Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 (EPISODE 43)


__ADS_3

Di kamarnya, Wardhana berjalan menuju kamar mandi sendiri. Wardhana hendak buang air besar. Dengan berjalan tertatih dan sambil berpegangan tembok, Wardhana ingin membuang hajatnya sendiri. Namun ketika hendak melangkah keluar dari kamar mandi itu, Wardhana tiba-tiba tersungkur di dalam kamar mandi itu. Padahal dirinya tidak kepleset di sana. Wardhana tidak sadarkan diri dan dalam posisi tengkurap di dalam kamar mandi itu.


Rosiana masih sibuk melayani pengunjung dan pembeli di warung ayam geprek dan minuman kekinian itu. Sedangkan Dahlia dan Arsyil masih berbincang-bincang di dalam kamar Arsyil. Siwa? Siwa ikutan nongkrong di warung milik mama nya itu. Duduk di sana sambil menikmati iringan musik yang sengaja diputar di warung itu.


Belum ada yang mengetahui perihal Wardhana yang jatuh di dalam kamar mandi. Hingga sampai beberapa lama belum juga ada yang mencari Wardhana. Baik Dahlia, Siwa maupun Arsyil. Apalagi Rosiana pun masih sibuk di warungnya.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya, Dahlia mencari papanya itu untuk mengajak papanya itu makan bersama dengan nya dan juga dengan yang lainnya. Dahlia mengetuk pintu kamar itu sebelum Dahlia masuk ke dalam kamar itu. Dahlia belum melihat papanya di atas kursi roda maupun di atas tempat tidur. Dahlia mencarinya hingga dirinya menemukan papanya tergeletak dengan posisi tengkurap di dalam kamar mandi itu. Dahlia seketika berteriak memanggil Arsyil. Namun belum. ada sahutan karena kamar papanya itu kedap suara. Dahlia mencari Arsyil, Siwa dan hingga akhirnya kehebohan seisi rumah itu terjadi juga.


Wardhana segera di angkat ke atas pembaringan dan Rosiana pun memberikan bau- bau an di dekat hidung Wardhana, supaya Wardhana cepat sadar dari pingsannya itu. Dahlia pun mengusap kedua kaki Wardhana dengan minyak kayu putih juga. Siwa sibuk menghubungi dokter keluarga supaya segera datang ke rumah papa nya itu. Siwa mengirimkan lokasi rumah papa nya itu karena dokter yang dipanggil oleh Siwa belum pernah ke rumah papanya itu. Dokter itu dokter keluarga di kediaman Sarwenda. Apalagi dulu, Sarwenda masih sering berobat rutin karena keluhan penyakitnya.


" Papa, bangun! Arsyil janji tidak nakal lagi! Arsyil janji akan menurut dan menjadi anak yang baik." kata Arsyil sambil memeluk Papa Wardhana. Dahlia ikut sedih, menangis dan akhirnya mengusap pundak Arsyil. Rosiana pun ikut sedih dan tidak bisa membendung air matanya lagi. Bagi penderita stroke, memang harus menghindari si penderita atau pasien, jangan sampai jatuh dan mengalami stroke atau serangan yang ke dua kali. Kalau terjadi serangan stroke yang kedua, ini akan sulit kembali pulih. Dan hari- hari akan semakin tergantung pada orang-orang dekatnya. Ini seperti hidup segan mati tidak mau kalau menderita penyakit stroke hingga tidak mampu berjalan maupun beraktivitas normal seperti orang-orang yang sehat bugar.

__ADS_1


Dokter Robert datang dengan tergesa-gesa. Dokter yang sudah berumur itu mulai memeriksa keadaan si pasien, Wardhana. Semuanya yang ada di dalam kamar itu menanti dokter Robert memeriksa semuanya.


" Semoga papa kalian baik- baik saja!" ucap Rosiana lirih.


" Aamiin, ma! Mama sabar yah!" sahut Dahlia sambil memeluk mama tirinya itu.

__ADS_1


__ADS_2