
"Aku tahu kamu tidak butuh, akan tetapi bukankah lebih baik jika kita bekerja sama dari pada menjadi musuh," kata Andrew.
"Selama ini aku sudah memiliki banyak musuh, jadi tidak heran jika musuhku bertambah satu!" ucap Charles dengan senyum.
"Hahahaha...Charles Robertson, aku sering mendengar namamu, selama ini aku sangat berharap bisa bertemu dan bekerja sama denganmu, dan aku tidak menyangka jika dirimu bekerja sama dengan Bared sehingga aku harus berhadapan denganmu." kata Andrew dengan tertawa kecil.
"Aku tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain, akan tetapi pelabuhan X dalam pengawasanku, siapapun yang membuat keributan di sana harus berhadapan denganku, karena kawasan itu sudah menjadi bagian tanggung jawabku," kata Charles dengan tegas.
"Apa kita harus bermusuhan?" tanya Andrew.
"Aku sudah bekerja sama dengannya, pelabuhan dalam pengawasanku, dan siapapun yang berani membuat keributan di sana tentu saja akan menjadi musuhku," ujar Charles dengan tegas.
"Kelihatannya kita terpaksa menjadi musuh, kau tahu aku tidak mengharapkan seperti ini," ujar Andrew.
"Karena kita tidak ada pilihan, kita berada di jalur yang berbeda," kata Charles.
"Aku akan membunuh Bared!"
"Aku tidak akan menghalangmu, akan tetapi aku akan membantunya!"ucap Charles dengan tegas.
"Kita akan saling berhadapan di saat itu," kata Andrew
"Aku menanti di saat itu!" ujar Charles sambil meneguk minumannya.
Setelah satu jam kemudian Charles dan Stallone meninggalkan tempat tinggal Andrew.
"Bos, Charles tidak ingin memihak ke kita, apakah ini akan menyulitkan kita?" tanya anggotanya yang bernama Ekin.
"Dia akan menjadi penghalang kita, sebelumnya dia mampu melawan begitu banyak musuh, dia tidak mudah," jawab Andrew.
"Tapi ini akan menghalang kita, seperti di saat anggota kita di pelabuhan X, rencana kita gagal karena mereka," ujar Ekin.
"Aku tidak berharap dia menjadi musuhku, akan tetapi kita tidak ada pilihan lain. di dunia gangster jika gagal menjadi teman maka hanya bisa menjadi musuh," ucap Andrew dengan tegas.
"Bos, kenapa membiarkan dia pergi? kita bisa saja membunuhnya!"
"Tidak mudah untuk membunuh dia walau dia berada di sarang kita, Charles bukan orang yang mudah dikalahkan, saat dia di serang oleh sekumpulan pembunuh mereka juga tidak mampu mengalahkan dia, berita ini sudah tersebar di dunia gangster. siapa yang tidak kenal dia," jelas Andrew.
"Apa kita diam saja, Bos?"
"Tujuan utamaku adalah Bared si tua itu! aku hanya ingin kematian dia!" kata Andrew dengan tegas.
Di sisi lain anggota Andrew mengantar Charles ke markas Black Dragon. setelah tiba mereka pun turun dari mobil.
__ADS_1
"Hei...hei...urusan kita belum selesai mobilku rusak karena mu, apa kau tidak mau bertanggung jawab!" bentak Stallone yang ikuti langkah Charles.
"Kerusakan mobilmu bukan salahku, karena kau yang datang mencariku, bukan aku yang mencarimu!" jawab Charles dengan tegas dan melangkah menuju ke arah pintu besarnya.
Cole dan Harry yang melihat Stallone yang mengikuti bosnya mereka pun menghampiri pria kamboja itu.
"Hei...kenapa kau ada di sini?" tanya Harry dengan menghampiri Stallone.
"Bukan urusanmu! urusanku dengan bos mu itu!" ketus Stallone yang mendorong Harry.
"Hei..berani sekali kau menimbulkan keributan di sini!" bentak Harry.
"Biarkan saja! dia tidak bisa melakukan apa-apa juga, apa karena kerusakan yang terjadi pada mobil mu? mobil itu bukan aku yang merusakannya. jadi, kau tidak bisa menyuruhku ganti rugi," ketus Charles.
"Urusan kita berdua belum berakhir, aku tidak akan tinggal diam!" kata Stallone dengan tegas.
"Apa kau ingin bertarung sekarang? mari kita lakukan sekarang juga!"
Tidak lama kemudian Flower bersama Liza, Curry dan Yona melangkah keluar dari markas.
"Charles," suara panggilan Flower yang berjalan menghampiri Charles.
Mendengar suara panggilan Flower, Charles dan Stallone langsung menghentikan perdebatan mereka dan menoleh ke arah suara itu berada.
Stallone yang melihat kemunculan gadis itu tentu tidak asing baginya.
"Ke-kenapa dia bisa ada di sini?" tanya Stallone yang penasaran.
"Dia adalah calon istri bos kami," jawab Cole dengan bersikap dingin
"Apa bonekaku ini sudah makan?"tanya Charles dengan menyentuh wajah pujaannya.
"Sudah! apa kamu baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja!" jawab Charles dengan mengecup dahinya Flower.
"Nona, apa kamu masih ingat denganku?" sapa Stallone.
"Charles, tuan ini yang menyelamatkanku kemarin!" ucap Flower yang menatap ke arah Stallone dan Charles.
"Charles Robertson, apakah nona ini adalah...."
"Calon istriku!" jawab Charles yang merangkul pujaannya.
__ADS_1
"Pemulung? seingat ku nona mengatakan jika kekasihmu adalah pemulung, kenapa bisa dia....?"
"Maaf! di saat itu aku tidak mengenal Anda, dan aku juga tidak mau ada yang mengetahui siapa tunanganku, oleh karena itu aku hanya bisa menyembunyikan identitas Charles," jelas Flower.
"Apa ada masalah bagimu tentang hubungan kami berdua?" tanya Charles dengan tatapan dingin.
"Tentu saja tidak! aku hanya tidak menyangka kau yang sudah tua bisa mendapatkan gadis muda," ketus Stallone.
"Setidaknya aku hanya memiliki seorang wanita, tidak seperti dirimu yang memiliki banyak wanita di mana-mana, bukankah dirimu sangat kasihan!"kata Charles dengan mengejek.
"Apa maksudmu dengan perkataan kasihan?" tanya Stallone dengan kesal.
"Kasihan karena dirimu tidak di cintai oleh seorang wanita dan mereka yang kau kencani hanya sekadar menginginkan uangmu," jawab Charles dengan sengaja.
"Ini bukan urusanmu! hari ini sampai di sini saja, lain kali aku akan mencarimu lagi!" ketus Stallone yang kemudian melangkah pergi.
"Charles, apa dia musuhmu?" tanya Flower.
"Dia hanya seorang yang tidak penting!" jawab Charles dengan senyum.
"Tapi, dia tidak terlihat sejahat apapun," ujar Flower.
"Dia hanya seorang yang sangat menjengkelkan. Flower, ingat dengan dia, jika lain kali bertemu dengannya jauhkan dirimu dari dia!"
"Iya!"
"Mari kita masuk!" ajak Charles yang merangkul pundak pujaannya dan melangkah masuk ke dalam markas.
Malam hari
"Bos, Andrew bertemu dengan Anda, apa tujuannya ?" tanya Cole.
"Dia ingin aku bekerja sama dengannya," jawab Charles yang sedang duduk sambil menuang minuman.
"Apa bos menolaknya?" tanya Harry.
"Iya, dia tidak pantas menjadi teman kita!" jawab Charles sambil meneguk minumannya.
"Aku yakin dia pasti tidak akan tinggal diam! dan mungkin saja dia akan mengincar tuan Bared lagi," ujar Cole.
"Apa dia akan mengirim pembunuh ke bos lagi?" tanya Harry.
"Dia hanya akan memgincar tuan Bared, karena sasaran utamanya adalah dia. jadi dia hanya akan fokus pada musuhnya," jelas Charles.
__ADS_1
"Kenapa Andrew tidak mengambil tindakan di saat bos berada di tempatnya? dan malah membiarkan bos pulang dengan aman?" tanya Harry dengan penasaran.