
Betapa sebuah keberhasilan bagi orang tua ketika melihat anak- anaknya tumbuh dewasa, mandiri,sukses dan memiliki nilai-nilai dan pedoman yang kuat sesuai ajaran dari kedua orang tuanya. Kedua orang tua akan bahagia memiliki anak yang patuh, menurut, berakhlak baik serta menghormati orang tua. Adab yang baik kepada orang yang lebih tua.
Orang tua tidak banyak mengharapkan ganti rugi atau hitung menghitung dari apa yang sudah ditunaikannya. Dari membesarkan, menyekolahkan, membina dan mendidik hingga mengarahkan nya ke hal positif menuju jalan kesuksesan dalam mewujudkan harapan dan cita- cita. Ketika melihat anaknya berhasil dengan cita- cita nya, orang tua akan merasa bangga. Senyuman akan terpancar di sana.
Namun berbeda tatkala melihat anaknya salah dalam bergaul atau memilih teman. Teman atau sahabat akan mempengaruhi seseorang dalam membentuk kepribadian dan pandangan. Dan lingkungan lah yang mematangkan watak dan sifat dari seorang anak itu sendiri. Walaupun peran orang tua lah yang pada akhirnya mengarahkan dan membimbing nya kembali ke jalan yang sesuai didikan orang tuanya.
******
Di kediaman rumah Rosiana.
Seorang anak yanga seusia Arsyil datang mencari Arsyil dengan mengendarai motor ninja nya. Gayanya mentereng, ini menunjukkan kalau anak laki-laki ini dari keluarga yang berada. Anak itu mencari Arsyil dan datang melalui samping rumah Rosiana yang digunakan untuk warung yang dikemas seperti kafe.
" Siang tante!" sapa anak laki-laki itu yang saat ini kira- kira berumur 16 tahun. Saat ini Arsyil sudah duduk di bangku SMA. Kebetulan Rosiana sedang sibuk di warung melayani beberapa pesanan dari pelanggan.
" Siang nak! Mau beli ayam geprek? Atau minuman buah?" ucap Rosiana ramah. Anak laki-laki itu menggeleng sambil tersenyum. Gayanya terlihat gemulai dan kemayu walaupun dia adalah laki-laki. Rosiana jadi tersenyum dengan tingkah anak laki-laki itu yang malu- malu.
__ADS_1
" Maaf tante! Saya Tegar hendak mencari Arsyil, tante." ujar anak laki-laki tanggung itu. Rosiana tersenyum.
" Oh, teman sekolah nya Arsyil yah! Arsyil ada di dalam. Dia mungkin lagi bermain game di kamarnya. Ayo tante antar!" kata Rosiana ramah. Tegar mengikuti langkah Rosiana masuk ke dalam rumah melalui warungnya yang tembus langsung ke dalam rumahnya.
" Kamu teman Arsyil satu kelas?" tanya Rosiana. Tegar malu- malu ditanya Rosiana.
" Beda kelas, tante! Tapi masih satu sekolah." jawab Tegar. Rosiana malah terkekeh.
" Ini kamar Arsyil." kata Rosiana ketika sudah sampai di depan pintu kamar Arsyil. Rosiana mengetuk pintu Arsyil dan membukanya karena memang Arsyil jarang mengunci kamarnya.
" Arsyil! Kawannya baru datang dan main kok sudah diberondong banyak pertanyaan. Lebih baik kamu buatkan minum dan ajak Tegar makan juga. Mama akan kembali ke warung dulu, masih banyak pesanan di warung. Kasihan Om Junet dan Om Dodi kalau mama tinggal warungnya." kata Rosiana. Arsyil langsung menarik tangan Tegar masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya. Tegar sedikit ketakutan. Takut kalau Arsyil marah kalau dirinya bermain ke rumahnya.
" Kamu ngapain ke sini, hah?" tanya Arsyil. Tegar mulai gugup karena Arsyil mengangkat dagunya dengan kasar.
" Aku kangen kamu! Jadi aku nekat main ke sini." jawab Tegar. Arsyil membulat matanya.
__ADS_1
" Hah? Kalau kangen kan bisa telepon saja. Ngapain juga kamu datang kemari?" tanya Arsyil sewot.
" Aku membawa ini." kata Tegar sambil menunjukkan bungkus plastik yang berisi pil kecil itu. Arsyil tersenyum.
" Kamu memang paling bisa diandalkan." sahut Arsyil tersenyum senang lalu mengajak Tegar mulai menelan pil kecil itu.
Keduanya kini bersandar di kursi sofa kamar Arsyil. Tegar mengelus lembut pipi Arsyil. Arsyil diam beberapa saat.
" Aku kangen banget dengan kamu Arsyil." ucap Tegar dengan gayanya yang lembut dan kemayu. Mata keduanya mulai meredup karena pengaruh pil kecil yang sudah ditelan mereka berdua.
" Kamu mau ngapain, Tegar?" tanya Arsyil. Tegar tersenyum sambil mengusap bagian dada Arsyil.
" Aku ingin seperti kemarin lalu, ketika kamu bermain dikamar aku." ucap Tegar. Arsyil hanya diam dan mulai memejamkan matanya. Tegar melihat Arsyil penuh kekaguman. Wajah Arsyil begitu bersih dan tampan. Itu membuat Tegar makin terpesona. Tegar pun juga sudah terpengaruh dengan pil koplo itu.
" Maaf arsyil! Kenapa aku selalu kangen kamu. Ini aneh! Sungguh aku merasa nyaman dengan kamu. Entah apa yang salah pada diriku sehingga aku begitu mengagumi kamu. Maaf Arsyil!" batin Tegar sambil terus mengusap lembut pipi Arsyil. Arsyil sudah masuk dalam imajinasi dan khayalan nya karena pengaruh pil setan itu.
__ADS_1
Arsyil terpejam matanya karena halusinasinya. Arsyil terlihat tersenyum kadang tertawa sendiri. Di kamar itulah menjadi saksi bahwa pergaulan yang salah akan menjerumuskan seorang anak diusianya yang belum lagi matang.