
Sore hari itu Winda masih asyik merawat tanaman anggrek nya. Namun Galuh tiba-tiba datang berkunjung ke rumah Winda tanpa ada pesan chat atau telepon ke ponsel Winda.
" Hai sayang! Lama tidak ketemu!" sapa Galuh dengan keceriaan nya yang tidak pernah berubah.
" Halo, sayang!" sahut Winda sambil memeluk Galuh.
" Mana Niga? Kamu kesini sendirian?" tanya Winda sambil melihat keluar mana tahu Niga masih di dalam mobil.
" Aku sendiri, sayang! Mas Niga masih sibuk dengan kerjaannya. Aku pun juga dari kantor langsung kemari kok." kata Galuh menjelaskan ke Winda.
" Kamu bawa apaan?" tanya Winda sambil. duduk di kursi taman sambil membuka tas plastik yang dibawa oleh Galuh.
"Ahai! Kamu tahu saja, Galuh! Aku lagi pingin bakso dengan tulang iga gini." kata Winda dengan mata berbinar sambil menelan air liurnya. Hal itu membuat Galuh menahan tawanya.
__ADS_1
" Makanlah!" suruh Galuh dengan tersenyum.
" Kamu tidak makan?" tanya Winda sambil melangkah menuju dapur untuk mengambil mangkok dan sendok.
" Aku tadi sudah makan buah- buahan saja. Nanti aku mau makan dengan Mas Niga." jawab Galuh.
"Mau makan dimana?" tanya Winda.
" Katanya Mas Niga mau ajak makan malam bersama dengan anak gadis kami di masakan jepang. Aku ngikut aja." sahut Galuh.
" Winda! Aku sebenarnya tidak ingin ikut campur dengan masalah pribadi kalian dengan Bang Hendra. Namun aku merasa kehilangan jika kalian tidak jadi menikah seperti ini. Aku dan mungkin keluarga aku sudah berharap dan sangat mendukung jika kalian bisa menjadi suami istri. Kami sangat cocok dengan kamu, Win. Aku gak mau kamu putus hubungi dengan Bang Hendra." curhat Galuh.
"Aku percaya dan sangat percaya jika kamu bisa membuat abang aku bahagia. Kamu wanita yang sangat dicintai oleh Bang Hendra, Win." kata Galuh lagi.
__ADS_1
" Winda! Apakah yang dilakukan bang Hendra terhadap kamu tidak bisa dimaafkan lagi hingga kamu memutuskan tidak jadi menikah dengan abang aku? Terlepas dari galaknya Bang Hendra. Sikap posesif nya abang ku itu, aku secara pribadi meminta maaf deh, untuk abang aku itu. Aku ingin kalian bersama lagi, Win. Aku juga ingin mempunyai keponakan dari kamu Winda." kata Galuh.
" Keponakan?" sahut Winda sambil terkekeh.
" Kamu malah tertawa sih, Win. Aku serius! Balikan aja dengan abang aku, Winda! Aku sangat sedih melihat Bang Hendra ketika di kantor. Dia menjadi dingin seperti dulu lagi. Karyawan jadi kena marah- marah terus dari Bang Hendra." keluh Galuh.
" Setelah kamu tidak bekerja di kantor Bang Hendra lagi, abang aku itu makin gila dengan kerjaan nya." cerita Galuh.
" Bagaimana dengan Yuslita?" tanya Winda penuh selidik.
" Yuslita? Dia sudah tidak berani mendekati abang aku itu kok. Dia sudah mendapatkan yang dia mau. Mungkin saja dia sudah mendapatkan sugar dady nya. Hahaha." kata Galuh.
" Percayalah, Winda! Saat ini Bang Hendra masih menunggumu. Dia ingin tetap ingin menikahi kamu. Menunggu sampai kamu memaafkan nya dan kembali bersama kamu." kata Galuh berusaha merayu Winda.
__ADS_1
" Aku sangat ingin kamu menjadi kakak ipar aku, Winda. Karena aku percaya kamu, Winda. Kami bisa membuat Bang Hendra bahagia karena aku yakin kalian masih sama- sama mencintai." ucap Galuh berusaha meluluhkan hati Winda.
Winda masih diam menyimak apa yang dikatakan Galuh. Bagi Winda, dirinya saat ini masih nyaman ketika sendiri dan tidak berhubungan dengan Hendra maupun Herika. Winda jadi banyak waktu untuk bersama Wisnu juga sibuk dengan hobi nya.