Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
KELUARGA SURYA


__ADS_3

Winda dan Surya masih duduk di meja makan. Setelah makan, Surya menyalakan rokoknya. Pak Hartono dan Bu Hartini mulai keluar dari kamarnya dan bergabung di meja makan itu. Melihat kedatangan mereka Winda langsung berdiri dan menjabat tangan mertuanya itu dengan penuh hormat.


Setelah memberi salam ke mertuanya, Winda permisi meninggalkan tempat itu. Tetapi dengan cepat, Surya mencegah Winda untuk pergi dari meja makan itu. Dengan malas Akhirnya Winda kembali duduk dan mendengar percakapan ringan antara bapak dan anak itu.


" Surya! Papa dan mama berterimakasih,kamu mau mendengarkan kata - kata papa dan mama. Mulai besok, kamu bisa bekerja membantu papa di perusahaan." kata Pak Hartono.


" Iya pa!" sahut Surya.


" Winda! Mulai sekarang, kamu adalah anggota keluarga ini. Rumah ini, rumah kamu juga!" kata Bu Hartini.


" Iya ma! Terimakasih banyak ma!" sahut Winda sambil menundukkan kepalanya.


" Kalau kamu butuh apa-apa, kamu bisa bilang ke mama." ucap Bu Hartini.


" Terimakasih banyak ma!" sahut Winda.


Pak Hartono dan Bu Hartini mulai menyantap makanan di meja setelah Bu Sumi menyiapkan makanan yang baru untuk majikan nya itu.


Winda dan Surya masih duduk di meja makan itu sampai Pak Hartono dan Bu Hartini selesai dari makan nya.


" Papa dan mama pergi dulu! Ada undangan di rumah pribadi Pak Yusuf." kata Pak Hartono.


" Mama pergi dulu ya! Winda! kamu mau dibelikan apa?" ucap Bu Hartini.

__ADS_1


" Tidak perlu repot-repot ma!" sahut Winda.


" Oh ho! Kamu masih malu - malu yah! Kamu suka manisan tidak?" tanya Bu Hartini.


" Suka ma!" jawab Winda singkat.


" Oke! Nanti mama belikan untuk kamu!" sahut Bu Hartini.


" Eh! Tidak usah ma!" kata Winda.


" Tidak apa-apa!" kata Bu Hartini sambil tersenyum.


Pak Hartono dan Bu Hartini akhirnya pergi meninggalkan Surya dan Winda yang masih duduk di meja makan itu. Tidak berapa lama kemudian Intan, adiknya Surya keluar dari kamarnya bersama seorang laki-laki yang masih muda.


" Halo Mas Surya!" sapa Intan sambil mencium pipi kanan dan kiri kakak kesayangan nya itu.


" Sehat! Seperti yang mas Surya lihat! Ini Mbk Winda bukan?" ucap Surya.


Winda hanya tersenyum melihat ekspresi dan tingkah Intan.


" Kenalkan ini calon suami aku mas! Namanya Wardha." ucap Intan sambil duduk di meja makan.


"Wardha mas!" sapa pemuda itu.

__ADS_1


" Oh iya!" sahut Surya.


" Mas Surya masih keliatan cakep loh!" ucap Intan.


" Hedeuhhh! Ganteng juga calon suami kamu." sahut Surya.


" Kalian sudah tinggal serumah?" tanya Surya menyelidik.


" Sebentar lagi kami menikah mas! Jadi jangan kolot begitu dong!" sahut Intan.


" Loh! Mas hanya bertanya loh!" ucap Surya.


" Tapi aku tahu maksud pertanyaan mas Surya." ucap Intan sewot.


" Ya sudah terserah kamu saja!" sahut Surya mulai bangkit dari kursi meja makan itu sambil mengajak istri nya pergi dari tempat duduknya.


" Mau kemana mas?" tanya Intan.


" Mau tidur sebentar!" jawab Surya.


" Aku masih ingin ngobrol dengan mas Surya." ucap Intan.


" Makan saja dulu! Nanti malam kan masih bisa kita ngobrol lagi." ucap Surya.

__ADS_1


Surya dan Winda akhirnya berlalu meninggalkan ruang makan itu sedangkan Intan bersama Wardha mulai menyantap makanan yang masih ada diatas meja makan.


Di dalam kamar pribadi Surya yang luas. Surya dan Winda berbaring di atas kasurnya yang super empuk. Winda membenamkan kepalanya di dada suaminya. Surya mulai memejamkan mata nya. Siang itu, rasa kantuknya tidak tertahan. Akhirnya mereka sama-sama tertidur setelah perut kenyang.


__ADS_2