang.


" Aku tidak perduli! Kamu malah lagi enak- enakkan berdua dengan istri kamu, loh. Sedangkan aku kesepian sekali ditambah kangen berat sama kamu." ucap Jelita.


" Hahaha. Jangan cemburu dong! Kita kan sudah sepakat tidak cemburuan jika kita menunjukkan kemesraan dengan pasangan kita. Iya kan?" sahut Andrie menggoda.


" Pokoknya aku tidak mau tahu! Ayo kita ketemuan, Andrie!" rengek Jelita kembali.


" Baiklah! Kita ketemuan di hotel aku yah! Aku akan segera meluncur ke sana!" suruh Andrie.

__ADS_1


" Tapi kita mainnya jangan di ruang kerja kamu terus, Andrie! Aku ingin menghabiskan malam panjang ini di kamar hotel kamu dengan fasilitas yang oke." ucap Jelita.


" Baiklah! Nanti bisa aku kondisikan." ujar Andrie sambil berbinar membayangkan akan bergelut dengan Jelita penuh gelora.


Andrie masuk ke dalam rumah setelah sambungan telepon itu terputus.


" Intan, seperti nya aku harus ke hotel nih! Kamu tidak apa- apa kan aku tinggal malam ini?" kata Andrie dengan aksi nya.


" Kenapa? Apakah ada masalah serius di hotel?" tanya Intan.


" Ada sedikit masalah dari pengunjung hotel. Biasa ribut-ribut kecil." jawab Andrie dengan kebohongan nya.


" Kalau cuma ribut kecil kenapa kamu harus ikut turun ke sana mas?" protes Intan.


" Masalah nya yang ribut itu anak konglomerat yang memiliki pengaruh di kota ini." kembali Andrie beralasan.


" Baiklah kalau begitu! Padahal aku lagi ingin dimanja oleh kamu." kata Intan sambil cemberut.


Andrie tersenyum lalu hanya mencium dahi Intan untuk menebus rasa bersalah nya karena hendak pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


__ADS_2