
Kabar Wardhana yang pingsan di dalam kamar mandi dan mengalami serangan stroke kembali sudah di dengar oleh Sarwenda. Sarwenda yang mendengar kabar itu dari Siwa, seketika menjadi sedih. Sarwenda seperti merasakan kesedihan itu.
" Mama! Papa Wardhana harus segera diterapi supaya cepat pulih." kata Siwa.
" Iya, kamu benar!" sahut Sarwenda.
" Aku boleh minta kontak terapis yang menangani mama Sarwenda kan?" kata Siwa. Sarwenda mengambil ponsel nya dan mulai memberikan kontak terapis itu kepada Siwa. Siwa mulai menghubungi terapis itu setelah Siwa berterima kasih terhadap Sarwenda.
*******
__ADS_1
Di dunia ini aku sudah cukup merasakan kebahagiaan itu ketika bisa mendapatkan kamu dan menikah dengan kamu. Betapa impian ku untuk memiliki kamu sempat tertunda karena kita saling berjauhan. Namun kebahagiaan itu semakin tercipta tatkala aku bertemu dengan kamu kembali dan pada akhirnya kita bisa menikah. Sampai akhirnya kita mendapatkan seorang putri yang cantik buah hati kita.
" Mas!" sebut Galuh pelan sambil membenamkan kepalanya di bawah ketiak Niga. Niga mengusap lembut kepala istrinya itu. Galuh mendongakkan kepalanya menatap wajah Niga yang masih terlihat tampan. Senyuman nya masih terlihat manis sekali membalas senyuman Galuh.
" I love you, mas Niga!" ucap Galuh lembut. Niga malah terkekeh mendengar Galuh seperti sedang merayunya.
" I love you to, sayang! Apakah kamu sedang ingin merayu aku, sayang?" sahut Niga kini malah mengecup bibir yang sedikit membuka karena menatap wajah suaminya yang terlihat menggoda.
" Aku mungkin saja bukanlah laki-laki yang pandai merangkai kata-kata manis dan romantis. Namun untuk menjaga kesetiaan itu aku adalah pria yang bisa diandalkan. Kamu pasti tahu jelas akan hal itu kan sayang?" kata Niga. Galuh kini tersenyum sambil mempermainkan bibir seksi Niga. Niga sesekali menggigit jari Galuh yang bermain di sana.
__ADS_1
" Kamu jangan membangunkan singa yang sedang bobok sayang! Apakah kamu tidak takut jika singa itu kembali menerkam kamu pagi ini?" ancam Niga. Galuh kini menjauhi Niga supaya Niga tidak kembali melakukan itu kepada nya. Rasanya pertempuran semalam menguras tenaga nya dan kakinya masih berasa pegal-pegal. Niga malah semakin gemas. Niga kembali menimpa istrinya hingga kini Niga mulai mendominasi.
" Aku akan membuat kamu mengeluarkan de sa han nik mat kembali, sayang!" ucap Niga mengancam sambil menyesap bagian da da milik Galuh. Galuh melenguh tidak bisa menepisnya.
" Ayolah, sayang! Pagi ini kita akan ke bang Hendra. Bang Hendra, sudah sendirian di rumah itu setelah menceraikan istrinya." ucap Galuh. Namun Niga semakin turun ke bawah sana membuat pergerakan nya semakin liar supaya Galuh kembali memanas dan kembali menyambut kegiatan panas pagi hari itu.
" Satu kali permainan dulu, baru kita mandi dan ke tempat abang Hendra." tawar Niga. Galuh akhirnya pasrah saja.
" Ya sudahlah! Lakukan lah dengan cepat, aku tidak akan melawan dan mendominasi kamu lagi, mas." ucap Galuh dengan suara yang mulai bergetar.
__ADS_1
" Tidak! Aku ingin kamu juga mengendalikan aku sayang." pinta Niga. Kini posisi mulai berubah dan Galuh kini sudah berada di atas dan mendominasi suaminya.
Pagi itu seperti bermain odong-odong Galuh mempermainkan mainan nya. Gerakan erotis yang membuat Niga melenguh dan sesekali men de sah. Galuh tersenyum melihat reaksi suaminya yang demikian itu. Bagi Niga itu adalah candu. Dan hanya dengan Galuh lah, Niga melakukan itu dan pasrah terhadap ladangnya. Tempat untuk menebar benihnya. Surga dunia yang penuh kenikmatan ketika bersama dengan pasangan halalnya. Ini adalah ibadah karena ikhlas melakukan nya. 🥰😍🤭🤭