
" Tidak capek ngambeknya? Dari tadi diam saja, loh say." goda Niga yang duduk mendekati Galuh yang masih berdiam diri sambil bermain game di ponselnya.
Pasangan kekasih itu masih duduk di teras rumah milik Niga.
" Sayangkuh! Bagaimana kalau kita makan mie ayam di luar yuk! Apalagi cuaca mendung tak kunjung hujan ini, bikin selera makan yang panas- panas, pedes gitu." rayu Niga.
Galuh yang di gangguin masih diam cuek tidak menggubris Niga yang berusaha meluluhkan hatinya.
"Kalau kamu gak mau, aku berangkat sendiri ah!" pancing Niga sambil setengah hendak bangkit dari tempat duduknya. Namun Galuh masih belum ada reaksi apapun.
" Haduhh!" keluh Niga sambil membuang nafas nya dengan kasar dan menggaruk garuk rambutnya yang tidak gatal.
Sesekali Galuh melirik ke arah Niga yang kini diam tidak mengganggu nya lagi. Pandangan nya masih tertuju pada wajah Galuh yang kuat berdiam diri. Tangannya masih sibuk memainkan game kesukaan nya. Niga sudah pasrah sampai akhir nya matanya terpejam dan tertidur di kursi panjangnya.
" Eh? Eh, tidur dia?" gumam Galuh yang melihat kekasihnya diam tidak ada suara ternyata sudah tertidur pulas.
__ADS_1
" Heemm, capek ya?" gumam Galuh sambil meletakkan ponselnya di atas meja.
Galuh mendekati Niga dan mengusap dengan lembut puncak kepala milik Niga. Tidur nya seperti nyenyak dengan angin yang bertiup di sekitar itu. Dengan berani akhirnya Galuh mengecup lembut dahi milik Niga.
" Kamu kalau tidur seperti anak kecil. Aku menjadi tidak tega membiarkan kamu dalam diam ini. Aku tidak marah, namun aku hanya tidak ingin kamu mudah tersentuh dengan wanita manapun yang mencintai kamu. Kita harus berani berkata tidak jika memang itu langkah tegas yang yang harus kita pilih. Aku menuntut kamu menjadi pribadi yang tegas, tidak plin- plan. Jika kamu memilih aku, kamu harus berani tegas tidak bermain api dengan yang lain." kata Galuh pelan.
Namun tiba-tiba tangan Galuh diraih oleh Niga dan dengan lembut dikecup nya punggung tangan itu.
" Aku sudah memilihmu, sayang! Aku tidak akan membuat kamu menangis dan kecewa. Aku akan membuat kamu bahagia. Jangan merajuk lagi yah, sayang. Sungguh aku tidak sanggup jika melihat kamu berdiam diri membiarkan aku." kata rayu Niga.
" Aku dengan Intan tidak ada apa-apa kok, say." ucap Niga.
" Itu awalnya, mas. Tetapi bagaimana dengan Intan. Intan sungguh-sungguh mencintai kamu mas. Benteng pertahanan kamu bisa hancur jika Intan sering mendatangi kamu, merayu kamu, memperhatikan kamu atau datang kepadamu dengan segala keluh dan kesedihan nya. Apakah kamu akan kuat jika melihat seorang wanita yang mencintaimu dengan tulus menangis dan merengek minta dibalas cintanya pada mu, mas?" kata Galuh.
" Aku.. aku harus bisa tegas, sayang. Bukankah itu sudah aku lakukan ketika menghadapi Intan?" sahut Niga.
__ADS_1
" Memang! Namun, Intan tidak peduli ada atau tidak adanya aku di dekat kamu. Dia nekat melakukan upaya untuk meluluhkan hati kamu mas. Sedang aku tipe wanita yang apa adanya. Aku sudah pernah dikecewakan seorang pria. Dan aku tidak ingin mengulangi rasa sakit itu. Berawal dengan kamu chat aku, aku balas. Kamu mulai menjauh dan diam, akupun lebih menjauh dan berdiam. Jika kamu ada yang lainnya, aku pasti akan pamit undur diri menghilang dari kehidupan kamu, mas." kata Galuh.
" Eh, sayang! Jangan ungkit yang dulu, sayang. Saat ini, sekarang ini kamu adalah pilihan tepat untuk aku. Aku ingin kita saling melengkapi, saling percaya. Kamu mau bukan? Menjadi ibu dari anak-anak ku?" ucap Niga serius.
"Mie ayam enak yah?" sahut Galuh berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Jawab dulu dong sayang, pertanyaan aku." kata Niga.
Galuh hanya tersenyum dan menarik tangan milik Niga supaya bangkit dari kursi panjang itu.
" Aku gak mau banyak mengobral janji, mas. Kita jalani saja. Sebentar lagi kita menikah. Dan kita pikirkan yang indah indah saja." kata Galuh sambil tersenyum.
" Baiklah. Termasuk ritual malam pertama nanti bukan? Untuk itu aku akan mempersiapkan fisik ku, supaya bisa membuat kamu tidak Berkutik." sahut Niga.
Galuh hanya terkekeh mendengar candaan dari Niga.
__ADS_1
" Ayo, aku juga ingin yang super pedes kali ini." ajak Galuh sambil tersenyum pada Niga.