Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
JADI NENEK DAN KAKEK


__ADS_3

Di rumah kediaman keluarga Pak Hartono, Winda masih duduk bersandar di tempat tidurnya. Di sampingnya, bayi mungilnya masih terlihat pulas tidur. Bayi yang berjenis kelamin laki-laki itu terlihat ganteng seperti Surya. Wajahnya perpaduan antara wajah Winda dan Surya tetapi lebih dominan wajah dan kulit Winda yang kuning Langsat. Surya mendekati Winda yang tersenyum bahagia menatapnya.


" Kenapa sayang?" tanya Surya mulai tersipu-sipu bak remaja yang masih polos berpacaran.


" Tidak apa-apa mas! Hem, dikasih nama siapa jagoan kita mas?" ujar Winda.


"Kamu ada ide tidak?" tanya Surya malah balik bertanya.


" Ada mas! Seperti kesepakatan kita dulu saja yah. Kalau laki - laki kita beri nama Wisnu. Bagaimana mas?" ucap Winda.


" Wisnu Suryawijaya! Bagaimana menurut kamu? Surya di ambil dari namaku dan Wi dari nama Winda, kamu sayang." ujar Surya bersemangat sambil tersenyum puas.


" Bagus mas! Aku setuju! Wisnu! Kamu sekarang sudah punya nama sayang!" kata Winda sambil mengusap lembut kepala bayi mungil yang berjenis kelamin laki-laki itu.


" Winda!" panggil Surya pelan.


" Iya mas!" sahut Winda.

__ADS_1


" Terimakasih banyak sudah memberikan aku bayi mungil ini." ucap Surya sambil merengkuh tubuh Winda.


" Mas bicara apa sih? Anak ini anak kita. Anak aku juga mas. Memangnya kamu mau mengasuh, membesarkan, mendidik nya sendiri?" kata Winda.


" Bukan begitu, sayang! Di dalam rahim mu lah, buah hati kita ini terbentuk. Kamu tetap menjadi ibu dari anak kita ini, sayang. Wisnu akan menjadi bagian dari hidup kita,bahkan sudah menjadi yang terpenting dan utama bagi kita. Mungkin tidak hanya kita tapi kehadiran Wisnu membuat kebahagiaan bagi keluarga besar Hartono." kata Surya panjang kali lebar menjadi rumus persegi.


" Iya mas. Semoga Wisnu kelak menjadi anak yang baik dan bisa di andalkan bagi keluarga besar kita mas." ucap Winda sambil membenamkan kepalanya ke dada Surya.


" Amin!" sahut Surya.


Tidak berapa lama pintu di ketuk. Dan Pintu itu dibuka setelah Surya berteriak kecil, supaya dibuka.


Di sampingnya ada Pak Hartono yang ikut masuk ke dalam kamar. Dengan senyuman yang merekah mereka mendekati bayi mungil itu. Bu Hartini mengambil bayi mungil itu lalu menggendongnya.


" Cucu Eyang yang ganteng!" kata Bu Hartini sambil mengambil Wisnu yang terbaring di sisi Winda.


" Oh iya Winda! Makan dulu gih! Biar cucu ku ini mama gendong." tambah Bu Hartini.

__ADS_1


" Iya ma!" sahut Winda sambil bangkit dari tempat tidur nya.


" Surya! Kamu juga makan sana beserta istri kamu." kata Bu Hartini.


" Baik Ma!" sahut Surya.


" Oh iya ma! Cucu mama, sudah punya nama sekarang. Namanya Wisnu Suryawijaya." jelas Surya sambil tersenyum bangga.


" Wow! Kamu sudah jadi ayah sekarang yah? Nama mu dengan bangga nya tercantum dalam nama anak kamu." ujar Bu Surya.


" Mama! Alhamdulillah. Saya sekarang sudah menjadi ayah, ma! Doakan, saya menjadi ayah yang baik bagi anak-anak ku kelak ya ma!" ucap Surya.


" Amin. Amin Surya!" sahut Bu Hartini.


" Eyang Kakung! Ini lah cucu kita Eyang! Namanya Wisnu!" tambah Bu Hartini sambil mendekati suami nya itu, Pak Hartono.


" Wah, Alhamdulillah akhirnya kita sudah menjadi nenek dan kakek ya ma!" ujar Pak Hartono.

__ADS_1


" Iya pa!" Alhamdulillah ya Allah!" ucap Bu Hartini sangat terharu.


__ADS_2