Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
MELIHAT MANTAN


__ADS_3

Harus dengan cara apa aku menghilangkan titik rasa itu kepada mu. Jika titik noda itu di baju, mungkin akan lebih mudah membersihkan nya tanpa berbekas. Mungkin waktu yang akan mengobati segalanya sampai aku terbiasa tanpa hadirmu kurasa.


" Intan, ayolah sedikit cepat jalannya dong sayang." kata Andrie seraya menggandeng pinggang milik Intan. Intan hanya tersenyum dengan perlakuan manis dari Andrie terhadap dirinya.


" Iya, sayang!" ucap Intan berusaha membalas dengan penuh hangat perhatian dari Andrie.


Mereka saat ini sedang berada di sebuah hotel karena ada janji dengan klien. Hari itu Intan sengaja di ajak Andrie dalam urusan bisnis nya.


" Kamu mau makan lagi gak, sayang?" tanya Andrie kepada Intan setelah pertemuan dengan beberapa orang penting itu usai.


" Hem, aku mau Parfait." sahut Intan dengan tersenyum sambil membayangkan jenis desert yang di sebutkan.


" Ayolah!"


Kedua pasangan sejoli itu akhirnya masuk di sebuah kafe yang terdapat menu yang hendak diinginkan.


" Intan, kamu melihat apa?" tanya Andrie setelah mereka masuk ke tempat makan mewah dan duduk di pojok ruangan. Intan menatap jauh ke depan. Seperti melihat sosok yang cukup dikenalinya.

__ADS_1


" Intan!" panggil Andrie lagi yang membuat Intan menoleh ke arah Andrie.


" Eh iya." sahut Intan sambil melihat Andrie dengan pandangan yang tidak bisa dijelaskan.


" Kamu lihat apa? Seperti terkejut gitu." tanya Andrie lagi.


" Kamu ingin tahu banget atau ingin tahu sekali?" tanya Intan.


" Ingin tahu banget dan sekali." jawab Andrie sambil tersenyum.


" Astaga, bukankah itu sangat normal laki-laki jalan dengan seorang wanita. Mana tahu kekasihnya." sahut Andrie.


" Andrie, sayang! Mantan suami aku itu sudah menikah tetapi ini dia jalan bukan dengan istrinya itu melainkan dengan wanita lain. Mereka terlihat mesra sekali. Kalau teman tidak mungkin seperti itu bukan. Hem, dia hendak cek in, say." kata Intan menjelaskan.


" Intan sayang! Sudahlah jangan ikut campur urusan orang. Bukankah dia sudah menjadi mantan kamu, dan itu sudah tidak penting lagi bagimu. Yang terpenting dalam hidup kamu saat ini adalah aku. Akulah yang harus kamu prioritaskan sekarang." kata Andrie.


" Iya, tapi ini bikin aku penasaran sayang! Dimana istrinya kenapa jalan dengan wanita lain. Bukankah istrinya cantik, modis dan sangat protektif dengan nya. Ini dia bisa leluasa hendak menginap di hotel ini." terang Intan masih dengan pandangan jauh ke depan.

__ADS_1


" Sayang??" tegur Andrie.


" Iya iya. Aku tidak mau tahu lagi. Tapi ini bikin penasaran aku, sayang! Hehehehe." kata Intan sambil menciut karena takut Andrie marah.


" Jangan- jangan kamu masih ada rasa cemburu padanya." tuduh Andrie.


" Astaga, Andrie! Tidak sama sekali! Aku hanya kasihan dengan istrinya. Dulu aku yang diselingkuhin, sekarang giliran dia yang di kena balasan dari wanita lain. Sarwenda, apakah taring kamu sudah mulai tidak tajam?" ucap Intan yang tidak ingin mendapatkan jawaban dari Andrie.


" Sayang? Sudahlah jangan membahas hal itu lagi. Ayo kamu katanya mau makan parfait." kata Andrie sambil membuka daftar menu di sana.



" Iya!" sahut Intan.


" Asal kamu tahu sayang, sekali pernah berselingkuh akan mudah bagi dirinya untuk mengulangi tindakan itu. Karena selingkuh itu adalah pilihan sedangkan kesetiaan itu sendiri adalah tekad. Tekad untuk selalu bertahan, berjuang supaya tetap tidak melakukan kesalahan." kata Andrie yang bagi author ini terlalu berputar- putar bahasa nya.


😊😇🙂🙃🤣

__ADS_1


__ADS_2