Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
AKU MAU MENGEJARNYA


__ADS_3


Dari jauh aku mendo'akanmu..


Tanpa terlihat olehmu aku selalu mencari kabarmu...


Dengan rindu ku sebut pelan nama itu.


Disini namamu masih tersimpan di hati.


Walau susah payah tuk menepi..


Namun kau selalu terpikir dalam pikir.


Berusaha melupakan namun masih terlintas jelas. Cinta yang tak bisa di musnah kan.


Dalam diam, bayangan itu ku peluk erat.


Dalam khayalan aku sungguh sudah letih menanti sebuah kenyataan.

__ADS_1


Obatilah nyata ini dalam dekapan hangat itu. Walaupun hanya sehari biarkan aku merasakan lembut nya kasih sayangmu.


Aku ingin bisikkan pelan kata indah itu dan mengakui rasa itu.


Aku sudah menggilaimu sekian waktu.


*******


" Tuan muda!" panggil Jackie pelan kepada sosok laki-laki yang mulai mengacau itu.


Terdengar lirih, mulutnya memanggil- manggil nama wanita itu. Iya, wanita yang baru kemarin lusa dia temui. Pertemuan yang seharusnya tidak terjadi, jika hanya mengingatkan perasaan lama yang sudah disimpan didalam upeti. Kunci itupun akhirnya terbuka kembali, dan kembali membuka memori lama.


Pak Jackie akhirnya membawa tuan mudanya itu menuju ke mobilnya. Pak Jackie merasa sangat miris melihat tuan mudanya dalam keadaan berantakan itu. Kenapa harus lari dengan minuman beralkohol itu dalam kegalauan hatinya. Jika masih ada kesempatan itu, seharusnya berupaya meraih tujuan itu supaya mendapatkan segala yang diinginkan nya.


" Tuan muda! Kenapa engkau begitu bodohnya! Bukankah masih ada kesempatan itu untuk mendapatkan kembali wanita yang dari dulu, di puja? Ini kesempatan datang kembali, menyerah sebelum memperjuangkannya." kata Pak Jackie sambil menatap wajah tuan mudanya yang kini sudah tidur di kursi belakang mobil itu. Akhirnya mobil itupun melaju meninggalkan tempat itu dan kembali pulang di rumah kediaman tuan mudanya itu.


*******


" Pak Jackie! Sore nanti aku akan ke rumah Winda." kata Herika sambil meminum coklat panas buatan Pak Jackie.

__ADS_1


"Eh? Untuk apa tuan?" tanya Pak Jackie dengan bodohnya.


" Aku ingin bekerja di rumahnya." jawab Herika asal.


" Hah? Maksud tuan muda?" tanya Pak Jackie dengan penuh keterkejutan.


" Aku ingin selalu melihat wajahnya setiap hari, pak!" jawab Herika dengan tersenyum.


"Tuan muda serius? Kenapa harus berpura-pura miskin, tuan? Bukankah wanita akan menjadi luluh dan tergoda dengan laki-laki yang tajir, tuan." kata Pak Jackie yang kurang setuju dengan rencana yang akan dilakukan oleh tuan muda nya itu.


" Masalah nya saat ini, Winda sudah memiliki kekasih. Sangat sulit untuk mendekati nya, Pak Jackie. Aku hanya ingin lebih sering ketemu dengannya setiap hari terlebih dahulu. Entah jadi tukang kebunnya pun aku rela." kata Herika penuh kegilaan.


" Hah? Yang benar saja tuan. Tuan muda saja hampir tidak pernah mengurus tanaman disini. Memotong rumput pun tidak pernah." sahut Pak Jackie yang meragukan kemampuan tuan mudanya itu.


" Tapi itu pekerjaan yang paling mudah, Pak Jackie selain menjadi sopir pribadinya." kata Herika.


" Ayolah tuan muda Herika! Berhenti lah dengan rencana gila ini! Jika tuan muda besar tahu, ini bakalan bisa merepotkan tuan muda sendiri. Tuan muda besar pasti akan menyalahkan saya dan juga wanita itu. Seperti tidak ada wanita lain saja, hingga tuan muda Herika sampai merendahkan diri seperti itu." kata Pak Jackie.


" Ah Pak Jackie! Bapak tidak akan paham dan memahami perasaan yang aku rasakan ini. Memang banyak wanita di dunia ini. Namun kenapa Tuhan harus memberikan rasa cinta yang gila ini kepada wanita itu. Sudah sekian lama aku melupakan nya dan merelakan dia bahagia. Namun ketika mendengar saat ini dia sudah sendiri, harapan itu kembali besar ingin meraih dan mendapatkan nya kembali. Dan aku tidak ingin melepaskan kembali sebelum aku berjuang dan mengakui kekalahan ini." ucap Herika bersemangat.

__ADS_1


" Hah? Tuan muda!" keluh Pak Jackie dengan menghela nafas nya dengan kasarnya.


__ADS_2