
Diantara pohon cemara yang tinggi menjulang. Diantara burung- burung warna yang di dalam sangkar? Diantara beberapa gugusan yang membentang. Diantara suara gemericik air yang mengalir dari atas. Ada suara isak tangis seorang wanita. Entah tangis karena penyesalan ataupun kesedihan karena sesuatu telah terjadi. Di atas peraduan itu yang masih berbalut kan selimut tebal sebagai penutup auratnya. Seorang pria menatap ke arah wanita dengan penuh kasih sayang namun terbersit sesal karena akan perbuatan nya. Sesali karena mungkin saja dirinya atau bahkan keduanya memang sama- sama dalam khilaf.
Sesal atau penyesalan tiada gunanya. Kini mereka sudah melewati semuanya. Mereka sudah melakukan nya. Dalam suasana dan larut akan gejolak muda yang kian memberontak dan sangat sulit ditepis dan ditolak. Keduanya sudah sama dewasa dan sudah lama menahan gejolak nya. Akhirnya memberondong dan sulit menolaknya. Kedua sepasang kekasih itupun melakukannya di suasana malam yang sepi dan hanya mereka berdua lah yang mau dan ingin itu terjadi. Terpaut dalam penyatuan kasih, saling beradu dalam keringat kasih yang tercurah. Memadukan kasih saling memberi dan menerima hingga keduanya terlena sama- sama saling menikmati dan akhirnya peluh keringat dan curahan kasih itu keluar bersamaan suara teriakan yang tertahan karena suatu kenikmatan yang tidak bisa diukir dengan kata. Hanya satu kata puas mungkin saja akan terucapkan. Namun kenapa kini si wanita itu menangis karena sesal. Mungkin saja itu mereka lakukan sebelum akad nikah sebelum mereka di halalkan dalam suatu pernikahan dan ikrar suci.
" Jangan khawatir, sayang! Aku akan secepatnya menikahi kamu, sayang! Kamu jangan menangis sayang." ucap si pria kepada wanita yang masih polos namun ditutupi dengan selimut tebal yang ada di kamar penginapan itu.
Wanita itu diam dan sesaat menikmati tangan halus milik si pria yang mengusap air mata yang sempat jatuh di pipi nya. Kini pria itu merengkuh tubuh mungil milik wanita itu lalu membenamkan nya di dada bidangnya yang juga masih telanjang. Kehangatan itu mulai menjalar dan menghangat di hati wanita itu. Aliran listrik kembali memompa habis hasrat dan jiwa keduanya. Tangan nakalnya kembali mengusap punggung wanita itu yang tanpa batasan kain penutup nya. Gejolak nya makin meronta- ronta ingin kembali di penuhi segala yang tertahan. Kini ingin tercurah habis yang sudah sekian lama terpendam karena pertahanan yang sudah sekian lama.
" Kamu mau kan menikah dengan aku, sayang?" tanya si pria itu sambil meraih dagu wanita itu lalu mulai mendekatkan bibirnya ke bibir wanita itu lalu dengan cepat meraup habis dan penuh keganasan dan liar kembali melahap habis kepemilikan wanita yang sudah dalam dekapan nya itu.
" Andrie!" ucap pelan wanita itu.
" Jangan khawatir, sayang! Aku akan menikahi kamu Intan sayang!" kata Andrie lagi sambil menelusuri daerah pribadi milik Intan.
Dua pasangan kekasih itu sama- sama dalam kehausan seolah sudah sekian lama tidak mengecam kenikmatan duniawi yang sekian lama ditahan. Kini sama-
Intan hanya mengangguk pelan. Lalu sama- sama larut dan tenggelam dalam alunan melodi yang membawanya ke samudera mengikuti gerakan dan belaian sang arjuna nya sampai titik puncaknya.
Hembusan nafas yang sudah tak beraturan dan irama detak jantung yang kian berpacu dalam kejar- kejaran waktu sebagai saksi akan pertempuran nikmat dua insan lawan jenis itu. Lalu sampai beberapa lama akhirnya keduanya kembali terkulai dalam senyum yang merekah karena bahagia.
" Aku milikmu, Andrie! Jangan lagi kau pergi dan meninggalkan aku." kata Intan lirih sambil meletakkan kepalanya di dada bidang milik Andrie.
" Aku akan secepatnya menikahi kamu, sayang! Dan aku sudah menjadi milik kamu selama nya." ucap Andrie akhirnya sambil mencium kening Intan dengan lembut.
*******
__ADS_1
" Ayo dimakan sayang!" suruh Andrie kepada Intan yang masih memainkan sendok nya di makanannya sepertinya enggan untuk makan makanan yang ada di depannya itu.
" Lagi malas makan, say!" sahut Intan manja.
" Kamu mau apaan? Atau kita jalan- jalan ke kota dulu mencari makanan yang kamu inginkan." ajak Andrie penuh perhatian.
" Aku mau sate kelinci, sayang." kata Intan manja.
" Hah? Dimana kita bisa dapat sate kelinci sayang? Sate kambing aja yah, sayang!" tawar Andrie kepada Intan.
Intan diam dan berpikir.
" Baiklah! Kalau itu susah di dapat di tempat ini." ujar Intan dengan pelan.
Intan hanya mengangguk pelan. Lalu mengikuti Andrie yang menggandeng nya ke luar untuk mencari makanan yang bisa menggugah selera si Intan.
*******
" Nah ini sate kambing nya. Ayo makan yang banyak sayang!" suruh Andrie sambil sedikit menyuapi ke mulut Intan nasi dengan daging kambing itu. Intan membuka mulutnya menerima suapan dari pria yang sudah membuatnya terkuras tenaganya satu malam kemarin.
" Enak tidak?" tanya Andrie dengan gemas yang melihat Intan mengunyah makanan itu masih belum selera.
" Lumayan!" kata Intan pelan.
" Ya sudah! Habiskan sate kambingnya saja kalau lagi malas makan nasi, yah sayang." ucap Andrie kembali penuh perhatian.
__ADS_1
" Aku malah menjadi selera makan gini yah?" tanya Andrie sambil melihat ke arah Intan.
" Itu karena kamu... kamu..." sahut Intan yang tidak melanjutkan kalimat nya.
" Hayo karena apa? Karena apa sayang?" tanya Andrie sambil mengedipkan matanya dengan nakal.
" Baiklah aku pun mau makan sate kambing ini semuanya. Awas saja kalau suhu tubuh aku menjadi memanas dan akan memangsa kamu." ancam Intan sambil terkekeh.
" Wah wah aku diuntungkan dengan itu dong, sayang." sahut Andrie dengan mencubit hidung milik Intan.
" Ih kamu, bakal sekali Andrie!" ucap Intan sambil memukul lengan milik Andrie.
"Hahaha!" tawa Andrie dengan bahagia nya.
" Setelah ini kita serius membicarakan pernikahan kita, ya sayang!" ucap Andrie.
" Heem, aku ikut apa kata kamu saja, mas Andrie! Aku sudah tidak punya pilihan. Kamu sudah membuat aku tidak bisa berlari lagi dengan merenggut semua yang menjadi milik aku." ucap Intan dengan nada bicara yang bercanda.
" Demikian juga halnya dengan aku, sayang! Bahkan ini untuk pertama kalinya aku melakukan nya dengan kamu, sayang! Kamu tahu bukan? Aku tidak pernah melakukan hal itu selain dengan kamu." kata Andrie sambil mengusap lembut pipi milik Intan.
" Tapi kamu sangat pengalaman akan hal itu, mas Andrie. Aku saja sampai tidak berkutik dan pasrah saja." sahut Intan sambil menarik hidung milik Andrie.
" Sayang! Sakit sayang! Awas saja yah, setelah ini akan aku hukum lagi kalau sudah sampai di penginapan." kata Andrie mengancam. Intan yang mendengar nya seketika menjadi melongo dan melotot matanya.
" Apakah harus kita lakukan lagi, mas?" tanya Intan penuh selidik. Namun Andrie hanya tersenyum saja tanpa menjawab pertanyaan dari Intan. Intan lagi- lagi malah tersenyum dengan nakalnya menatap Andrie yang juga menatap dirinya seolah menelanjangi dirinya tanpa sungkan sama sekali.
__ADS_1