
"Tanyakan saja apa yang kamu ingin tahu" jawab Wilker
Charles mengeluarkan selembar foto dari saku bajunya dan menarohnya ke meja di depan mata Wilker
Di saat Wilker melihat foto itu reaksinya langsung berubah dan wajahnya langsung menjadi pucat
"Paman, apa pernah melihat dua orang yang di dalam foto ini?" tanya Charles yang sedang memerhatikan reaksi Wilker
"Aku tidak mengenalnya" jawab Wilker dengan merasa cemas
"Apa benar? Paman, aku ingin kejujuranmu" kata Charles dengan tegas
"Iya, aku tidak tahu siapa mereka" jawab Wilker yang sedang keringat dingin
"Paman, tidak tahu atau lupa?"
"Tidak kenal"
"Apa benar?"
"Iya benar!" jawab Wilker yang mulai merasa cemas
"Cole, apa videonya sudah di kirim?" tanya Charles
"Ini Bos, Harry sedang berada di sana"jawab Cole yang memperlihatkan sebuah video panggilan dari seberang sana
Charles menunjukan video call kepada Wilker yang sedang duduk di sampingnya
"Paman, apa kamu mengenal mereka?" tanya Charles dengan senyum
Melihat rekaman itu Wilker merasa cemas dan semakin takut, karena di dalam video itu terlihat jika Harry sedang berada di rumahnya dan bersama dengan pihak keluarganya
"Hallo paman Wilker, apa kau ingin mengucapkan sesuatu dengan keluargamu?" sapa Harry yang di dalam video call
"Apa yang ingin kalian lakukan di rumah ku?" tanya Wilker dengan merasa cemas
"Paman, aku hanya datang melihat mereka saja, bibi sangat baik dan ramah, apa aku bisa membawa mereka keluar berjalan-jalan?" tanya Harry yang sedang mengancam
"Jangan melakukan itu" jawab Wilker yang keringat dingin
"Charles, apapun yang kamu inginkan akan ku berikan tapi jangan sentuh mereka" ujar Wilker dengan merasa cemas
"Harry, tunggu perintahku" perintah Charles pada Harry yang di dalam video call itu
"Baik Bos" jawab Harry
__ADS_1
Charles memutuskan video call tersebut
"Paman, katakan semua yang aku ingin tahu, jangan coba-coba membohongiku, di dalam keluargamu ada 5 orang, 3 orang anak dan seorang istri, dan satu putra tertua berada di jepang sedang kuliah, aku juga ada seorang teman yang tinggal di sana, jika ada waktu temanku akan melihat putra mu itu" kata Charles dengan ancaman
"Jangan melakukan itu, Charles. mereka tidak bersalah sama sekali" pinta Wilker yang merasa cemas
"Kalau begitu jawab, siapa dua pria yang di dalam foto ini?"
"Mereka adalah anggota Red Lion dulu" jawab Wilker dengan merasa cemas
"Siapa namanya?"
"Pria yang di sebelah kanan adalah Jhonson dia sudah lama menghilang tidak ada yang tahu di mana dia berada"
"Dan yang satu lagi siapa namanya?"
"Dia adalah To-Tommy Care" jawab Wilker dengan terbata
Jawaban Wilker membuat Charles semakin merasa panas karena mengetahui kematian keluarganya berhubungan dengan ayah angkatnya itu
"Beritahu aku ke mana dia?"
"Di-dia sudah meninggalkan kumpulan sejak dulu" jawab Wilker dengan menyembunyikan kebenaran
"Cole, hubungi Harry bawa keluarganya berjalan-jalan di tepi pantai" perintah Charles dengan sengaja
"Paman Wilker, kesabaranku ada batasnya, katakan sejujurnya, jika kau masih berani berbohong maka aku akan menghubungi temanku yang di jepang itu untuk menjumpai putramu" kecam Charles yang dengan mengeluarkan hanphonenya
"Iya..aku beritahu semuanya, jangan menyentuh keluarga ku, aku mohon padamu" pinta Wilker yang merasa cemas
"Kalau begitu beritahu semuanya padaku, di mana dia sekarang dan apakah dia masih hidup atau sudah meninggal?" ujar Charles dengan tatapan tajam
"Tommy Care dia sudah meninggal"
"Apa penyebabnya?"
"Dia di bunuh bersama keluarganya"
"Siapa pelakunya?"
"Pelakunya adalah..?" jawab Wilker yang tidak berani melanjutkannya
"Katakan atau tidak kau akan menyesal" kecam Charles
"Brad yang membunuhnya"
__ADS_1
"Kenapa dia melakukannya?"
"Demi posisi ketuanya sekarang, Tommy dulu di pilih oleh ketua sebelumnya, di saat itu Tommy, Brad dan Jhonson adalah teman baik, akan tetapi Brad sangat iri terhadap Tommy, karena di antara kami semua Tommy paling cemerlang dan jago bela diri, oleh sebab itu ketua dulu sangat kagum padanya dan juga memilihnya untuk mengantikan posisi ketuanya" jelas Wilker
"Dengan cara apa Brad membunuhnya? dan di mana jasadnya?"
"Sekeluarga di bakar hidup-hidup, kejadian terjadi di tengah malam" jawab Wilker
"Di bakar hidup-hidup? berapa anggota keluarga yang di bakar di malam itu?" tanya Charles yang bangkit dari kursinya
"Tiga orang"
"Katakan siapa saja mereka?" tanya Charles dengan menahan emosi
"Tommy bersama istrinya dan juga seorang pembantu" jawab Wilker yang merasa bersalah
"Teruskan"
"Brad mengutuskan beberapa anggota untuk menyirami minyak tanah ke rumahnya di saat itu Brad pergi ke lokasi bersama Jhonson dan aku, kami bertiga melihat dengan mata sendiri mereka bertiga di bakar hidup-hidup, mereka berteriak minta tolong dan tidak bisa keluar, karena pintu dan jendela sudah di paku dari luar oleh anggota Brad, sehingga mereka tidak berhasil keluar, aku mendengar teriakan mereka di dalam kobaran api itu, mereka menangis minta tolong dan di saat itu aku melihat wajah Brad tersenyum karena merasa senang" jawab Wilker
"Kenapa kalian semua tidak ada yang berani membantunya, dan hanya menyaksikan kejadian itu?" tanya Charles yang berdiri di belakang tempat duduk Wilker
"Saat itu Brad memiliki banyak anggota, setelah dia membunuh Tommy maka dia juga membunuh semua anggota Tommy dan juga teman sendiri, terjadinya banyak jatuh korban karena sikap irinya, tanpa merasa ragu dia bunuh siapa saja yang menantangnya"
"Apakah ketua dulu tidak ada tindakan?"
"Semua hanya bisa menutup mulut karena ancamannya, hingga sekarang tidak ada yang berani melawannya, dia selalu memiliki anak buah di belakangnya, aku bisa hidup karena aku masih berada di Red Lion, dan selalu di pihaknya, jika saja aku meninggalkan tempat ini dulu aku rasa aku juga sudah mati di tangannya"
"Kau dan Jhonson hanya menyaksikan kejadian itu, teman kalian sendiri tewas dalam kebakaran, Jhonson beruntung karena sudah mati di tangannya, jika tidak maka dia akan mati di tanganku" ketus Charles dengan memegang leher Wilker dari belakang
"Charles" ucap Wilker yang merasakan cengkraman Charles yang semakin erat
"Kau juga tahukan jika aku adalah putra Tommy Care?" tanya Charles dengan menahan emosi
"Iya, tapi aku di ancam, seluruh keluarga bergantung hidup padaku, aku hanya bisa diam" jawab Wilker yang merasa ketakutan
"Keluargamu? jadi apakah keluargaku tidak bernilai? apakah mereka pantas mati?" ketus Charles dengan kesal
"Maaf, tapi aku tidak membunuhnya, kami semua di ancam" ucap Wilker yang merasa sakit pada lehernya
Charles yang merasa kesal mencengkram leher Wilker semakin erat dengan merasakan sedih yang cukup mendalam karena mengetahui orang tuanya yang di bakar hidup-hidup
"Aarrhggg" jeritan Wilker yang merasa sakit hingga wajahnya memerah
"Paman Wilker sudah waktunya kau pergi meminta maaf pada ayah dan ibu ku" ucap Charles yang mematahkan leher Wilker
__ADS_1
Krek....
Sesaat kemudian Wilker tewas dengan posisi duduk dan mengeluarkan darah di mulutnya