Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 (EPISODE 46)


__ADS_3

Hendra duduk di taman. Pandangannya jauh ke jalan luar pagar rumahnya. Dia saat ini sedang menunggu keponakannya tiba di rumahnya. Semenjak dirinya bercerai dengan istrinya, rumah itu kembali sepi. Apalagi selama menikah dengan istrinya dirinya belum mendapatkan buah hati. Rumah nya terlihat sepi. Kekayaan dan segala aset yang ia miliki seolah belum cukup untuk menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Apalagi kini ia harus memutuskan bercerai dengan istrinya karena perselingkuhan itu terjadi.


Sedih, kecewa dan juga sakit hati masih diselimuti oleh Hendra. Dirinya benar-benar merasa gagal sebagai laki-laki bahkan suami ketika mendapati istrinya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ini sungguh menyakitkan.


Setelah perceraiannya dengan Jelita benar-benar resmi diputuskan dan dikabulkan oleh hakim, Hendra resmi menyandang status duda tidak memiliki anak. Sedangkan Jelita meninggalkan rumah itu dan kembali ke rumah orang tuanya. Walaupun sebenarnya Hendra tidak mengusir atau menyuruh Jelita pergi meninggalkan rumahnya. Namun karena rasa malu dan merasa tidak pantas jika harus tetap tinggal di rumah Hendra yang statusnya sudah menjadi mantan suaminya, Jelita memilih pergi meninggalkan rumah Hendra itu. Hendra memberikan sedikit hartanya untuk mantan istrinya tersebut walaupun sebenarnya dirinya tidak perlu memberi sebagian hartanya kepada mantan istrinya. Karena bagi Hendra, harta dan kekayaan masih berlebih dan mungkin akan terus bertambah karena dia sudah berhasil menjadi CEO muda yang memiliki perusahaan dan anak cabang-cabang nya.


Kebahagiaan tidak diukur oleh harta dan kekayaan yang dimiliki. Kenyataan nya hidup Hendra saat ini merasa hambar dan berada sepi. Rumah tangganya yang gagal dan cinta nya yang kandas membuat Hendra merasa kurang berwarna kehidupan nya.


Sebuah mobil mulai berhenti di depan gerbang rumahnya. Pelan- pelan gerbang rumah itu terbuka dan mobil itu memasuki rumah Hendra. Hendra tersenyum lebar, ketika melihat keponakannya dan juga adik, adik ipar nya telah mengunjungi nya. Teriakan keysa, keponakannya membuat wajah murah Hendra seketika cerah. Keysa sang keponakannya mampu membuat Hendra seketika bersama menjadi orang tua.


" Uncle! Aku datang!!" teriak Keysa masih di dalam mobilnya bersama mama dan papa nya. Hendra berdiri menyambut kedatangan keponakannya dan adiknya dengan hangat.

__ADS_1


" Uncle!" Keysa mencium punggung tangan Hendra setelah bersalaman. Hendra memeluk keponakannya yang super centil itu.


" Kamu kok lebih kurusan sih, nak? Apakah mama papa kamu tidak memberikan kamu makan?" goda Hendra. Galuh cemberut mendengar candaan abangnya itu.


" Keysa lagi suka diet, bang!" sahut Niga sambil memeluk abang iparnya itu.


" Kamu sehat kan, Niga?" tanya Hendra.


" Kemana?" tanya Hendra.


" Ke club! Cari calon istri buat abang." bisik Niga.

__ADS_1


" Cari istri bukan di sana tempat nya!" protes Hendra. Niga terkekeh saja.


Benar juga, awal berkenalan dengan Jelita di tempat hiburan seperti itu. Saat itu, Hendra sudah benar-benar kacau dan memutuskan untuk menyerah untuk mengejar Winda. Di sana lah akhirnya Hendra berjumpa dan berkenalan dengan Jelita. Singkat cerita, akhirnya keduanya menjalin hubungan yang lebih serius. Karena Hendra sudah tidak ingin berpacaran, menantang Jelita untuk menikah. Akhirnya Jelita menerima nya untuk menikah dengan Hendra.


" Uncle, sudah makan belum?" tanya Keysa kini menarik tangan Hendra menuju ke ruang makan.


" Belum!" sahut Hendra.


" Sudah aku duga! Uncle pasti lagi malas makan yah? Aku akan menemani uncle makan dan aku akan menyuapi uncle. Oke?" kata Keysa. Hendra tidak bisa menolak nya walaupun saat ini dirinya benar-benar lagi tidak berselera makan. Niga dan Galuh hanya saling pandang dan tersenyum melihat putri mereka yang pandai menghibur Bang Hendra. Obat kesedihan bang Hendra saat ini adalah keluarga nya. Dan Hendra saat ini butuh perhatian dari mereka.


" Aku akan mencarikan istri buat abang." bisik Galuh kepada Niga.

__ADS_1


" Aku juga akan mencarikan nya." sahut Niga ikut berbisik di telinga istrinya itu.


__ADS_2