
Berbalutkan sutra, menantang sinar mentari. Menapaki cinta bersama mu walau masih tertahan dalam angan. Aku selalu menunggu waktu indah itu.
" Rumah kamu sangat nyaman, yah Mas." kata Galuh yang sudah duduk di taman belakang di dalam rumah milik Niga.
" Benarkah? Mungkin karena ada aku di sini jadi kau merasakan kenyamanan itu." ucap Niga sambil menatap wajah milik Galuh tanpa berkedip.
" Pagi ini, kamu lebih terlihat cantik." tambah Niga.
" Jadi kemarin- kemarin itu tidak cantik?" sahut Galuh yang tiba-tiba mulut nya berubah menjadi manyun beberapa senti.
" Bukan! Ini lebih... lebih dan lebih cantik, sayang ku." jawab Niga merayu dan membuat Galuh merasa terbang ke langit tujuh.
" Anak gadis kamu, dimana Mas?" tanya Galuh sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
" Ada! Masih di dalam kamar. Bentar lagi kita renang yah." jawab Niga bersemangat.
" Aku ikut menemani kalian saja tapi tidak ikut renang." sahut Galuh.
__ADS_1
" Baiklah! Kamu sudah sarapan belum. Ayo kita makan dulu." ajak Niga.
" Tunggu lah anak gadis mu keluar dari kamar, Mas!" ujar Galuh.
" Kalau begitu, biar aku panggil saja dulu." kata Niga sambil berdiri dan melangkah ke kamar putri nya.
*******
Kamu tidak akan merasa sendiri, jika ada nama kekasihmu yang selalu menjaga hatimu. Kamu tidak akan merasa sepi, jikalau masih ada harapan yang tersisa untuk meraih impian indah bersamanya. Kamu tidak akan merasa berjalan dengan pincang, jikalau kau melangkah bersama- sama dengan seseorang yang akan menjadi imam mu.
Laki-laki itu malah meneliti wajah Intan dan berusaha menganalisa nya.
" Kamu kenapa malah menatapku seperti itu?" kata Intan sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Intan memang merasakan panas di wajahnya, rona merah karena salah tingkah di pandangi terus- menerus oleh laki-laki di hadapan nya itu.
Laki-laki itu malah terkekeh melihat reaksi yang muncul dari Intan.
__ADS_1
" Kamu kenapa lagi sih? Kamu menertawai aku kenapa?" tanya Intan lagi.
Kembali laki-laki itu malah semakin tertawa terbahak-bahak. Hal itu membuat Intan menjadi cemberut.
Selang berapa lama kemudian, pramusaji di sebuah restoran itu tiba dengan membawa beberapa hidangan yang sudah dipesan oleh mereka, Intan dan laki-laki bersama Intan tersebut. Laki-laki itu dengan sikapnya yang elegan dan tenang mampu membuat wanita mana saja akan ter terkesima oleh kharisma nya. Seperti nya laki-laki ini memiliki kepribadian yang cukup matang.
" Ayo kita makan!" ajak laki-laki itu kepada Intan.
Intan mengikuti apa kata laki-laki itu. Minuman dan makanan yang telah dipesan mereka sudah tertata rapi di atas meja dan siap untuk di eksekusi.
" Kamu suka sayuran yah?" tanya Intan yang melihat laki-laki di depan nya itu menyantap menu makanan yang banyak sayur nya.
" Suka! Suka pakai banget!" jawab laki-laki itu sambil tersenyum.
" Kamu gak suka sayur?" tanya laki- laki-laki itu.
" Suka! Suka pakai banget!" jawab Intan mengikuti kata- kata yang barusan di ucapkan oleh laki-laki itu.
Laki-laki itu pun terkekeh mendengar jawaban dari Intan yang memiliki beo mengikuti kata- katanya.
__ADS_1
" Kita selesai kan dulu makanan dan minuman yang ada di atas meja ini, yah! Setelah itu baru kita bincang- bincang panjang lebar. Oke!" ucap laki-laki itu serius kepada Intan. Intan hanya mengangguk dan menurut perintah laki-laki itu tanpa protes.