
Jangan lagi kamu larang rindu ini! Sesungguhnya aku tidak sanggup menahan gejolak rasa untuk tidak menjumpai kamu. Jangan lagi larang akan rasa ini, karena rasa ini bukanlah aku yang mengatur hati. Penuhi lah aku dalam hasrat jiwa yang kini sudah menggunakan.
" Andrie! Aku sudah di penginapan A. Kamu segera lah kemari atau aku akan mendatangi kamu di kantor kamu." kata Jelita sedikit penuh ancaman. Andrie kembali tertawa terbahak- bahak. Andrie menjalankan mobilnya menuju tempat yang dimaksudkan oleh Jelita. Tidak memakan waktu berjam-jam, Andrie sudah tiba di tempat dimana Jelita sudah menunggu akan kehadiran nya.
" Andrie!" Jelita memeluk Andrie tanpa rasa malu dan sungkan ketika Andrie sudah masuk ke dalam kamar penginapan itu. Andrie tersenyum penuh kemenangan.
Tanpa banyak bicara dan berkata-kata, keduanya langsung meluapkan segala rasa yang sudah berkecamuk dalam dada. Kerinduan yang tertahan. Rasa cemburu ketika pertemuan di rumah Andrie tatkala itu. Keduanya sama-sama melampiaskan segala hasrat yang sudah menggunung itu. Entah bagaimana proses nya hingga keduanya kini sudah sama-sama polos di atas peraduan dan kembali bergelut dengan peluh keringat. Kamar yang ber AC itu pun seperti kalah akan panasnya gejolak jiwa mereka. Mereka kini bercengkrama, berpelukan dan saling kait dalam merapatkan tubuh mereka. Irama melodi yang terdengar dari mulut mereka semakin membangkitkan gejolak rasa pasangan nya. Semakin menuntut dan menuntut lebih akan pelepasan itu sampai berkali-kali.
__ADS_1
Sesaat mereka tidak perduli akan istri dan suami mereka yang saat ini bekerja. Sesaat mereka melupakan garis aturan. Dan aturan itu mereka langgar nya. Kini hanya senyuman yang terukir dari sudut bibir keduanya ketika mereka sama-sama puas karena mencapai semua yang diinginkannya.
" Benarkan apa kataku? Kamu pasti minta kembali lagi bersama aku." kata Andrie sambil menarik hidung mancung milik Jelita. Jelita hanya malu dan menenggelamkan wajahnya ke bawah ketiak Andrie. Kedua nya sudah satu selimut berdua. Mereka saling berpelukan dan bercanda setelah pertempuran panas tadi terjadi sampai beberapa kali.
" Setelah ini, jangan coba- coba lagi menjauhi aku lagi. Kamu sudah terikat dengan aku, Jelita." kata Andrie.
" Apakah kamu meng guna- gunai aku? Aku setiap malam seperti terganggu akan raut wajah kamu. Bermain dengan suami aku serasa aku bermain dengan kamu." ucap Jelita tanpa sensor.
" Tidak! Dia kalah jauh dengan kamu, sayang!" sahut Jelita nakal.
__ADS_1
" Aku ingin punya anak dari kamu. Boleh kan?" kata Andrie mulai nakal.
" Oh tidak! Ini tidak boleh terjadi. Aku tidak ingin hamil." ucap Jelita.
" Kenapa?" tanya Andrie.
" Kenapa? Kenapa kamu malah bertanya seperti ini sih? Aku masih istri Hendra dan kamu suami Intan. Lalu jika aku hamil, dan itu ternyata benih dari kamu, gimana? Oh jangan! Jangan! Aku tidak ingin hamil dulu. Aku ingin bersenang- senang dulu, sayang!" kata Jelita kini duduk membenarkan posisi nya. Andrie seketika tersenyum karena Jelita tidak sadar kalau dirinya masih polos belum berbusana.
" Eh??" Jelita tersenyum lalu kembali masuk dalam selimut putih itu.
__ADS_1
" Pokoknya aku belum mau hamil, baik benih dari Hendra maupun dari milik kamu." kata Jelita lagi.
" Iya! Aku tahu itu! Aku hanya ingin menggoda kamu saja kok!" sahut Andrie sambil kembali memposisikan dirinya ke atas Jelita dan mendominasi permainan. Jelita kembali melenguh dan menikmati segala perlakuan Andrie yang akan membawanya kembali terbang ke awan.