Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADU KU 2 (EPISODE 23)


__ADS_3

Intan sudah tiba di rumahnya setelah mengantarkan Wisnu ke rumah kayu itu. Di sana Intan belum ketemu Winda dan Haidar karena suami istri itupun tidak lagi berada di rumah kayu itu.


Kali ini Intan memilih langsung ke ruang makan. Di sana Intan mulai menikmati makanan yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga nya. Sesekali Intan melihat layar di ponselnya menunggu balasan chat dari suaminya, Andrie.


" Belum di baca chat yang aku kirim." gumam Intan.


" Apakah sangat sibuk, mas Andrie?" pikir Intan sambil tetap menikmati makanan nya.


Baru saja Intan hendak menghubungi Andrie, laki-laki itu sudah datang dan mendekati dirinya yang saat ini masih menikmati makanan nya.


" Astaga! Kaget aku! Kok aku tidak mendengar suara mobil kamu yah, mas! Dan juga kamu masuk ke rumah." ucap Intan. Andrie tersenyum.

__ADS_1


" Kenapa, kamu melamun yah? Kangen dengan aku?" tanya Andrie Lalu memeluk Intan dari belakang. Intan tersenyum.


" Kangen banget banget banget. Dua hari loh mas, kita tidak ketemu. Lagipula kamu selalu begitu, ke luar kota dan bilangnya selalu mendadak." ucap Intan sambil cemberut.


" Jangan marah dong sayang! Hotel dan resort di dekat puncak sana lagi ramai, aku perlu memantaunya juga kan, sayang!" dalih Andrie sambil menciumi pipi Intan.


" Oke, oke! Duduklah, mas! Kamu mau makan tidak?" kata Intan. Andrie langsung duduk di dekat Intan.


" Nanti saja setelah tempur saja." sahut Andrie sambil memainkan matanya. Intan tersenyum sambil memutar bola matanya.


" Hem, iya sayang!" sahut Andrie sambil melihat wajah Intan.

__ADS_1


" Aku tidak menyangka, Mas Wardhana memiliki penyakit hipertensi yang mengakibatkan serangan stroke itu." cerita Intan.


" Kamu jadi sedih yah, sayang? Kok aku jadi cemburu yah kamu perhatian dengan mantan suami kamu itu." sahut Andrie pura-pura cemberut.


" Astaga, mas! Masa kamu cemburu dengan orang yang sudah tidak berdaya seperti mas Wardhana itu loh, mas." protes Intan sambil mendekati Andrie dan kini giliran Intan yang merangkul leher Andrie dan dagunya diletakkan dipundak Andrie.


" Bagaimana pun juga, Wardhana kan pernah mengisi ruang hati kamu, sayang. Pasti kamu tadi pakai acara nangis dan dengan penuh perhatian dengan Mas Wardhana." kata Andrie. Intan terkekeh karena ucapan Andrie.


" Asyik ada yang cemburu! Itu artinya kamu takut jika aku hilang kan mas? Eh kamu takut kalau kehilangan aku kan, sayang?" sahut Intan masih terkekeh. Andrie masih mode cemberut.


Intan mencium pipi laki-laki yang saat ini dipeluknya dari belakang itu. Andrie kini berdiri dan menarik tangan Intan masuk dan mengiring nya ke kamar. Intan tanpa perlawanan dan protes mengikuti langkah dan kemauan dari Andrie.

__ADS_1


" Aku akan menghukum kamu malam ini." bisik Andrie di telinga Intan. Intan tersenyum dengan nafas Andrie yang memburu.


" Aku tidak takut! Aku menantikan ini, sayang!" kata Intan ikut berbisik di telinga Andrie. Andrie mulai menjalankan aksinya dan mulai mendominasi Intan. Keduanya saling bergelayut manja dan melepaskan serangan- serangannya. Malam itu, bintang menjadi saksi kalau sepasang suami istri itu sedang memadu kasih sayang di peraduan nya yang semakin memanas.


__ADS_2