Satu Atap Dengan Maduku

Satu Atap Dengan Maduku
MENJADI SUAMI ISTRI


__ADS_3

Pernikahan antara Niga dengan Galuh sudah digelar. Ramainya tamu dari berbagai kalangan telah hadir di sana. Dua keluarga besar Niga dan Galuh pun ikut bahagia melihat sepasang pengantin itu yang sudah resmi dan halal menjadi suami istri. Setelah acara ijab qabul senyum dan tawa mereka semakin lepas. Apalagi Niga yang sebelum ijab qabul itu berlangsung, ketegangan sangat jelas di wajah dan sikapnya. Padahal ini bukanlah pernikahan yang pertama baginya. Antara janda dan duda beranak satu itupun akhirnya menjadi sepasang suami istri. Mereka memiliki tekad untuk menjalani biduk rumah tangga yang penuh kebahagiaan. Saling melengkapi dan menutupi kelemahan masing-masing. Saling bangga dan support terhadap prestasi dari pasangan Masing-masing. Menghargai segala perbedaan dari kesenangan, hobi masing-masing.


Terlihat Niga dan Galuh sangat cantik dan tampan duduk di singgasana pengantin seperti seorang ratu dan raja di hari ini. Senyuman selalu terlempar untuk tamu-tamu nya yang datang secara bergantian memberi salam, selamat kepada mereka.


Di sana pun ada Winda yang ikut berperan di acara pesta pernikahan antara Galuh dengan Niga. Hendra tidak henti- hentinya memandangi kecantikan Winda yang berdandan dan berpenampilan seperti seorang putri. Kecantikan nya sungguh terpancar jelas diwajahnya. Senyuman nya selalu keluar dari sudut bibirnya untuk menyambut tamu-tamu yang datang ditempat itu.


Demikian halnya Bu Sundari dengan Pak Suyatno terlihat sangat bahagia di acara tersebut. Cuaca saat itu yang cerah dan terang benderang seperti sangat bersahabat dan mendukung jalannya acara pernikahan dua sejoli itu.

__ADS_1


Hari ini, Intan juga telah datang dan menghadiri acara pernikahan tersebut. Bersama Andrie, Intan datang dengan langkah yang ringan. Jalannya mantap dan tegas ketika memberi salam kepada kedua mempelai itu. Dengan saling bergandengan tangan antara Intan dan Andrie, melangkah dengan pasti di acara tersebut. Kedua nya seolah ingin memberikan kekuatan satu dengan yang lain. Antara Andrie dan Intan ingin dan berusaha menerima dengan segalanya yang pernah luput dari harapannya. Harapan yang menginginkan bisa hidup bersama dengan Galuh maupun Niga. Andrie dengan harapan ingin menjadikan Galuh sebagai istri dan anak-anaknya kelak sedangkan Intan pun juga demikian, menginginkan bisa hidup dan menua bersama dengan Niga.


Namun jodoh dan takdir pun tidak bisa dielakkan. Meraka, saat ini sudah menjadi suami istri yang akan menjalani hidup baik suka maupun duka bersama. Tertawa ataupun menangis bersama. Membesarkan anak-anak mereka jika nantinya Tuhan akan menitipkan kembali seorang anak bagi pasangan itu.


Di sudut ruangan yang luas dan megah itupun ada Yuslita menghadiri acara pesta pernikahan tersebut. Dengan penampilan wanita yang cantik dan seksi serta penuh ke glamor an sesuai kepribadian Yuslita. Yuslita saat itu datang bersama Wendy. Kebetulan Wendy ada waktu luang dan berkenan diajak Yuslita untuk hadir di acara tersebut. Antara Yuslita dan Wendy mungkin saja belum menjadi sepasang kekasih. Mereka masih sepakat sebagai teman tetapi mesra. Karena pada dasarnya Wendy pun sudah memiliki seorang istri dengan dua anak. Wendy termasuk pria mapan yang memiliki banyak bisnis. Kelakuan dan tindakan nya bukan tidak diketahui oleh istrinya. Istrinya hanya bisa pasrah dengan kepribadian Wendy yang masih suka bermain dengan wanita diluar. Istrinya Wendy menerima begitu saja dan tidak ingin melepas Wendy, lantaran segala nya sudah dipenuhi oleh Wendy.


Dengan tatapan masih sangat terpesona, Hendra mulai mendekati Winda yang masih sibuk menerima tamu di acara pesta pernikahan tersebut. Pelan- pelan Hendra mendekati Winda lalu ke samping Winda membisikkan sesuatu.

__ADS_1


" Queen! Jangan kamu umbar senyuman kamu itu terus- terusan untuk tamu undangan laki-laki. Itu akan membuat mereka akan jatuh hati terhadap kamu." bisik Hendra kepada Winda.


Winda yang mendengar peringatan dari Hendra hanya bisa menatap ke arah Hendra sambil membulat matanya.


" Awas saja, setelah ini aku akan memberikan hukuman kepadamu. Jika kamu masih mengobral senyuman kamu." tambah Hendra berkata pelan.


Winda hanya menarik nafasnya secara perlahan. Baginya ini sungguh lucu jika menyambut tamu tanpa tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2