
Dunia adalah permainan. Permainan itu manusia seperti pion- pion yang dijalankan. Selangkah maju saling beradu dan menyingkirkan lawan. Kemenangan yang sesungguhnya adalah maju tanpa menyingkirkan dan sukses tanpa menjatuhkan.
*******
Hati-hati dengan hati. Hati ini akan menjadi lemah tatkala rapuh dalam jatuh cinta yang tak pernah mungkin menyatu. Seketika menjadi muram larut dalam kesedihannya. Saat itu serasa tidak ada pegangan. Di dalam keramaian pun terasa sepi dan penuh kehampaan. Tenggelam dalam rasa yang tidak bisa menjadi tentram. Putus asa karena merasa tidak ada kawan, sahabat yang menjadi harapan hatinya untuk hidup bersama. Saling berbagi dan saling memahami rasa. Tapi, itu hanyalah sebuah kebohongan karena seseorang yang didambakan nya sudah berpaling darinya, meninggalkan kekecewaan yang sulit untuk dilupakan.
" Niga! Tidaklah kau memahami ku walaupun sedikit saja. Harapan ku sudah memudar untuk meraih hatimu. Kamu tidak mencintai aku seperti yang aku harapkan. Sedangkan namamu masih selalu menjaga hati ini dan belum enggan untuk pergi dari sini. Sungguh ini membuat sedih dalam sesak karena luka. Luka karena cinta ini tak berbalas. Aku sepi dalam dunia khayalan tanpa sosok mu yang selalu ku dambakan." kata Intan lirih di atas kasurnya yang empuk.
__ADS_1
Suara ketukan pintu kamar yang ditempati Intan terdengar. Pintu kamar Intan belum di kunci dan hanya ditutup saja.
" Aku boleh masuk, Intan?" tanya suara wanita yang tidak asing bagi Intan. Siapa lagi kalau bukan, kakak iparnya yaitu Winda.
" Buka saja, Mbak! Tidak dikunci kok." jawab Intan yang masih enggan bangkit dari pembaringan nya. Tangannya dengan cepat mengusap air mata yang sempat jatuh di pipinya.
" Intan! Kamu tidak makan?" Tanya Winda sambil mendekati Intan yang tidur dengan selimut nya.
" Ayolah! Kita makan bersama-sama!" ajak Winda lagi.
__ADS_1
" Lagi malas makan, Mbak. Mbak duluan saja deh." jawab Intan sambil menarik selimut nya menutupi kepalanya.
" Eh?" Winda akhirnya hanya menghela nafasnya.
Winda lalu berjalan keluar kamar itu, dan membiarkan Intan sendiri terlebih dahulu. Winda tahu dan sangat paham apa yang sedang dirasakan oleh Intan. Tidak mudah untuk melupakan seseorang yang sudah terlanjur masuk kedalam relung hatinya. Melupakan seseorang ketika kita benar-benar mencintainya. Proses itu cukup lama dan hanya waktu lah yang akan menyembuhkan segala nya.
Jatuh cinta yang hanya sepihak dan bertepuk sebelah tangan, sangat menyakitkan. Rasanya diri sendiri itu bagaimana tidak ada nilai dan harganya. Berusaha memberikan perhatian kepada seseorang tersebut hanya ditanggapi dengan biasa. Ini membuat sakit hati dan kekecewaan yang luar biasa.
" Aku harus bangkit! Bukankah laki-laki tidak hanya Niga saja? Aku jangan sampai bodoh seperti ini. Intan! Ayo kamu harus bangkit dan semangat! Dunia harus terus berjalan tanpa adanya Niga di kehidupan ku. Ya Tuhan! Rasanya ini sangat menyakitkan hati aku. Engkau memberikan rasa dan perasaan cinta ini kepada seseorang yang jelas-jelas tidak mencintai aku. Aku seolah berjalan dengan satu kaki, terseok-seok dan tidak sempurna." kata Intan sambil membuka selimutnya dan melihat pantulan wajahnya di kaca riasnya.
__ADS_1
" Bukankah aku cantik? Kenapa Niga tidak menyukai aku? Kenapa Niga tidak jatuh cinta padaku? Apa yang kurang dariku?" kata Intan sambil mengusap kedua pipinya.
" Semoga cukup sampai disini kebodohan ku ini. Aku harus kembali berdiri tegar. Suatu hari nanti, Tuhan akan mengirimkan seseorang laki-laki yang paling sempurna untuk ku. Aamiin." ucap Intan memberi semangat diri sendiri.