Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 (EPISODE 4)


__ADS_3

Rumah tangga Intan dan Andrie terlihat baik+ baik saja. Sudah beberapa tahun ini, mereka belum dikaruniai seorang putra. Andrie akhir- akhir ini sedang dalam konflik hatinya. Andrie saat ini diam- diam terjerat oleh perselingkuhan dengan wanita satu rekan bisnisnya. Dan wanita itu adalah istri orang. Ini yang membuat penolakan batin dan pikiran dari Andrie.


Andrie jatuh cinta untuk kedua kalinya dan itu bukan dengan Intan istrinya. Namun wanita yang dicintai Andrie adalah wanita yang sudah bersuami. Apakah aura dan sinar wanita yang beristri begitu terang dibandingkan dengan istri sendiri? Pesona istri orang membawa petaka bagi laki-laki yang kurang imannya. Apalagi berlanjut dengan kencan dan akhirnya perselingkuhan terjadi.


Seperti saat ini, Intan dan Andrie memang beda tempat kerjaan nya. Intan sibuk mengelola perusahaan keluarga nya bersama Winda tentunya. Sedangkan Andrie dengan bisnis baru yang ia kelolanya di bidang perhotelan.


Keduanya super sibuk dan hanya akhir pekan mereka gunakan secara maksimal bercengkrama, bersantai dan berkumpul. Andrie saat ini di ruang kerjanya di hotel and resort di pusat kota. Di depannya saat ini ada wanita cukup cantik dan berisi sedang bersama nya. Wanita itu sedang menunggu Andrie menyelesaikan kerjaan nya. Setelah Andrie selesai menandatangani beberapa berkas yang bertumpuk itu, akhirnya wanita itu mulai mendekati Andrie.


" Andrie, kamu lapar tidak? Aku mau memesan makanan dan minuman untuk kamu." kata wanita cantik itu sebut saja Jelita.

__ADS_1


" Kamu mau pesan dimana, sayang? Disini juga banyak menu dengan koki yang handal." tanya Andrie.


" Pesan di luar! Bolehkan?" jawab Jelita.


" Memangnya apa sih yang mau kamu pesan?" tanya Andrie seperti nya kurang suka jika di hotel dan restoran nya banyak menawarkan berbagai macam. menu yang lezat, namun Jelita pesan makanan dan minuman nya malah diluar.


Kini Jelita mulai mengalungkan kedua tangannya ke leher Andrie dan mulai bergelayut dengan manja.


" Aku tidak akan Lama-lama berada di kantor kamu Andrie. Suami aku akan pulang ke rumah. Jadi ayo lah jangan membuang- buang waktu lagi. Jika kamu menghendaki aku bermain- main dengan kamu." bisik Jelita ditelinga Andrie. Andrie tersenyum sambil mencubit hidung Jelita yang mancung. Lebih mancung dibanding dengan Intan.

__ADS_1


" Kamu nakal sekali!" kata Andrie pelan.


Andrie dan Jelita sudah melakukannya beberapa kali ketika Jelita dengan sengaja mendatangi Andrie di ruang kerja nya seperti ini. Bahkan mereka melakukan itu di ruangan itu. Andrie menjadi betah pergi ke kantor nya ketika ada janjian kalau Jelita hendak datang ke hotel dan restoran nya. Jelita bukan istri yang bersuamikan minim harta. Jelita sudah cukup kalau soal materi itu. Kedua pasangan terlarang itu menjalin hubungan karena berawal dari terbawa suasana saat itu. Ditambah Jelita adalah kawan kuliahnya dulu. Berawal aktif di grup, lalu saling chating, dan bertemu dalam alasan bisnis atau kerjaan. Akhirnya berlanjut sampai ke hubungan yang rumit itu. Hubungan terlarang yang penuh tantangan, adrenalin dan sensasinya karena sembunyi- sembunyi.


Intan! Nasib kamu benar-benar mengenaskan. Beberapa kali selalu dikhianati oleh pasangan kamu. Sekarang siapa yang salah? Apakah kurangnya perhatian dengan pasangan menyebabkan terjadinya perselingkuhan itu? Dan apakah kerena perselingkuhan itu terjadi karena adanya kesempatan? Lagi pula ini Jelita aneh sekali, sudah memiliki suami tapi mengkhianati. Eh? Sama dengan Andrie yang sudah memiliki istri namun juga mengkhianati istrinya.


" Aku jatuh cinta, Jelita! Kamu lah yang membuat hatiku bimbang, mencintai kamu yang sudah bersuami. Aku ingin kita menyudahi semuanya. Aku sebenarnya tidak ingin lagi mengkhianati istri aku, Intan. Namun aku pun tidak bisa menghilangkan rasa rinduku terhadap kamu ketika kita lama tidak bertemu." kata Andrie serius.


" Aku juga! Tapi aku belum bisa, tidak untuk menjumpai kamu. Maaf! Cinta kita datang disaat tidak tepat. Dan ini salah, Andrie!" ucap Jelita sambil menundukkan Kepala nya.

__ADS_1


__ADS_2