Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 (EPISODE 1)


__ADS_3


Aku Winda, saat ini usia aku sudah berkepala empat. Aku sudah cukup lama menyandang status janda. Namun itu tidak membuat aku terkungkung dalam kesedihan karena kehilangan sosok suami yang masih hidup di hati.


Putraku kini sudah beranjak dewasa. Saat ini sudah mulai menikmati bangku kuliah di universitas negeri di kota besar ini. Anakku Wisnu memang tidak ingin kuliah di luar kota. Dia ingin tetap selalu menemani aku dan melindungi aku. Melindungi? Iya, Wisnu sungguh sangat posesif sekali jika ada beberapa laki-laki yang berusaha mendekati dan memperhatikan aku. Bagi Wisnu itu semua adalah modus, itu katanya.


Wisnu masih belum ikhlas jika mamanya kembali menemukan separuh jiwanya yang pergi. Dengan kata lain, Wisnu masih khawatir jika mama nya jatuh cinta dengan laki-laki yang tidak tepat. Itu menurut penilaian Wisnu.


Beberapa pria yang dulu pernah dekat dan mendekati Winda seperti Hendra, Herika, dan Haidar sampai saat ini pun masih berteman baik dengan Winda. Namun diantara mereka yang sudah putus asa mengejar Winda dan pada akhirnya menikah adalah Hendra dan Herika.

__ADS_1


Hendra dan Herika akhirnya menikah dengan wanita pilihan nya. Tentunya Winda mengetahui ini karena ketika mereka baru dekat dan akhirnya memutuskan menjalin hubungan dengan wanita pilihan mereka itu sempat bercerita dengan Winda. Pada akhirnya mereka benar-benar menikah dengan wanita yang sudah menjadi di pacarinya beberapa tahun itu.


Kini tinggal Haidar yang masih sering menjumpai Winda. Haidar masih asyik diajak jalan bersama apalagi urusan mencari anggrek terbaru di galeri anggrek. Hobi Winda masih belum hilang yaitu pecinta bunga anggrek. Dan Haidar sudah mulai mengikuti hobi Winda tersebut. Haidar menjadi terpengaruh dengan kesenangan Winda tersebut terhadap anggrek.


Kedekatan Haidar terhadap Winda bukan diartikan pacaran. Mereka berdua adalah laki-laki dan wanita dewasa. Namun batasan itu selalu ada. Haidar menghargai Winda dan Winda seperti sudah menganggap Haidar seperti adik nya. Walaupun sebenarnya Haidar tidak ikhlas jika dianggap sebagai adik bukan kekasih.


Wisnu memang si super posesif ketika beberapa om- om dari perusahaan konstruksi selalu berusaha mendekati mama nya. Mata Wisnu akan melotot jika ada yang sengaja mendekati mama nya dengan mengirimi buket mawar atau makanan- makanan lainnya. Itu semua dalam rangka untuk mengambil hati mama nya. Terkadang sebelum buket mawar itu sampai ke tangan mama nya, Wisnu sudah lebih dahulu membuangnya.


Haidar, bukan tidak cemburu jika beberapa pria dewasa selalu berusaha mendekati Winda dengan beberapa bingkisan atau serangkaian bunga yang diperuntukkan untuk Winda. Haidar berusaha diam dan tidak ikut campur dalam persoalan itu. Bagi Haidar itu semua adalah haknya Winda untuk menentukan pilihan nya kelak.

__ADS_1


Dan Wisnu? Adanya Haidar cukup membuat Wisnu sedikit tenang untuk menjaga dan melindungi mama nya dari gangguan dan rayuan pria- pria dewasa yang ingin menggoda mama nya yang berstatus janda. Apalagi tidak semua yang mendekati Winda adalah laki-laki yang lajang akan tetapi ada juga laki-laki yang sudah beristri pun dengan terang terangan mengganggu Winda.


" Apakah ini ujian dan godaan bagi wanita yang menyandang status seorang janda? Ke kanan kena, ke kiri kena, maju kena, mundur pun kena juga." kata Winda kepada Haidar.


Haidar hanya tersenyum mendengar kata- kata Winda.


" Ya sudah! Kalau takut melangkah, berdiri di tempat saja. Biarkan aku yang melindungi kamu." sahut Haidar.


Winda ikut tersenyum dengan perkataan Haidar terhadap dirinya.

__ADS_1


" Winda! Winda! Sampai kapan hati kamu luluh terhadap aku?" pikir Haidar sambil menatap Winda penuh harapan indah tetapi entah sampai kapan.


(Tes nulis di tengah-tengah anak-anak berlatih beladiri)


__ADS_2