Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 (EPISODE 2)


__ADS_3

Rosiana? Iya, wanita yang menjadi istri kedua dari Wardhana ini sudah melahirkan satu anak, buah hati dari Wardhana dan Rosiana. Anak yang dilahirkan Rosiana berjenis kelamin laki-laki dan kini sudah besar duduk di bangku sekolah menengah pertama. Dari poligami yang dijalani oleh Wardhana selama ini memang tidak timbul masalah yang serius karena antara Rosiana dan Sarwenda tidak dalam satu atap kembali. Mungkin Wardhana sebagai suami yang beristrikan dua ini mampu mengambil hati istri- istrinya tersebut dan pandai berkata-kata manis,merayu ketika sedang merajuk.


Apalagi Sarwenda yang bertemperamen keras dan tegas bisa di luluh kan hatinya oleh Wardhana. Wardhana dengan kata-kata manis dan gaya romantis nya mampu menaklukkan dua wanita sekaligus. Sehingga Wardhana mampu mengatur dua istananya dengan dua ratu. Wardhana bak seorang raja yang jika mendatangi istana selalu disambut dan dilayani dengan baik oleh ratu nya. Kedua istrinya seolah berlomba-lomba mencari perhatian dan kasih sayang dari Wardhana. Ini sungguh membuat kebahagiaan dan kebanggan bagi Wardhana sebagai suami dari dua istri.


Rosiana yang berbagi suami dengan Sarwenda dalam hal ini dialah yang paling pengertian dibandingkan dengan Sarwenda yang merupakan istri pertama dari Wardhana. Ketika Wardhana terlalu lama di rumah Rosiana, Rosiana mengingatkan Wardhana supaya pulang ke rumah Sarwenda. Walaupun kenyataanya Rosiana lah yang mampu memunculkan gairah Wardhana dibandingkan Sarwenda.


Seperti saat ini Wardhana sudah tiga hari di rumah Rosiana. Putra nya Rosiana yang bernama Arsyil sudah masuk ke kamarnya setelah makan malam bersama. Kebersamaan keluarga itu terasa harmonis ketika mereka sedang berkumpul bareng seperti itu.


" Mas, kamu tidak kembali ke rumah Sarwenda?" tanya Rosiana sambil bergelayut manja ketika mereka sudah di dalam kamar mereka.


" Kamu tidak senang yah, jika aku mendatangi kamu? Kamu selalu saja menyuruh aku pulang ke rumah Sarwenda." protes Wardhana.

__ADS_1


" Bukan seperti itu, mas! Di rumah Sarwenda ada dua anak-anak kamu juga seperti Dahlia dan Siwa anak kandung aku. Mereka pasti juga rindu akan sosok papa nya juga." kata Rosiana.


" Mereka sudah remaja. Pasti mereka sudah mulai menyukai lawan jenisnya, jadi keberadaan papa dan mama nya sudah mulai tergeser oleh seseorang yang mereka sukai. Hehe." ucap Wardhana.


" Dan di antara mereka Arsyil lah yang paling kecil. Bukankah begitu?" tambah Wardhana.


" Kalau begitu apakah kamu tidak rindu dengan Sarwenda?" goda Rosiana.


" Aku mau bobok cepat malam ini, mas! Besok ada banyak pesanan dan harus diantar besok siang." tawar Rosiana.


" Tuh kan! Sekarang jadi alasan kan, ketika warung sudah ramai orderan kamu jadi mengesampingkan aku." protes Wardhana sambil tetap mengganggu Rosiana.

__ADS_1


Memang warung kafe yang didirikan di depan atau halaman rumah mereka saat ini sudah mulai ramai pengunjung dan sudah banyak pelanggan nya. Ditambah pesanan- pesanan mulai antri setiap harinya. Hal itu membuat Rosiana juga ikut turun tangan membantu beberapa pegawainya yang mengurusi warungnya.


" Hehehe begitu saja ngambek loh! Ya sudahlah kita mulai saja ritualnya biar aku secepatnya bisa bobok lebih awal." kata Rosiana sambil membantu melepaskan kaos oblong yang dikenakan oleh Wardhana.


Wardhana tersenyum penuh kemenangan.


" Sebelum bobok jangan lupa mandi dulu, sayang!" kata Wardhana memperingati.


" Lah, itu yang membuat aku malas kalau melakukan ritual malam- malam begini. Coba ritualnya habis subuh." protes Rosiana.


" Di kasih enak kok, ditunda-tunda!" sahut Wardhana sambil membantu melepaskan baju tidur Rosiana yang tipis.

__ADS_1


__ADS_2