Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
SATU ATAP DENGAN MADUKU 2 (EPISODE 48)


__ADS_3

Penyesalan hanya tinggal penyesalan. Jelita kini sendirian di kamar nya. Kamar yang sudah lama tidak dia tempati. Kamar dimana dirinya masih belum menikah bersama dengan Hendra. Di rumah orang tuanya itu, kini Jelita seperti meratapi kesendirian nya. Pelan- pelan dirinya sudah mulai bangkit dan bersemangat ingin sembuh dan pulih dari sakitnya. Dirinya sudah mulai berlatih berjalan dengan dibantu perawat pribadi nya. Kedua orang tuanya masih menerima dirinya kembali di rumahnya itu. Walaupun keadaannya sudah berbeda. Setelah papanya meninggal dunia, mama nya kini sudah menikah kembali dengan seorang laki-laki yang cukup kaya. Namun status mamanya bukan istri yang sah secara hukum atau negara. Namun mama nya menikah dengan laki-laki itu, sebut saja Pras secara siri. Entah apa yang di cari oleh mama nya Jelita dengan pernikahan yang menguntungkan sebelah pihak. Mungkin saja mamanya Jelita hanya mencari suaka atau mendapatkan materi dari laki-laki itu yang notabene adalah pengusaha kaya.


Jelita saat ini masih berdiam di kamarnya. Di sebelah kamarnya adalah kamar mama nya. Selama seminggu sekali om Pras berkunjung di rumah mama nya itu. Mereka pasti melakukan hal gila- gila an di kamar mama nya. Jelita hanya menghela nafasnya dengan penuh kesabaran. Jika keduanya berpesta di sebelah kamarnya.


Hari ini hari yang bukan jadwalnya om Pras mengunjungi mama nya. Mama nya saat ini sedang shoping karena apa yang telah jelita dengar dari mama nya setiap bulannya mendapatkan jatah transferan dari om Pras lebih dari dua ratus jutaan. Jumlah nominal yang lumayan karena mama Jelita hanya tinggal sendiri saja. Sedangkan Jelita masih bisa membiayai hidupnya sendiri dari pemberian mantan suaminya.


Pintu kamar Jelita dibuka. Jelita membulat matanya. Jelita mengira yang membuka kamarnya adalah perawat pribadi nya atau mama nya. Namun, ini adalah om Pras. Om Pras mendekati Jelita yang sedang duduk di atas kursi roda sambil menatap di luar jendela kamarnya. Om Pras berjongkok di depan Jelita. Kedua tangannya om Pras ada di atas paha Jelita. Jelita berusaha menepis tangan itu dengan tangannya.


" Om, jangan kurang ajar!" kata Jelita dengan galak. Om Pras malah tersenyum menyeringai. Tangannya malah semakin liar mengusap ke dua paha milik Jelita yang saat ini memakai roknya.

__ADS_1


" Aku ingin melihat kamu cepat pulih dan sembuh. Aku ingin melihat kaki ini bisa berjalan lebih cepat. Kalau bisa berlari kencang. Ayo lakukan! Aku ingin melihat itu semua, Jelita." ucap Om Pras. Tangan itu semakin liar mengusap paha milik Jelita sampai ujung paha Jelita. Jelita semakin mengumpat dan memaki Om Pras. Om Pras semakin terbahak- bahak senang.


Dengan sekuat tenaga, Jelita hendak berdiri. Om Pras semakin membuat Jelita jengkel dan berusaha meninggalkan tempat itu. Om Pras semakin jauh. Om Pras mendekati wajah Jelita hingga bibir itu sedikit didekat kan ke Jelita. Jelita mundur dan berusaha menghindari Om Pras untuk lebih jauh lagi.


" Kamu pikir, aku akan mencium kamu yah?" tanya Om Pras sambil terkekeh. Jelita mundur selangkah hingga dirinya bersandar di tembok kamarnya.


" Kalau posisi kamu seperti ini, hal ini menunjukkan kalau kamu pasrah jika aku akan melakukannya lebih jauh lagi. Anak tiri aku." kata Om Pras kembali tertawa.


Saat Om Pras hendak mendekati bibir Jelita, Tiba-tiba pintu kamar Jelita terbuka. Mama Jelita datang dan masuk.

__ADS_1


" Kalian sedang apa?" tanya Mama Jelita sebut saja Jumila.


" Mama!" sebut Jelita ketakutan. Om Pras berusaha memapah Jelita kembali ke kursi roda nya.


" Sayang, kamu sudah kembali yah! Tadi aku melihat Jelita berjalan sendiri dan ingin duduk di kursi roda nya. Dan aku ingin membantu Jelita." ucap Om Pras. Mama Jumila tersenyum lebar.


" Maaf loh mas, jadi merepotkan kamu. Jelita sudah mulai bisa jalan sendiri kok. Benar kan, nak?" sahut Mama Jumila. Jelita mengangguk pasrah.


" Ya sudahlah! Kamu belanja apa sayang?" tanya Om Pras lalu memeluk mama Jumila dan mengajaknya keluar dari kamar Jelita. Jumila menyambut hangat Om Pras yang mengeratkan pelukan nya. Jelita mendengus kesal. Jelita menahan amarah nya pada suami mama nya itu.

__ADS_1


" Aku harus cepat sembuh! Aku tidak ingin dipermainkan seperti ini. Sial! Sial sekali hidup ku ini!" umpat Jelita kesal.


__ADS_2