Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
ROMANTIS


__ADS_3

Jikalau kamu tidak bisa menjaga lebih baik lepaskanlah. Jika kamu tidak sanggup bertanggung jawab, jangan pernah berusaha memimpin. Jika kamu tidak berani menghadapi masalah, jangan pernah hidup lagi.


"Andrie! Lusa, kamu hadir di acara pernikahan mantan kamu gak?" tanya Intan sambil memainkan matanya.


" Siapa?" tanya Andrie yang pura-pura tidak tahu bahwasanya Galuh akan menikah dengan Niga.


" Itu kekasih hati kamu, Andrie!" jawab Intan sambil memaksa untuk tersenyum.


" Bukannya kekasih aku adalah kamu, Intan? Siapa yang kamu maksud?" kata Andrie berusaha menggoda.


" Galuh! Wanita yang dahulu selalu kamu kejar- kejar." sahut Intan.


Andrie tersenyum tipis sambil melihat ke arah Intan.


" Apakah kamu masih sedih dengan pernikahan ini, Intan?" tanya Andrie dengan tersenyum getir.


" Kenapa aku harus sedih, Andrie?" ucap Intan malah berbalik bertanya.


" Iya, Galuh menikah dengan pria yang dulu kamu kejar- kejar juga kan?" jawab Andrie dengan tersenyum getir.


Kini Intan menarik nafas pelan lalu membuangnya dengan kasar.

__ADS_1


" Mungkin kita sudah berjodoh. Kita bertemu ketika kita dalam kekecewaan karena orang yang kita idam- idamkan lebih memilih yang lain. Lalu kita mulai saling melengkapi sehingga kita menjalin hubungan ini. Aku jadi memahami kamu dan kamu pun juga tahu apa yang aku rasakan. Tidak mudah untuk menghapus perasaan yang pernah melekat di hati. Walaupun itu hanya sebatas singgah dan mewarnai angan- angan kosong ini." kata Intan serius.


Andrie menyimak ucapan Intan dan membenarkan semuanya. Apa yang dirasakan Intan pun sama juga yang dirasakan nya.


" Jika, suatu hari nanti kamu diberi kesempatan jalan dan berdua dengan pria yang kamu idamkan selama ini, sedangkan kamu sudah dengan aku. Apakah kamu akan membuat pilihan, jalan dengan pria itu?" tanya Andrie dengan serius.


" Kamu sendiri, bagaimana?" ucap Intan malah balik bertanya.


" Aku akan berusaha tidak mengikuti itu. Bagaimana pun itu aku akan berusaha tidak berpaling dengan yang lain ketika aku sudah menjalin komitmen dengan kamu. Bagi aku berkhianat dan mengkhianati kamu suatu satu kesalahan jika sekali aku lakukan, akan menjadi berkelanjutan. Berkhianat itu adalah pilihan. Kesetiaan itu adalah sesuatu komitmen dalam menjalin hubungan. Entahlah jika kamu masih berharap dengan laki-laki itu, Intan." ucap Andrie serius.


" Loh, kamu kok menuduh aku seperti itu sih!" sahut Intan dengan cemberut.


" Lalu bagaimana dengan kamu? Aku ingin tahu, sikap dan tindakan kamu jika menghadapi persoalan seperti itu?" tanya Andrie.


" Itu namanya obsesi, Intan! Kamu tidak benar- benar menyukai pria itu." sahut Andrie.


" Jujur saja, kalau soal suka, aku memang menyukai pria itu. Dia masuk kriteria cowok yang aku suka. Maaf Andrie." cerita Intan.


" Tidak apa- apa!" sahut Andrie.


" Apakah Galuh juga wanita yang masuk dalam kriteria kamu?" tanya Intan.

__ADS_1


" Aku tidak ada kriteria dalam menyukai seseorang, Intan. Perasaan itu muncul dengan sendirinya tanpa aku rekayasa atau aku buat- buat. Dahulu ketika bersama Galuh, aku mendapatkan kenyamanan itu." cerita jujur Andrie.


" Lalu, bagaimana dengan aku?" tanya Intan dengan mata seolah mengintimidasi.


"Hahaha kamu mulai cemburu yah?" sahut Andrie.


" Tidak!" jawab Intan cemberut.


" Intan! Cerita dulu tidak pernah lagi kita bahas. Saat ini kita sedang menjalin hubungan dan berusaha berkomitmen bersama. Sama- sama saling mengobati luka lama. Jadi mulai sekarang kamu harus percaya aku dan aku akan mempercayai kamu." kata Andrie serius sambil memegang tangan milik Intan.


" Andrie! Terima kasih!" sahut Intan dengan mata yang teduh.


" Terimakasih untuk apa?" tanya Andrie.


" Terima kasih, karena kamu memahami aku." kata Intan.


" Kamu juga! Terima kasih Intan!" sahut Andrie seraya merengkuh tubuh Intan lalu memeluk nya erat.


" Andrie!" ucap Intan pelan.


" Iya, sayang!" sahut Andrie.

__ADS_1


" Aku.. aku tidak bisa bernafas." jawab Intan.


" Hahaha maaf!" kata Andrie seraya merenggang kan pelukannya dan kini malah mengecup kening milik Intan. Seketika Intan terkejut dengan perlakuan hangat Andrie terhadap dirinya. Intan pun akhirnya menenggelamkan Kepala nya di dada milik Andrie. Senyum itupun mulai mengembang. Keduanya mulai larut dalam suasana romantis.


__ADS_2