Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
HUBUNGAN GALUH


__ADS_3

Di bumi ini apakah ada cinta sejati yang mencintai dengan tulus tanpa harapan balasan dari sang kekasih? Bilangnya mencintai tapi kenyataannya ada yang lainnya lagi. Cinta masih hitung menghitung untung rugi.


Cinta yang seperti apa yang kamu cari? Bentuk cinta seperti apa yang kamu inginkan di dunia ini? Ketika Cinta yang sebenarnya adalah MilikNya. JanjiNya, KasihNya, SayangNya tidak diragukan lagi.


Cinta terhadap lawan jenis ada dorongan dan keinginan untuk memiliki. Cinta ini punya hasrat dan nafsu dibalik itu semua. Tentu saja, ada kecewa, sedih, rindu, dan penuh warna-warni ketika cinta itu hinggap di hati Ketika sudah merasakan jatuh cinta ini, siap juga merasakan pahit getir dan bahagianya. Mungkin saja aku adalah seorang budak cinta yang selalu merangkaikan puisi indah tatkala rindu hadir dan bergelayut mengganggu pola pikir.


Seperti halnya yang dirasakan oleh Hendra, Andrie dan Niga. Ketiga laki- laki ini memiliki rasa suka terhadap lawan jenisnya. Hendra yang dalam rasa cintanya yang masih terpendam dalam diam. Andrie yang berusaha mengejar cinta nya dengan segala bentuk perhatian. Demikian juga dengan Niga, yang berusaha mendekati lagi wanita yang dulu pernah ia sukai ketika kegagalan rumah tangga nya kini sedang dialaminya.


Cinta ini menjadi rumit tatkala jatuh cinta dengan orang yang sudah bersuami atau beristri. Berbeda dengan jatuh cinta dengan seseorang yang berstatus single.


*******


( Ulasan cerita sedikit Antara Galuh dan Niga)


Saat ini Niga sedang berkunjung di rumah Galuh. Niga sudah duduk di teras depan rumah itu. Cuaca sore itu mendung dan sebentar lagi hujan. Dan benar saja, hujan rintik-rintik mulai jatuh ke tanah. Aroma tanah kering yang seharian panas sungguh menyengat dan menjadi ciri khasnya. Niga masih duduk sendiri, menunggu Galuh datang untuk menemuinya. Galuh yang baru pulang dari kantor tentu saja, ingin melepas penat dan lelahnya karena seharian ngantor. Hari ini, Galuh tidak lembur dan pulang lebih cepat.


Niga mulai menikmati secangkir kopi buatan Mbak Tata, asisten rumah tangga di rumah Galuh. Dengan ditemani ubi goreng yang diletakkan di piring menambah suasana sore menjelang senja itu semakin pas. Apalagi hujan semakin lama semakin deras airnya turun. Dan Galuh masih belum juga keluar dari sarang kamarnya. Tidak berapa lama, Galuh datang dan menghampiri Niga dengan kaos dan celana joger yang terkesan santai.


" Mas! Mau masuk apa disini saja?" tanya Galuh yang mulai duduk di kursi kosong di teras itu yang terhalang meja bulat ditengahnya.


" Eh? Disini saja tidak apa-apa, say." jawab Niga sambil tersenyum dan berusaha menjabat tangan Galuh.


" Eh?" Galuh terkejut dengan embel-embel Romantis itu.


Niga menarik nafasnya dalam-dalam sesekali mulai menyeruput kopi hitamnya.


" Aku sudah resmi bercerai." cerita Niga singkat.


" Oh! Lalu?" kata Galuh yang terkesan santai dengan informasi terkini yang disampaikan oleh Niga.


" Bolehkah aku mendekati kamu lagi? Aku ingin menjalin hubungan yang lebih dekat dengan kamu, say." ucap Niga.


" Eh tidak Niga! Aku sudah punya pacar sekarang." kata Galuh pelan dan hampir suaranya tidak terdengar jelas.


" Kamu bohong, Galuh!" sahut Niga sedikit kesal.


" Maaf, Mas! Tapi memang kenyataannya demikian." ujar Galuh.


" Aku tetap tidak percaya! Galuh! Aku tidak ingin sesuatu yang dulu pernah luput dari genggaman ku, kini lepas lagi. Aku harus mendapatkan semua. Cintaku padamu yang dulu aku tepis kan, sekarang ini aku harus mengejar nya kembali. Aku yakin, kamu juga masih memiliki rasa suka itu padaku, bukan?" ucap Niga.


" Hah?" Galuh terdiam sembari menarik nafas panjang sambil melihat pria tinggi besar di sampingnya.


" Baiklah! Kamu tidak perlu menjawab saat ini. Biarkan saja aku, memulai lagi mendekati kamu dan memberi perhatian lagi ke kamu." kata Niga.


" Aku saat ini sudah bebas. Status aku single, apalagi yang kamu risau kan? Sekarang sudah tidak ada orang yang tersakiti, jika kita menjalin hubungan yang serius dan lebih serius lagi." tambah Niga.

__ADS_1


" Ada Mas! Sekali lagi aku bilang, aku sudah punya pacar, Mas!" sahut Galuh.


" Siapa? Coba suruh pria itu kemari. Aku ingin melihat nya dan membuktikan bahwasanya apa yang kamu katakan benar adanya. Bukan hanya alasan karena berusaha menolak aku lagi." ujar Niga dengan sinis.


" Mas?" sahut Galuh sambil melihat ke arah Niga.


" Galuh! Dari dulu aku menyukai kamu. Kali ini aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini lagi. Aku akan memperjuangkan cintaku terhadap kamu. Aku tidak mau melepaskan lagi." kata Niga.


" Tapi posisi aku sekarang sudah ada yang lain, mas. Aku tidak ingin menyakiti pasangan ku bukan?" sahut Galuh.


" Kamu selalu bohong padaku. Bilang kalau sudah ada kekasih hati mu. Tapi nyatanya apa? Itu cuma alasan kamu, yang berusaha menghindari aku. Aku sudah tidak beristri, sayang. Apalagi yang harus kamu khawatir kan lagi? Aku benar-benar serius dan sayang kepada kamu." kata Niga bersemangat.


Hujan semakin lama semakin deras. Cuaca semakin dingin di luar. Galuh mulai mengusap kedua telapak tangannya sendiri. Mereka masih sama-sama diam. Suara air yang jatuh mulai berisik di sana. Lalu ada sorot lampu mobil yang berhenti di depan pagar rumah Galuh. Galuh dan Niga saling pandang.


" Siapa yang datang?" tanya Niga kepada Galuh.


" Dia...dia...pacar aku, mas!" jawab Galuh sambil melihat Niga.


Seorang pria turun dari mobilnya dengan payung dan mulai melangkah masuk melewati gerbang rumah itu setelah penjaga rumah itu membuka gerbangnya dengan lebar.


" Mobilnya tidak dimasukkan, bang?" tanya Satpam rumah Galuh.


" Tidak perlu, pak! Saya mau mengajak makan malam Galuh, Pak. Jadi mau pergi lagi." jawab Pria itu yang tidak lain adalah Andrie.


" Oke, biar saya ke sana!" sahut Andrie sambil tersenyum.


Andrie mulai mendekati teras depan rumah itu. Disana masih duduk Galuh dan Niga. Tatapan mata Niga mulai tidak bersahabat. Sorot matanya ada ketidaksukaan nya terhadap seseorang yang baru datang.


" Sial! Mengganggu saja acara kencan ku kali ini." batin Niga.


" Itu Andrie, pacar aku Mas!" kata Galuh pelan.


" Assalammualaikum!" sapa Andrie sambil menjabat tangan kepada Niga dan setelah itu beralih ke Galuh.


" Kenapa duduk diluar sih, Cin?" tanya Andrie kepada Galuh.


" Cin? Cinta maksudnya?" batin Niga gusar.


" Iya,..Mas Niga inginnya duduk di luar saja kok."jawab Galuh.


" Sudah lama?" tanya Andrie yang posisinya masih berdiri di teras itu.


" Lumayan!" jawab Niga singkat.


" Oh! Aku mau mengajak Galuh jalan dulu." kata Andrie sambil menatap Galuh dan memberikan kode untuk diajak pergi keluar dengannya.

__ADS_1


" Silahkan! Saya juga mau pulang kok!" sahut Niga sinis sambil berdiri dari tempat duduknya.


" Sayang! Aku pulang dulu. Besok aku kemari lagi." tambah Niga yang tidak mau kalah dengan Andrie.


" Eh? Eh? Iya mas! Hati- hati dijalan!" sahut Galuh.


Niga menarik tangan milik Galuh dan menjabatnya erat dan mencium kan punggung tangannya dengan paksa ke arah wajah Galuh. Spontan Galuh melotot ke arah Andrie.


Andrie yang melihat pemandangan itu hanya bisa tersenyum. Sampai akhirnya Niga berlalu meninggalkan rumah itu dengan mobilnya.


Galuh hanya menatap Andrie dalam diam.


" Wah! Kelihatan nya aku punya saingan nih!" kata Andrie dengan sindiran nya.


Galuh hanya tersenyum melihat Andrie dan mendekati Andrie yang masih berdiri mematung di teras itu.


" Ayo masuk dulu!" ajak Galuh sembari menarik tangan Andrie.


Andrie mengikuti langkah Galuh yang membawanya masuk ke ruang tamu.


" Cin!" panggil Andrie pelan.


" Hem?" Sahut Galuh sambil menghentikan langkahnya.


" I love you!" kata Andrie sembari meraih tubuh Galuh dan memeluk nya.


" Kamu sedang cemburu ya bang?" tanya Galuh sambil tersenyum.


" Tentu saja! Pakai sebutan sayang- sayang segala. Aku seperti tidak dihargai di sana." jawab Andrie ketus.


" Jawab dong, Cinta! I love you!" kata Andrie sambil dengan cepat mencium kening milik Galuh.


" I love you to." jawab Galuh sembari melepaskan pelukannya.


" Aku ambil tas dan jaket dulu!" kata Galuh sambil tersenyum dan melangkah ke dalam kamarnya.


*******


Ketika hujan ini turun, dan yang jatuh adalah cintaku padamu. Aku masih disini merindukan kamu. πŸ˜‚πŸ™


Okelah Terimakasih banyak atas kunjungan nya di cerita novel aku yang tidak seberapa ini yah. Jangan bosen- bosen untuk memberikan saran, kritik, masukkan yang membangun. Saya menyadari, saya masih banyak kekurangan dalam hal menuangkan ide-ide tulisan dalam membuat karya berbentuk novel. Saya masih belajar dan masih banyak berbenah. Terimakasih banyak atas cinta kalian semuanya.


Dan maaf saya tidak bisa membalas komentar kalian satu persatuπŸ™πŸ™.


( Tulisan ketika hujan deras, dengan berisik nya air hujan yang jatuh)

__ADS_1


__ADS_2