Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADU KU 2 (EPISODE 26)


__ADS_3

Hai wanita! Wanita yang bersuami. Janganlah kamu mengaku sebagai istri soleha jika masih suka membicarakan keburukan suami kamu. Menyampaikan kejelekannya sama artinya membuka aib kamu sendiri. Walaupun kamu dalam keadaan marah, kecewa, sakit hati sebisa mungkin kamu jangan mengadukan masalah kamu ke orang lain perihal rumah tangga kamu.


Hai wanita yang sudah bersuami! Walaupun kamu sangat penurut terhadap suami kamu. Walaupun kamu pernah menuntut. Walaupun kamu sangat setia dan pengertian. Jika kamu mengumbar segala permasalahan kamu, itu sama saja mengumbar kebobrokan mu sendiri.


Jika kamu menyayangi suami kamu, sayangilah dengan segala kekurangan nya. Tulus ikhlas akan pemberian darinya. Hargailah segala usaha- usahanya untuk memberikan kesenangan dan kebahagiaan itu untukmu. Walaupun kamu mulai tidak bersyukur karena kurangnya nafkah itu. Setidaknya hargai segala hasil dari keringat nya untuk kamu dan juga anaknya.


Kamu istri soleha akan menjadi pagar yang melindungi rumah kamu. Melindungi dari serangan tanaman yang tumbuh liar di sana. Kamu akan menjaga pagar itu supaya tidak dimasuki binatang buas yang siap menerkam keamanan kalian.


Hai istri yang soleha! Hadapi lah suami kamu yang dingin itu dengan senyuman yang menghangatkan. Senyummu bisa membuat leleh setiap kebekuan hatinya. Berikanlah semua itu sesuai maunya. Maunya ingin dihargai, dihormati, diagungkan selayaknya seorang raja. Dan Raja akan kembali menghargai kamu sebagai ratunya yang duduk di sebelah nya. Menjaga hati nya dari godaan- godaan mata liar wanita- wanita yang mencoba mengganggu nya.


Istri soleha! Cukup diam dan mendengarkan setiap nasihat baik dari suaminya. Suami yang Membimbing nya ke jalan yang di ridlo Nya. Surgamu terletak pada ridho nya.


*******


Belum diketahui kabar terkini dari pasangan kekasih itu yang mengalami kecelakaan tunggal ketika mereka kembali pulang meninggalkan puncak dari villa setelah mereka bersenang-senang dan melakukan yang enak- enak di atas ranjang. Hubungan pasangan yang terlarang itu diketahui ketika mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan dan dalam kondisi yang masih mabuk. Yang jelas kedua nya mengalami kondisi yang parah sehingga saat ini mereka masih dalam keadaan kritis di dalam ruangan ICU.


Hendra mondar-mandir di ruang tunggu menanti informasi dari keadaan istrinya, Jelita tersebut. Hendra saat ini bersama Niga, adik iparnya. Niga adalah suami dari adik Hendra yaitu Galuh.


" Mas duduk dulu mas!" kata Niga sambil mengusap pundak Bang Hendra lalu menyodorkan botol air mineral kepada bang Hendra.


Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang keluar dari ruangan ICU tersebut dengan berpakaian jas putihnya. Hendra bergegas mendekati pria itu dan hendak bertanya keadaan dari Jelita, istrinya.


" Keluarga korban yah?" tanya dokter itu.

__ADS_1


" Benar dokter! Saya suaminya, dokter! Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Bang Hendra.


" Silakan ke administrasi, karena korban harus segera menjalani operasi di bagian kepala nya karena benturan yang cukup keras."ucap Dokter itu. Hendra mulai semakin panik.


" Bagaimana bang?" tanya Niga pelan.


" Jelita harus segera dioperasi." jawab Hendra. Hendra berjalan lemah menuju bagian administrasi dan menandatangani kontrak dan memenuhi segala prosedur nya. Niga kembali mengusap lengan abang iparnya itu.


" Bang Hendra yang sabar! Abang yang tenang dan berdoa untuk kebaikan istri,abang." kata Niga sambil kembali membimbing Hendra duduk ke ruang tunggu.


Hendra masih kacau dengan keadaan itu. Keadaan yang menimpa istrinya dimana kecelakaan itu terjadi setelah mereka dalam pertengkaran yang hebat.


Kembali seorang laki-laki dan wanita yang mengenakan pakaian putih, dan mungkin saja mereka adalah seorang dokter dan perawat nya keluar dari ruangan. Mereka terlihat mencari salah satu dari keluarga korban dari laki-laki itu. Niga bergegas mendatangi para petugas medis itu.


" Iya benar pak!" jawab Niga cepat.


, Jadi begini pak, maaf sebelumnya! Salah satu Korban yang berjenis kelamin pria karena kondisinya sangat parah, dan kami sudah berusaha menyelamatkan korban. Namun sekali lagi kami maaf, pak. Kami tidak bisa menyelamatkan nyawa nya. Karena banyak organ- organ penting yang rusak dan beberapa malah mengalami hancur. Maaf, pak kami sudah berusaha." terang dokter itu panjang lebar. Niga menyimak dan ada sedikit terkejut dengan kabar dari dokter itu.


" Apakah saya boleh melihat jasadnya, dokter?" tanya Niga. Hendra yang penasaran akhirnya berdiri dan mendekat Niga dan dokter tersebut.


" Tentu saja!!" sahut dokter itu lalu mengantarkan Niga dan juga Hendra ke ruangan dimana salah satu korban laki-laki itu meninggal dunia.


Niga dan Hendra pelan- pelan membuka penutup wajah dari korban laki-laki itu yang mengalami kecelakaan bersama Jelita. Betapa terkejut nya Hendra dan juga Niga ketika sudah mengetahui siapa yang terbujur kaku saat ini di depannya.

__ADS_1


" Andrie! Dia Andrie, Niga!" ucap Hendra semakin lemas kedua kakinya. Sahabat nya kini telah meninggal secara tragis dalam kecelakaan tunggal bersama dengan istrinya.


" Kenapa Andrie bersama Jelita? Ada hubungan apa mereka?" ucap Hendra. Niga kembali mengusap pundak abang iparnya itu.


" Abang sabar dan maaf kan kesalahan Andrie, bang! Yang jelas Mbak Jelita dan Mas Andrie dalam satu mobil di kecelakaan tunggal tersebut. Kecelakaan itu terjadi ketika mereka pulang perjalanan dari puncak dan dugaan sementara mereka mengemudikan mobilnya dalam keadaan mabuk." jelas Niga. Hendra semakin kacau.


" Andrie mengkhianati aku, Niga! Bahkan sahabat aku sendiri. Dia tega dan sangat tega membuat hancur keluarga aku, Niga. Mereka menjalin hubungan dan berzina. Dan anehnya aku tidak mencurigai gelagat mereka? Ini sangat menyakitkan, Niga. Mereka telah berkhianat kepadaku." ucap Hendra semakin terlihat kacau dan frustasi.


" Aku tidak mungkin mempertahankan Jelita lagi, Niga! " ucap Hendra ada kemarahan namun juga kesedihan di sana. Niga kembali membimbing Hendra keluar dari ruangan itu dan mendudukkan Hendra di kursi luar ruangan itu.


" Intan! Keluarga dari Andrie belum ada yang tiba disini." kata Niga.


" Apakah mereka belum mengetahui kabar kecelakaan ini? Aku akan mencoba menghubungi istri Andrie." kata Niga. Namun sebelum Niga mengambil ponselnya seorang wanita bersama laki-laki remaja datang menghampiri mereka.


" Loh? Kok ada Bang Hendra juga mas Niga di sini?" tanya Intan penuh tanya.


" Tente, duduk dulu tante. Tenang dulu!" suruh Wisnu lalu membimbing tantenya duduk di kursi tunggu.


" Tante duduk dan tenang lah! Biar Wisnu yang bertanya bagaimana keadaan om Andrie." kata Wisnu lalu meninggalkan tantenya lalu Wisnu mendekati Kedua pria dewasa yang ia panggil om itu.


Niga mulai menjelaskan pelan- pelan kronologis kejadian kecelakaan dan juga keadaan terakhir dari om nya Wisnu. Wisnu ikut lemas dan terkejut. Namun mungkin saja ini adalah jalan takdir yang harus terjadi oleh om Andrie itu. Sesaat Wisnu duduk di dekat Niga, mengatur dirinya supaya lebih tenang dulu sebelum menyampaikan kepada tante nya, tante Intan.


Ya Tuhan, saya pikir ini hari sabtu loh. Ternyata masih hari jumat. Salam sehat selalu yah, sahabat! Jaga imun dan juga iman. Terima kasih atas semua dukungan nya. Selalu belajar dan berbenah.

__ADS_1


Sepertinya sudah mulai bosen lanjut kan cerita ini, dipercepat aja lah yah. Saran dan masukannya supaya cerita ini happy ending saja. Oke?? Thanks yah reader 😘😘😘.


__ADS_2