
Galuh melahirkan anak dengan berjenis kelamin wanita. Saat ini sudah duduk di bangku sekolah dasar. Niga sungguh merasakan kebahagiaan itu bersama Galuh. Putri mereka ia beri nama Keysa. Sungguh, ini tidak disangka- sangka oleh Galuh yang akhirnya bisa melahirkan seorang putri secantik Keysa dan sekarang sudah mulai tumbuh besar.
Dalam pikiran nakal Galuh, ia ingin sekali menjodohkan Wisnu dengan putrinya yaitu Keysa. Hingga pada suatu hari percakapan antara Winda dan Galuh itu terjadi.
" Gila! Kamu ini, masa Wisnu ingin kamu jodohkan dengan anak kamu yang masih bau kencur? Sedangkan Wisnu saja saat ini sudah tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang duduk di bangku kuliah. Orang akan berpikir nanti Keysa akan menikah dengan om- om dong!" protes Winda saat berjumpa dengan Galuh ketika Galuh bermain di rumah Winda bersama putrinya Keysa.
Padahal Keysa sendiri masih duduk di Sekolah Dasar baru kelas enam. Selisih sedikit dengan anak Rosiana yang duduk di Sekolah Menengah Pertama.
" Lah, cinta kan tidak memandang perbedaan usia. Kita dekatkan mereka dulu yuk!" sahut Galuh lagi.
" Hadeuh! Dikenalkan, didekatkan juga boleh tapi kamu jangan membuat perjodohan diantara keduanya. Biar saja mereka berhubungan seperti adik kakak yang saling melindungi." ujar Winda saat itu.
Waktu itu memang Keysa sedang diajak keluar oleh Wisnu ke pusat perbelanjaan di kota. Wisnu mengajak bermain Keysa di sana.
" Bagaimana kabar anak tiri kamu?" tanya Winda.
" Baik! Sebentar lagi dia akan menikah dan aku akan menjadi nenek." kata Galuh sambil tersenyum.
__ADS_1
" Nenek yang masih muda!" sahut Winda sambil terkekeh.
" Iya, tidak terasa kita sudah menjadi orang tua sekarang. Dan masa- masa muda yang penuh gairah akan mulai mengikis seiring tubuh kita yang mulai melemah." kata Galuh mendramatisir.
" Itu kamu! Aku masih muda kok! Usia aku saja masih dia puluh tahun." sahut Winda.
" Iya, dua puluh tahun lewatnya banyak sekali!" protes Galuh.
" Aku ingin rujak." kata Winda lari dari topik pembicaraan.
" Ada apa? Apakah kamu sedang ngidam? Kamu hamil Win?" tuduh Galuh.
" Aduh, Winda! Nanti pipi aku tidak ketat lagi, Winda!" protes Galuh.
" Ketat? Memangnya kaos!" sahut Winda.
" Jadi kamu hamil dengan siapa, Win?" tuduh Galuh lagi.
__ADS_1
" Di pakai saja tidak, ini nuduh hamil." protes Winda vulgar.
" Hahaha dipakai!" kekeh Galuh.
" Makanya cepat cari suami lagi, biar kamu bisa dipakai dan tidak karatan." sahut Galuh sangat vulgar habis.
Kali ini Winda tiba-tiba terdiam.
" Eh maaf!" ucap Galuh akhirnya.
" Tidak apa- apa! Aku hanya belum siap saja kalau harus menikah kembali dan menyingkirkan Mas Surya di hati aku." kata Winda dengan raut sedih.
" Sebenarnya kamu tidak perlu menyingkirkan Mas Surya di hati kamu. Namun kamu hanya perlu membuka hatimu kembali kepada yang lain. Apakah setelah bang Hendra tidak ada laki-laki lain yang sempat mengusik hati kamu? Tapi sayangnya Bang Hendra sudah menikah dan tidak sabar menunggu kamu. Padahal aku yakin loh, jika kalian berjodoh. Kalau saat itu kamu menikah dengan Bang Hendra pasti kamu sudah menjadi kakak ipar aku, Win." kata Galuh.
" Sudahlah! Yang terpenting Bang Hendra sudah menikah dengan wanita yang luar biasa. Bisa menaklukkan keras dan bekunya Bang Hendra." sahut Winda.
" Kamu sebenarnya bisa! Tapi kamu sudah terlanjur angkuh dan memendam dendam kepada Bang Hendra. Walaupun kamu bilang sudah memaafkannya. Tapi kamu selalu saja mengingat kesalahan dan ucapan Bang Hendra yang membuat sakit hati kamu." tuduh Galuh.
__ADS_1
" Ah sudahlah! Jangan dibahas lagi! Dia sudah suami orang!" protes Winda.
" Haha!" Galuh terkekeh dibuatnya.